Langsung ke konten utama

PMS



Wanita, dalam rentang usia berapapun, selama belum menopause, pasti merasakan pms. Pms itu sakit, emosi pun jadi kek roller coaster, turun naik gak jelas. Bagi mamak, pasca persalinan anak kedua dan make kb non hormonal, malah makin berasa pms nya. Cenut-cenut dari ujung rambut sampai ujung kaki. Entah apalah namanya. Pokok nya badan gak nyaman.

Pms itu syusah. Laki-laki harusnya ngerti, betapa gak nyamannya rasa sakit pas pms yang dirasakan wanita. Coba sakitnya bisa dipindahin, belum tentu kaum adam kuat (mamak mulai rasis).

Tapi emang sih, tiap ciwik pms, cowok yang menanggung akibatnya. Gak tau kenapa, muka pun gak bisa disetel manis, maunya manyun aja. Ngomong pun jadi gak mood, kalo bisa diam terus, rumah bersih terus, makanan ada terus, cucian bersih semua, setrikaan licin semua. Ahhgggg, itu hanya ada dalam khayalan mamak saja.

Pms sesakit apapun, mamak harus tetap masak, nyapu, nyuci, nyetrika. Tetap aja gak boleh marah sama bapak, karena kalau mamak marah sama bapak, biasanya bapak akan membalasnya dua kali lipat lebih kejam. Pms pun, mamak harus berusaha tetap stabil, tenang, cooling down. Tetap senyum, gak boleh marah. Susah sekali lho itu semua mamak lakukan. Butuh perjuangan. Anak-anak mana ngerti emaknya pms, mereka tetep aja rusuh, ngajakin main terus. Gak tau kalo perut mamaknya sakit kek mau beranak.


Perempuan, betapa kompleks Allah menciptakannya. Lemah tapi sanggup menanggung rasa sakit yang kuat. Rapuh tapi mampu menyimpan banyak luka dihatinya. Terjajah oleh kaum lelaki (katanya) tapi punya cinta tak berbatas untuk suaminya. Makanya sampai ada surat an-nisaa' dalam al-quran, surat yang banyak membahas tentang perempuan. Maha suci Allah dengan segala firmanNya. 

Dan ketika sakit pms mamak gak tertahankan lagi, si kakak dengan sigap ambil balsem sama minyak angin, ngurutin kaki mamak yang udah dingin, sama ngurutin punggung yang terasa mau copot. Dan nikmat mana lagikah yang mamak dustakan. Kakak memang luar biasa care sama mamaknya (kadang-kadang). Abis ngurutin mamak, kakak ngomong, 

"Nanti beli es krim ya bund. Kan kakak udah urusin bunda, urutkan bunda. Es krim ya bund, es krim ya bund."

Memang kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang galah, mamak nungging ajalah ngurangin rasa sakit daripada ke alfamart beliin si kakak es krim. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NGERUMPI PULANG NGAJI

Ngobrol sama si kakak akhir-akhir ini seperti ngomong sama anak smp. Entahlah. mamak juga heran, kenapa anak sekarang cepat dewasanya. Padahal, sekolah masih teka, baca belum bisa, makan aja masih disuapin, eek masih dicebokin, tapi kalo pola pikir, kalah anak sd. Cita-cita aja gak ngerti artinya, malah bahas pacaran. Ampun sama si kakak. Kakak tiap maghrib sampai isya di mesjid, ngaji sama sholat berjamaah. Pulang ngaji, dia suka cerita sama mamak. Ceritanya macam-macam. Mulai dari yang penting, kaya.... Kakak : "bund, cita-cita itu apa?" Mamak : "apa yang ingin kakak lakukan ketika sudah besar." Kakak : "oh gitu." Mamak dah yakin, pasti si kakak bahas masalah jadi kasir. Cita-cita abadi kakak dari masih kecil adalah jadi kasir di serba 6000, dengan tujuan supaya bisa bebas ambil mainan. Kakak : "jadi, kalau kita ingin jadi kasir itu cita-cita." Mamak : "iya kak." Kakak : "oohhh, kakak pikir ci...

MAMAK MAUNYA APA

Ini pertanyaan yang sedang mamak ajukan ke diri mamak sendiri, berkaitan dengan si kakak (halah). Rasanya, ilmu psikologi yang mamak pelajari selama 4.5 tahun sia-sia, karena anak sendiri pun gak bisa mamak kendalikan kelakuannya.  Jadi di rumah mamak, ada tetangga baru, rumah yang dulunya kosong, kini terisi kembali. Hati mamak gembira sekali, mana tetangga mamak ini bakul kue pulak. Ah, cocok kali rasa mamak kan. Tapiiiiiii.... si kakak, yang sangat antusias tetanggaan sama teman satu sekolah, euforianya keterlaluan. Buka mata pengen langsung main ke tetangga, dan jadi sering ngebentak-bentak kalo dibilang jangan pergi main. Yah, kan gimana ya, namanya juga orang, pengen tidur, istirahat, makan dan punya banyak waktu bersama keluarganya. Dan kalau si kakak main disitu berjam-jam, yang punya rumah pasti eneg, mau nyuruh pulang gak enak, mau dibiarin makin gak enak. Mamak udah ngasi ceramah sama si kakak, semua stok ceramah agama mamak udah mamak keluarkan. Tapi gak me...

TUPPERWARE

Sumini ikut mengerumuni mba Lis, pedagang tupperware di TK Sekar, anaknya. Sejak ada mba Lis, wali murid di TK Sekar seakan berlomba, mengoleksi tupperware. Jangan sampai, koleksi tupperwareku kalah sama yang lain, batin Sumini.  "Ayo mba Sumini, ini bagus loh. Senwid kiper, ada botol minumnya sekalian, gambar kuda poni warna ping," mba Lis mulai promosi. Kebetulan cicilan tupperware Sumini memang sudah lunas. Jadi, apa salahnya ambil baru? "Apa mba Lis? Senwid kiper? Apa sih itu?" Tanya Sumini.  "Tempat bekal khusus buat senwid mba Sum," Sumini mengucapkan o panjang, padahal dalam hati dia bingung, senwid itu apa. İbu-ibu lain mulai menjatuhkan pilihan tupperware yang mereka inginkan. Sumini panas, dia juga harus beli, jangan kalah dengan yang lain. "Aku pesan senwid kipernya mba Lis. Sepuluh kali bayar ya," kata Sumini. Mba Lis mencatat pesanan Sumini, dan mengambilkan barangnya di mobil.  "Kalau sepuluh kali bayar, ga...