Langsung ke konten utama

TANGAN DİNGİN

Di rumah mamak, barang apapun yang hilang (malas nyari), semua pada nanya keberadaannya sama mamak.

Si bapak : "bund, kacamata bapak mana?"

Sekali ngelirik aja mamak udah lihat kacamata si bapak di depan hidungnya. Tapi tetap aja, gak afdhol gitu kalo gak nanya sama mamak.

Mamak : "kak, tolong ambilkan remote tipi." 

Mamak minta tolong sama si kakak, karena posisi remote lebih dekat ke kakak dan mamak lagi ngelonin anak bayi.

Kakak : (nyari-nyari selama beberapa menit, padahal remote tipi di depan matanya) "gak ada bund."

Masya Allah, meleleh air mata mamak, nak.
Entahlah, mamak juga heran. Kenapa semua orang di rumah ini sering kali menanyakan barang-barang mereka, yang mereka pegang, mereka gunakan, tapi kalo gak kelihatan nanya sama mamak. Yang paling sering (hampir tiap hari) adalah kunci motor.


Namanya juga mamak-mamak, pulang kerja, capek, gak pake istirahat langsung bersihin rumah, ngerendam cucian, angkat kain, banyak lah pokoknya, mana sempat ingat dimana meletakkan kunci motor. Tapi si bapak dia mana ngerti. Dia bertanya sebelum mencari (manusia normal mencari baru bertanya.)

Si bapak : "mana kunci motor bund."

Mamak : (lagi nyapu, dengan tulang-tulang yang rasanya mau copot , kecapean, menjawab sekenanya) "mana tadi ya, lupa."

Si bapak : "kan dah bapak bilang, jangan letak kunci motor sembarangan, letak di meja depan. Tiap hari itu aja masalahnya."

Mamak nyari, dan dapatnya di meja depan, ketutup kain sedikit. Apa salah dan dosaku sayang, cinta suci ku kau buang-buang, lihat apa yang kuberikan, jaran goyang, dalam hati jadi nyayi itu mamak, sakingkan emosinya. Gak mau nyari dulu. Mesti nunggu mamak yang nyari.

Dilain hari, si bapak yang bawa motor, terus mamak mau pake motor nanya kuncinya,

Mamak : "mana kunci motor pak?"

Si bapak : "dimeja depan.

Mamak nyari, tapi gak ketemu, "gak ada pak."

Si bapak : "dimana tadi ya, bapak letak di sana tadi, coba lihat ke belakang, ada gak bund."

Mamak sampe thawaf keliling rumah nyari kunci motor gak ketemu. Si bapak gak ngerasa salah itu. Coba kalo mamak yang lupa, dia ngamuk, semua ini gak adil Tuhan.... Ujung-ujungnya kunci motor ketemu di kamar. Dan si bapak lempeng aja, gak ngerasa apa-apa sedikitpun. Sedih mamak pak kalo diginiin terus.

Si kakak sama aja dengan si bapak. Semua barang dia hilang kalo dia cari sendiri, iqro, mukena, mainan, ikat rambut. Semua. Tapi anehnya kalo mamak yang nyari, tangan mamak seperti tongkat sihir, bisa menemukan semuanya dengan cepat dan mudah. Fenomena apa ini ya? Si bapak sami mawon sama anaknya, kacamata, dompet, atm, duit (kalo yang ini memang mamak selamatkan, supaya gak jauh ilangnya), semua hilang. Dan sama seperti si kakak, tangan dingin mamaklah yang berhasil menemukan barang-barang itu. Entahlah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NGERUMPI PULANG NGAJI

Ngobrol sama si kakak akhir-akhir ini seperti ngomong sama anak smp. Entahlah. mamak juga heran, kenapa anak sekarang cepat dewasanya. Padahal, sekolah masih teka, baca belum bisa, makan aja masih disuapin, eek masih dicebokin, tapi kalo pola pikir, kalah anak sd. Cita-cita aja gak ngerti artinya, malah bahas pacaran. Ampun sama si kakak. Kakak tiap maghrib sampai isya di mesjid, ngaji sama sholat berjamaah. Pulang ngaji, dia suka cerita sama mamak. Ceritanya macam-macam. Mulai dari yang penting, kaya.... Kakak : "bund, cita-cita itu apa?" Mamak : "apa yang ingin kakak lakukan ketika sudah besar." Kakak : "oh gitu." Mamak dah yakin, pasti si kakak bahas masalah jadi kasir. Cita-cita abadi kakak dari masih kecil adalah jadi kasir di serba 6000, dengan tujuan supaya bisa bebas ambil mainan. Kakak : "jadi, kalau kita ingin jadi kasir itu cita-cita." Mamak : "iya kak." Kakak : "oohhh, kakak pikir ci...

MAMAK MAUNYA APA

Ini pertanyaan yang sedang mamak ajukan ke diri mamak sendiri, berkaitan dengan si kakak (halah). Rasanya, ilmu psikologi yang mamak pelajari selama 4.5 tahun sia-sia, karena anak sendiri pun gak bisa mamak kendalikan kelakuannya.  Jadi di rumah mamak, ada tetangga baru, rumah yang dulunya kosong, kini terisi kembali. Hati mamak gembira sekali, mana tetangga mamak ini bakul kue pulak. Ah, cocok kali rasa mamak kan. Tapiiiiiii.... si kakak, yang sangat antusias tetanggaan sama teman satu sekolah, euforianya keterlaluan. Buka mata pengen langsung main ke tetangga, dan jadi sering ngebentak-bentak kalo dibilang jangan pergi main. Yah, kan gimana ya, namanya juga orang, pengen tidur, istirahat, makan dan punya banyak waktu bersama keluarganya. Dan kalau si kakak main disitu berjam-jam, yang punya rumah pasti eneg, mau nyuruh pulang gak enak, mau dibiarin makin gak enak. Mamak udah ngasi ceramah sama si kakak, semua stok ceramah agama mamak udah mamak keluarkan. Tapi gak me...

TUPPERWARE

Sumini ikut mengerumuni mba Lis, pedagang tupperware di TK Sekar, anaknya. Sejak ada mba Lis, wali murid di TK Sekar seakan berlomba, mengoleksi tupperware. Jangan sampai, koleksi tupperwareku kalah sama yang lain, batin Sumini.  "Ayo mba Sumini, ini bagus loh. Senwid kiper, ada botol minumnya sekalian, gambar kuda poni warna ping," mba Lis mulai promosi. Kebetulan cicilan tupperware Sumini memang sudah lunas. Jadi, apa salahnya ambil baru? "Apa mba Lis? Senwid kiper? Apa sih itu?" Tanya Sumini.  "Tempat bekal khusus buat senwid mba Sum," Sumini mengucapkan o panjang, padahal dalam hati dia bingung, senwid itu apa. İbu-ibu lain mulai menjatuhkan pilihan tupperware yang mereka inginkan. Sumini panas, dia juga harus beli, jangan kalah dengan yang lain. "Aku pesan senwid kipernya mba Lis. Sepuluh kali bayar ya," kata Sumini. Mba Lis mencatat pesanan Sumini, dan mengambilkan barangnya di mobil.  "Kalau sepuluh kali bayar, ga...