Langsung ke konten utama

MIE TIME

Ketika si kakak sakit, dan anak bayi rewel. Disitulah kesabaran mamak diuji. Gak tau harus berbuat apa, gak tau harus bagaimana. Si kakak tergelatak kena campak, anak bayi merengek gak berhenti. Si bapak? Katanya beli rokok, belinya ke arab mungkin, makanya lama. Meninggalkan mamak stress sendirian.

Bangun pagi biasanya mamak penuh planning. Terencana step by step apa aja yang akan mamak lakukan. Bangun tidur, mamak nyapu, ngepel, cuci piring. Ngecek demam si kakak dan mandiin anak bayi. Lanjut nyuci. Sampai disini hidup mamak masih stabil. Dan ketika makin siang anak bayi makin galau, planning mamak pun kacau balau. 

Mamak belum sempat masak apapun. Bahkan untuk sarapan pun belum. Kasian si kakak, lagi sakit, mamak yang gak kreatip ini gak bisa menyajikan makanan yang menggugah selera. Gimana si kakak mau semangat makannya, mamak hanya mampu menawarkan, "kak, mau mata sapi apa dadar?" Baru dengar tawaran itu aja, mamak rasa si kakak langsung kenyang. Ogah-ogahan kakak memilih mata sapi. Mamak dengan cekatan memasak 3 telur mata sapi, sekalian buat bapak dan mamak, supaya gugur kewajiban mamak masak sarapan dengan 3 telur itu (ketawa setan).

Tapi ya itulah, kakak lagi sakit, makan telur sebijik ma kecap tentu dia gak napsu. Makan dikit langsung kenyang. Si bapak masih gak mau makan. Ilpil keknya nengok telur gitu aja, tanpa aksesoris lain. Makin siang, mamak makin tersandera anak bayi. Anak bayi gak bisa ditinggal, langsung merengek. Sebenarnya kalau si bapak cooperative bisa aja, tapi si bapak lagi gak mood untuk kerjasama keknya, dia hidup dalam dunianya sendiri. Padahal mamak yakin, kalau dimomong bapaknya, anak bayi pasti anteng.

Si bapak mulai menunjukkan tanda-tanda lapar. Mulailah dia bongkar-bongkar lemari, dapat indomi. Si bapak masak indomi. Si kakak yang sensitive sama bau mi, langsung minta mi juga. Mi goreng. Mamak yang lemah iman, padahal dah makan risol 4 bijik, ikut-ikutan masak mi goreng. Jadilah, makan siang dan pagi keluarga mamak ada mi instan. Dengan mi instan, gugur kewajiban mamak untuk masak makan siang.

Betapa mi instan ini adalah penolong di saat-saat genting kek sekarang, di saat anak rewel, gak bisa ditinggal, gak sempat masak, gak selera makan, mi instan solusinya. Mamak gak bisa move in dari migoreng rasa original dan mi kuah kari ayam. Itu dua variant yang wajib ada di lemari.

Dibalik gonjang ganjing isyu kalo mi terbuat dari lilin, banyak kandungan micin, bikin kanker, bikin bodoh, entah kenapa rasanya yang enak, mematahkan semua isyu itu. Pas nengok bungkusnya ingat bahayanya, pas udah nyicip rasanya, lupa segalanya. Tapi mamak gak pernah membiasakan si kakak makan mi instan. Biasanya sekali seminggu. Tapi kalau si bapak masak mie, si kakak minta juga. Makanya, lebih baik masak mie kalau kakak tidur atau sekolah. Kesian si kakak, kalau sering makan mie, nanti si kakak terbentuk jadi generasi micin.

Akhirul kata, jangan pernah takut dengan mie time, sesekali perlulah makan mie, meningkatkan mood. Semua makanan  itu baik asal dibeli dengan uang halal, memakannya dimulai dengan bismillah, insya Allah makan apapun akan menjadikan tubuh sehat. 

Komentar

  1. Wkwkwk dilemmanya emak2 klo ketemu mie ya makkkk. Kerasa ditolongnya klo kita lagi rempong. Saya juga penggemar mie maaaakkk n klo me time sukanya makan mie rebus hihihi. Tp ttp dibtasi seminggu sekali. Oh ya anaknya udah sembuh belum makkkk?

