Langsung ke konten utama

KETIKA ANAK IKUT BEKERJA

Ada masanya, seorang ibu bekerja mengalami dilema yang luar biasa. Ketika anak gak sekolah, lalu gak bisa ditinggal, gak bisa nitip kemana-mana, lalu mamak harus bagaimana?

Pagi ini dimulai dengan drama. Ketika mamak meraba kening si kakak, terasa panas. Meraba leher, makin panas. Si kakak demam, pikir mamak. Ditambah si kakak merintih, pusing. Fix lah kakak demam.

"Pak, kakak demam," mamak bilang ke bapak yang masih ngorok.

"Paling kena kipas tu, gak demam bund," kata si bapak. Kesimpulan mamak, bapak ngelindur.

Jadi, mamak suapkan kakak makan, cuma mau makan 2 suap. Abis tu, mau mamak lap badannya. Terus mamak nyiap-nyiapin perlengkapan anak bayi di luar, sambil ngerebus air mandi anak bayi, si kakak sibuk nyari remote. Si bapak masuk kamar, terus teriak, "mamaknya kena tipu anaknya."

Mamak bengong buru-buru ke kamar, ngecek jidat kakak, gak demam, pegang leher kakak, gak demam juga. Mamak kenak tipu mentah-mentah.

"Terus tadi kenapa merintih pusing? Lemas? Kaya beneran sakit." Kakak cengar cengir aja diomelin. Tapi, kakak sudah terlambat, dia ngambek gak mau sekolah. Coba aja kalau gak pura-pura sakit, kan gak gini, Nak. Kalau si bapak, yang memang hobi nyalahin mamak, ngomong, "lagian salah mamaknyalah. Kenapa mancing-mancing bilang kakak demam. Dah tau dia suka akting, suka lebay, suka gak sekolah." Oke, semua salah mamak. Bukan salah teman-teman mamak.

Terpaksalah si kakak mamak bawa mengarungi jalanan yang terjal, menembus 24 km menuju kantor mamak. Kek nya si kakak emang udah niat pengen ikut mamak ngantor. Dia bahagia dan penuh planning jajan di kantor mamak. Akal si kakak memang panjang, apalagi kalo ada maunya. Dia dah dari sebulan kemaren memang merengek minta ikut mamak kerja. Pengen senang-senang keknya. Nonton kartun sambil makan jajan.

Jadi dengan kekuatan superwomen, mamak kerja dikintilin si kakak. Bolak balik ngajak jajan, santai-santai nonton yutub, terakhir sok-sok nulis dialog pilem masha and the bear di atas kertas. Serah kakak lah kak. Penting mamak bisa kerja.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PASIEN EXIT

Bekerja di rumah sakit itu bagiku adalah anugrah. Disini aku belajar banyak bersyukur. Setiap melihat pasien sakit, korban kecelakaan dan kematian, aku berterimakasih pada Tuhan karena masih diberi kesempatan untuk bernafas. Seringkali pasien sakit parah itu merintih-rintih. Entah berapa kali pula aku melihat peristiwa sakaratul maut. Terkadang aku berfikir, bagaimanakah peristiwa sakaratul mautku kelak? Apakah akan berteriak pilu seperti pasien kecelakaan yang aku lihat 2 bulan lalu, atau seperti pasien asma kemarin, yang melewati saat-saat terakhirnya dengan zikir. Mudah-mudahan aku pergi dalam keadaan baik.  Setahun belakangan ini, aku tidak lagi ditempatkan di ruang rawat. Tapi pindah ke bagian administrasi. Mungkin karena latar belakang ilmu komputer yang aku miliki, jadi walaupun pendidikanku perawat, tapi aku dianggap mampu untuk menghandle bagian administrasi. Sebenarnya aku kurang suka pekerjaanku yang baru ini. Mungkin karena belum terbiasa. Ditambah lagi, aku mengur...

TUPPERWARE

Sumini ikut mengerumuni mba Lis, pedagang tupperware di TK Sekar, anaknya. Sejak ada mba Lis, wali murid di TK Sekar seakan berlomba, mengoleksi tupperware. Jangan sampai, koleksi tupperwareku kalah sama yang lain, batin Sumini.  "Ayo mba Sumini, ini bagus loh. Senwid kiper, ada botol minumnya sekalian, gambar kuda poni warna ping," mba Lis mulai promosi. Kebetulan cicilan tupperware Sumini memang sudah lunas. Jadi, apa salahnya ambil baru? "Apa mba Lis? Senwid kiper? Apa sih itu?" Tanya Sumini.  "Tempat bekal khusus buat senwid mba Sum," Sumini mengucapkan o panjang, padahal dalam hati dia bingung, senwid itu apa. İbu-ibu lain mulai menjatuhkan pilihan tupperware yang mereka inginkan. Sumini panas, dia juga harus beli, jangan kalah dengan yang lain. "Aku pesan senwid kipernya mba Lis. Sepuluh kali bayar ya," kata Sumini. Mba Lis mencatat pesanan Sumini, dan mengambilkan barangnya di mobil.  "Kalau sepuluh kali bayar, ga...

SEMUA WANITA PENGEN CANTIK

Itu udah kodrat banget kayaknya... Semua wanita ngerasa ada aja yang kurang sama fisiknya. Yang gendut pengen langsing, yang kurus pengen agak berisi, yang hidungnya pesek pengen mancung. Bahkan seseorang yang udah semurna di mata orang lain aja masih juga ngerasa ada yang kurang. Siapa juga yang gak pengen secantik barbie... waktu kecil aku punya banyak boneka barbie. Sebagai anak perempuan yang lugu dan suka berkhayal, kalo udah dewasa aku pengen secantik barbie. Tinggi, langsing dengan rambut panjang dan ikal. Setelah dewasa aku tumbuh menjadi wanita yang pendek, gendut dengan rambut ikal nyaris keriting yang susah banget panjangnya.... Kenapa ya cewek2 cendrung kepengan lebih cantik, kalo cowok kayanya jarang ngerasa ada kekurangan di fisiknya. Kemaren, waktu ke Dumai dan jumpa dengan teman cowok yang baru nikah. aku nanya ma dia, ini dialog yang terjadi : "Gimana rasanya nikah bang?" terus si abang menjawab, "Enak, makanya jangan kelamaan pacaran..." ...