Langsung ke konten utama

ANAK BAYI

Kata orang, awali pagi dengan senyuman, tentu aja sambil tetap sarapan, karena kalo tanpa sarapan, kita gak akan kuat menghadapi kenyataan, yang kadang tak seindah yang dibayangkan. 

Aktivitas pagi setiap mamak di atas dunia ini mungkin sama ya, bangun pagi terus kaget ngeliat jam (pura-pura kaget tepatnya, karena udah nyadar dari awal bangunnya telat). Secepat kilat langsung ke dapur, mikirin masak apa, nyiap-nyiapin bahan masakan, feelingnya hari ini bakal jadi hari yang sempurna. Si kakak hari ini masih libur, jadi cuma mikirin anak bayi mamak pagi ini. 

Everything's perfect, sampai mamak mandiin anak bayi, mamak mandi, semua masih aman terkendali. Anak bayi duduk nyantai di gerobak. Tapi ya itulah ya, perfect itu hanya mitos, namanya anak-anak hobi bereksplorasi, tetiba mamak mendengar suara 'krek, krek'. Mamak langsung lihat apa yang terjadi, mood mamak langsung down pas melihat begini, 

Lauk yang mamak masak dengan sepenuh hati dan cinta, berserak-serak dilantai. Sedih hati mamak nengoknya. Makan siang sekeluarga hancur dan berkeping. Entah dapat wangsit darimana anak bayi berbuat begitu.

Ya sudahlah daripada menyesali apa yang terjadi, lebih baik mamak bersyukur. Iya, bersyukur. Punya anak aktif, rasa ingin tahu besar. Berapa banyak orang tua di luar sana yang membawa anaknya terapi kesana kemari, karena anaknya gak bisa jalan. Mengeluarkan uang berjuta-juta demi bisa mendengar suara 'ah' dari bibir bayinya. Alhamdulillah, mamak bersyukur, mamak beruntung. Anak bayi sehat. Di luar sana, banyak juga orang tua yang menghabiskan waktu, tenaga dan materi untuk mendapatkan anak, merasakan sedih selama bertahun-tahun karena gak kunjung hamil. Bersyukurnya mamak, maka nikmat Allah yang mana yang mamak dustakan.

Ya sudahlah, ngepel pagi-pagi itu gak seberapa dibanding nikmat yang Allah kasih ke mamak. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TUPPERWARE

Sumini ikut mengerumuni mba Lis, pedagang tupperware di TK Sekar, anaknya. Sejak ada mba Lis, wali murid di TK Sekar seakan berlomba, mengoleksi tupperware. Jangan sampai, koleksi tupperwareku kalah sama yang lain, batin Sumini.  "Ayo mba Sumini, ini bagus loh. Senwid kiper, ada botol minumnya sekalian, gambar kuda poni warna ping," mba Lis mulai promosi. Kebetulan cicilan tupperware Sumini memang sudah lunas. Jadi, apa salahnya ambil baru? "Apa mba Lis? Senwid kiper? Apa sih itu?" Tanya Sumini.  "Tempat bekal khusus buat senwid mba Sum," Sumini mengucapkan o panjang, padahal dalam hati dia bingung, senwid itu apa. İbu-ibu lain mulai menjatuhkan pilihan tupperware yang mereka inginkan. Sumini panas, dia juga harus beli, jangan kalah dengan yang lain. "Aku pesan senwid kipernya mba Lis. Sepuluh kali bayar ya," kata Sumini. Mba Lis mencatat pesanan Sumini, dan mengambilkan barangnya di mobil.  "Kalau sepuluh kali bayar, ga...

SEMUA WANITA PENGEN CANTIK

Itu udah kodrat banget kayaknya... Semua wanita ngerasa ada aja yang kurang sama fisiknya. Yang gendut pengen langsing, yang kurus pengen agak berisi, yang hidungnya pesek pengen mancung. Bahkan seseorang yang udah semurna di mata orang lain aja masih juga ngerasa ada yang kurang. Siapa juga yang gak pengen secantik barbie... waktu kecil aku punya banyak boneka barbie. Sebagai anak perempuan yang lugu dan suka berkhayal, kalo udah dewasa aku pengen secantik barbie. Tinggi, langsing dengan rambut panjang dan ikal. Setelah dewasa aku tumbuh menjadi wanita yang pendek, gendut dengan rambut ikal nyaris keriting yang susah banget panjangnya.... Kenapa ya cewek2 cendrung kepengan lebih cantik, kalo cowok kayanya jarang ngerasa ada kekurangan di fisiknya. Kemaren, waktu ke Dumai dan jumpa dengan teman cowok yang baru nikah. aku nanya ma dia, ini dialog yang terjadi : "Gimana rasanya nikah bang?" terus si abang menjawab, "Enak, makanya jangan kelamaan pacaran..." ...

NALURI KEIBUAN

Apa siyh naluri keibuan? Naluri keibuan itu naluri ibu-ibu. Naluri being a lovely mom. Karena itulah wanita memiliki berkah rahim, udah fitrahnya memiliki sifat penyayang. Jadi, mamak ini, punya naluri keibuan sedikit. Tapi itu duluuu. Kalau kata dosen mamak waktu kuliah, beliau bilang, "kamu ini kaya mesin diesel ya, panasnya lama." Beliau bilang gitu karena eh karena, nilai mamak stabilnya itu pas semester 7 dan 8. Udah gak bisa ngejar ipk bagus. Emang melonjak jauh nilai mamak. Sama kaya sekarang, pas udah lahir anak bayi, barulah naluri keibuan mamak muncul sepenuhnya. Waktu kuliah, mamak ingat banget, waktu mamak mengadakan observasi ke TPA, mamak berempat satu kelompok, anak TPA itu kayanya gak respon sama mamak malah mamak dilempar pake mainan. Aura gak suka sama anak-anak emang kelihatan ya. Jangankan naluri keibuan, lihat anak-anak tantrum aja mamak bisa mendelik ke mamaknya, juga anaknya, sambil ngomong dalam hati, mending gak usah keluar daripada anak tantrum ...