    BalasHapus
  2. Iya mak, kalo saya mamma mie paling enak di luar, gak dirumah, jadi tetap bisa pencitraan depan anak, "mie gak sehat nak, liat mamak jarang mamam mie, makanya mamak sehat" padahal diluar leluasa, hahahahaa. Belum mak, sakit campak pemulihannyakan lama

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

NGERUMPI PULANG NGAJI

Ngobrol sama si kakak akhir-akhir ini seperti ngomong sama anak smp. Entahlah. mamak juga heran, kenapa anak sekarang cepat dewasanya. Padahal, sekolah masih teka, baca belum bisa, makan aja masih disuapin, eek masih dicebokin, tapi kalo pola pikir, kalah anak sd. Cita-cita aja gak ngerti artinya, malah bahas pacaran. Ampun sama si kakak. Kakak tiap maghrib sampai isya di mesjid, ngaji sama sholat berjamaah. Pulang ngaji, dia suka cerita sama mamak. Ceritanya macam-macam. Mulai dari yang penting, kaya.... Kakak : "bund, cita-cita itu apa?" Mamak : "apa yang ingin kakak lakukan ketika sudah besar." Kakak : "oh gitu." Mamak dah yakin, pasti si kakak bahas masalah jadi kasir. Cita-cita abadi kakak dari masih kecil adalah jadi kasir di serba 6000, dengan tujuan supaya bisa bebas ambil mainan. Kakak : "jadi, kalau kita ingin jadi kasir itu cita-cita." Mamak : "iya kak." Kakak : "oohhh, kakak pikir ci...

MAMAK MAUNYA APA

Ini pertanyaan yang sedang mamak ajukan ke diri mamak sendiri, berkaitan dengan si kakak (halah). Rasanya, ilmu psikologi yang mamak pelajari selama 4.5 tahun sia-sia, karena anak sendiri pun gak bisa mamak kendalikan kelakuannya.  Jadi di rumah mamak, ada tetangga baru, rumah yang dulunya kosong, kini terisi kembali. Hati mamak gembira sekali, mana tetangga mamak ini bakul kue pulak. Ah, cocok kali rasa mamak kan. Tapiiiiiii.... si kakak, yang sangat antusias tetanggaan sama teman satu sekolah, euforianya keterlaluan. Buka mata pengen langsung main ke tetangga, dan jadi sering ngebentak-bentak kalo dibilang jangan pergi main. Yah, kan gimana ya, namanya juga orang, pengen tidur, istirahat, makan dan punya banyak waktu bersama keluarganya. Dan kalau si kakak main disitu berjam-jam, yang punya rumah pasti eneg, mau nyuruh pulang gak enak, mau dibiarin makin gak enak. Mamak udah ngasi ceramah sama si kakak, semua stok ceramah agama mamak udah mamak keluarkan. Tapi gak me...

TUPPERWARE

Sumini ikut mengerumuni mba Lis, pedagang tupperware di TK Sekar, anaknya. Sejak ada mba Lis, wali murid di TK Sekar seakan berlomba, mengoleksi tupperware. Jangan sampai, koleksi tupperwareku kalah sama yang lain, batin Sumini.  "Ayo mba Sumini, ini bagus loh. Senwid kiper, ada botol minumnya sekalian, gambar kuda poni warna ping," mba Lis mulai promosi. Kebetulan cicilan tupperware Sumini memang sudah lunas. Jadi, apa salahnya ambil baru? "Apa mba Lis? Senwid kiper? Apa sih itu?" Tanya Sumini.  "Tempat bekal khusus buat senwid mba Sum," Sumini mengucapkan o panjang, padahal dalam hati dia bingung, senwid itu apa. İbu-ibu lain mulai menjatuhkan pilihan tupperware yang mereka inginkan. Sumini panas, dia juga harus beli, jangan kalah dengan yang lain. "Aku pesan senwid kipernya mba Lis. Sepuluh kali bayar ya," kata Sumini. Mba Lis mencatat pesanan Sumini, dan mengambilkan barangnya di mobil.  "Kalau sepuluh kali bayar, ga...