Langsung ke konten utama

BELAJAR Dİ MANA-MANA

Mamak selalu kagum dengan orang yang suka belajar. Benar-benar suka. Mamak gak suka belajar, tapi mamak suka membaca, bertanya dan mengamati. Cuma tiga hal itu yang membuat mamak gak terlalu bodoh dalam menjalani kehidupan. 

Ada teman mamak seruangan dulu, pintarnya luar biasa. Sekolahnya tamat SMA, tapi bahasa inggris cas cis cus, pengetahuan umum dan agama luas, ngaji pintar, suka belajar. Dan semuanya itu dia pelajari otodidak. Tingginya tingkat pendidikan tidak selalu sejalan dengan tingginya minat belajar seseorang. Jadi perhari dia punya target yang ditulisnya di atas kertas, mau belajar apa dia hari ini, belajar tentang psikologi, umum, bahasa, begitulah. Dan dia selalu ngomong, "kalo ngobrol sama kakak, hari-hari aku jadi gak produktif." Mamak selalu merasa meaningless kalo dia ngomong begitu. 

Mamak memang gak sula belajar hal-hal teoritis. Entahlah ya, membosankan dan sulit masuk dalam pikiran mamak. Tapi kalau belajar dari orang sekitar, belajar dari pengalaman orang sekitar, itu mamak suka. Dan biasanya begitu lebih 'nempel' dalam ingatan. Beruntungnya mamak, tempat kerja mamak selalu sarat dengan ilmu. Dulu mamak pernah kerja di sekolah tinggi, sempat ngajar juga beberapa semester. Rasa-rasanya makin pintar mamak di sana. Naik kelas İQ mamak. Karena tiap kali ngajar, yang kita bagikan sedikit, yang kita terima lebih banyak. Anak-anaknya cerdas 

Sekarang mamak kerja di fasilitas kesehatan. Sedikit banyak tentu mamak jadi ngerti tentang masalah kesehatan. Lihat-lihat penyakit pasien, walaupun gak megang pasien langsung, jadi ngerti. Kalau ada pengalaman orang lain, jadi tahu banyak hal. İkut kegiatan penyuluhan kesehatan, mamak jadi tahu banyak hal tentang kesehatan. 

Kita memang harus belajar, dimanapun kita berada. Belajar itu long life process. Tiada henti sampai mati. Dimanapun berada. Setiap moment dalam kehidupan ini adalah pembelajaran. Belajar dan menjadikan hidup lebih baik. Dengan belajar tingkatkan kualitas diri. Dari meaningless jadi meaningfull, dari useless jadi usefull. Mamak berdaya akan menghasilkan generasi berjaya. Mamak cerdas akan menghasilkan anak yang lebih cerdas. 

Jadi mamak pintar, mari kita belajar. Never ending study. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PASIEN EXIT

Bekerja di rumah sakit itu bagiku adalah anugrah. Disini aku belajar banyak bersyukur. Setiap melihat pasien sakit, korban kecelakaan dan kematian, aku berterimakasih pada Tuhan karena masih diberi kesempatan untuk bernafas. Seringkali pasien sakit parah itu merintih-rintih. Entah berapa kali pula aku melihat peristiwa sakaratul maut. Terkadang aku berfikir, bagaimanakah peristiwa sakaratul mautku kelak? Apakah akan berteriak pilu seperti pasien kecelakaan yang aku lihat 2 bulan lalu, atau seperti pasien asma kemarin, yang melewati saat-saat terakhirnya dengan zikir. Mudah-mudahan aku pergi dalam keadaan baik.  Setahun belakangan ini, aku tidak lagi ditempatkan di ruang rawat. Tapi pindah ke bagian administrasi. Mungkin karena latar belakang ilmu komputer yang aku miliki, jadi walaupun pendidikanku perawat, tapi aku dianggap mampu untuk menghandle bagian administrasi. Sebenarnya aku kurang suka pekerjaanku yang baru ini. Mungkin karena belum terbiasa. Ditambah lagi, aku mengur...

TUPPERWARE

Sumini ikut mengerumuni mba Lis, pedagang tupperware di TK Sekar, anaknya. Sejak ada mba Lis, wali murid di TK Sekar seakan berlomba, mengoleksi tupperware. Jangan sampai, koleksi tupperwareku kalah sama yang lain, batin Sumini.  "Ayo mba Sumini, ini bagus loh. Senwid kiper, ada botol minumnya sekalian, gambar kuda poni warna ping," mba Lis mulai promosi. Kebetulan cicilan tupperware Sumini memang sudah lunas. Jadi, apa salahnya ambil baru? "Apa mba Lis? Senwid kiper? Apa sih itu?" Tanya Sumini.  "Tempat bekal khusus buat senwid mba Sum," Sumini mengucapkan o panjang, padahal dalam hati dia bingung, senwid itu apa. İbu-ibu lain mulai menjatuhkan pilihan tupperware yang mereka inginkan. Sumini panas, dia juga harus beli, jangan kalah dengan yang lain. "Aku pesan senwid kipernya mba Lis. Sepuluh kali bayar ya," kata Sumini. Mba Lis mencatat pesanan Sumini, dan mengambilkan barangnya di mobil.  "Kalau sepuluh kali bayar, ga...

SEMUA WANITA PENGEN CANTIK

Itu udah kodrat banget kayaknya... Semua wanita ngerasa ada aja yang kurang sama fisiknya. Yang gendut pengen langsing, yang kurus pengen agak berisi, yang hidungnya pesek pengen mancung. Bahkan seseorang yang udah semurna di mata orang lain aja masih juga ngerasa ada yang kurang. Siapa juga yang gak pengen secantik barbie... waktu kecil aku punya banyak boneka barbie. Sebagai anak perempuan yang lugu dan suka berkhayal, kalo udah dewasa aku pengen secantik barbie. Tinggi, langsing dengan rambut panjang dan ikal. Setelah dewasa aku tumbuh menjadi wanita yang pendek, gendut dengan rambut ikal nyaris keriting yang susah banget panjangnya.... Kenapa ya cewek2 cendrung kepengan lebih cantik, kalo cowok kayanya jarang ngerasa ada kekurangan di fisiknya. Kemaren, waktu ke Dumai dan jumpa dengan teman cowok yang baru nikah. aku nanya ma dia, ini dialog yang terjadi : "Gimana rasanya nikah bang?" terus si abang menjawab, "Enak, makanya jangan kelamaan pacaran..." ...