Langsung ke konten utama

MP ASİ İNSTAN VS MP ASİ HOME MADE


VS


Memasuki usia bayi 6 bulan, biasanya mamah muda kek mamak (muda? Muda-mudahan sehat ya makkkk) mulai galau, mp asi homemade apa instan ini si dedek bau acem. Pengalaman mamak dengan 2 anak yang lahir di beda jaman, si kakak dulu lebih sering makan mp asi instant. Secara mamaknya belum banyak ilmu tentang mp asi, belum gabung d grup ibu-ibu cerdas yang membahas tentang mp asi, jadi ya si kakak mp asi instan aja.

Sejak hamil anak bayi, mamak udah komit mau kasih asi 2 tahun sama makanan home made. Soalnya si kakak dapat asi cuma 10 bulan dulu. Mamak dulu belum paham, ternyata asi itu bukan sekedar memberikan air susu saja, tapi menciptakan bonding sama baby bala-bala. Tiap kali proses menyusui terjadi, jauhkan semua gadget, fokus pada anak, eye to eye, skin to skin (ah, teori mak, nyatanya pas ngasi mamak bbm an sambil cekikikan).

Back to mp asi intant vs homemade, dari anak bayi umur 3 bulan, mamak rajin jalan-jalan di grup mp asi homemade, baca-baca pengalaman mamak lain dalam proses membuat mp asi, capture-capture resep, mencatat menu tunggal 2 minggu pertama mp asi. Banyak yang mamak siapkan. Pas hari H usia anak bayi 180 hari, mamak memberikan menu tunggal pertamanya. Sampai sekarang alhamdulillah mamak masih konsisten memasak mp asi untuk anak bayi.

Apakah anak bayi selalu mp asi home made? Gak juga ya. Selama 2 minggu pertama iya, masih menu tunggal kan, gak ribet banget. Setelah masuk bulan ke 7 anak bayi mp asi, mamak mulai mengenalkan mp asi instan, mamak memilih milna bubur bayi yang lulus test alergi (bacaan pada kemasannya).

Anak bayi suka bubur atau biskuit milna rasa buah. Jadi mamak selalu pilih yang rasa buah. Dan biasanya, itu menu malam nya aja. Pagi dan siang, mamak selalu usahakan anak bayi makan mp asi home made. Kecuali sabtu minggu, mamak gak kerja, sarapannya kadang yang instan, siang malam nya home made. Karena malah pas gak kerja itu yang mamak jadi lalai, gak sempat masak mp asi, sibuk ngurusin kerjaan rumah mingguan. 

Ya gitulah, mamak gak mau kaku, fleksibel aja. Zaman serba instan, anak ya dikenalin juga sama makanan instan. Supaya anak bayi ikut kekinian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PASIEN EXIT

Bekerja di rumah sakit itu bagiku adalah anugrah. Disini aku belajar banyak bersyukur. Setiap melihat pasien sakit, korban kecelakaan dan kematian, aku berterimakasih pada Tuhan karena masih diberi kesempatan untuk bernafas. Seringkali pasien sakit parah itu merintih-rintih. Entah berapa kali pula aku melihat peristiwa sakaratul maut. Terkadang aku berfikir, bagaimanakah peristiwa sakaratul mautku kelak? Apakah akan berteriak pilu seperti pasien kecelakaan yang aku lihat 2 bulan lalu, atau seperti pasien asma kemarin, yang melewati saat-saat terakhirnya dengan zikir. Mudah-mudahan aku pergi dalam keadaan baik.  Setahun belakangan ini, aku tidak lagi ditempatkan di ruang rawat. Tapi pindah ke bagian administrasi. Mungkin karena latar belakang ilmu komputer yang aku miliki, jadi walaupun pendidikanku perawat, tapi aku dianggap mampu untuk menghandle bagian administrasi. Sebenarnya aku kurang suka pekerjaanku yang baru ini. Mungkin karena belum terbiasa. Ditambah lagi, aku mengur...

TUPPERWARE

Sumini ikut mengerumuni mba Lis, pedagang tupperware di TK Sekar, anaknya. Sejak ada mba Lis, wali murid di TK Sekar seakan berlomba, mengoleksi tupperware. Jangan sampai, koleksi tupperwareku kalah sama yang lain, batin Sumini.  "Ayo mba Sumini, ini bagus loh. Senwid kiper, ada botol minumnya sekalian, gambar kuda poni warna ping," mba Lis mulai promosi. Kebetulan cicilan tupperware Sumini memang sudah lunas. Jadi, apa salahnya ambil baru? "Apa mba Lis? Senwid kiper? Apa sih itu?" Tanya Sumini.  "Tempat bekal khusus buat senwid mba Sum," Sumini mengucapkan o panjang, padahal dalam hati dia bingung, senwid itu apa. İbu-ibu lain mulai menjatuhkan pilihan tupperware yang mereka inginkan. Sumini panas, dia juga harus beli, jangan kalah dengan yang lain. "Aku pesan senwid kipernya mba Lis. Sepuluh kali bayar ya," kata Sumini. Mba Lis mencatat pesanan Sumini, dan mengambilkan barangnya di mobil.  "Kalau sepuluh kali bayar, ga...

SEMUA WANITA PENGEN CANTIK

Itu udah kodrat banget kayaknya... Semua wanita ngerasa ada aja yang kurang sama fisiknya. Yang gendut pengen langsing, yang kurus pengen agak berisi, yang hidungnya pesek pengen mancung. Bahkan seseorang yang udah semurna di mata orang lain aja masih juga ngerasa ada yang kurang. Siapa juga yang gak pengen secantik barbie... waktu kecil aku punya banyak boneka barbie. Sebagai anak perempuan yang lugu dan suka berkhayal, kalo udah dewasa aku pengen secantik barbie. Tinggi, langsing dengan rambut panjang dan ikal. Setelah dewasa aku tumbuh menjadi wanita yang pendek, gendut dengan rambut ikal nyaris keriting yang susah banget panjangnya.... Kenapa ya cewek2 cendrung kepengan lebih cantik, kalo cowok kayanya jarang ngerasa ada kekurangan di fisiknya. Kemaren, waktu ke Dumai dan jumpa dengan teman cowok yang baru nikah. aku nanya ma dia, ini dialog yang terjadi : "Gimana rasanya nikah bang?" terus si abang menjawab, "Enak, makanya jangan kelamaan pacaran..." ...