Langsung ke konten utama

JAHE VS LENGKUAS

Sebagai mamak berdaya juang tinggi, kelemahan mamak terletak dalam hal masak memasak. Yang lain mamak okeh, bersih-bersih okeh, mencuci okeh, menyetrika kurang okeh. Masak ini yang susah. Mamak taunya bawang merah, bawang putih, cabe, tomat. Itu aja. Trus d blender, tumis, jadilah sambal goreng. Kata si bapak, masukin kemiri biar enak sambel gorengnya, tapi gak pernah mamak laksanakan perintah si bapak. Karena menurut mamak aneh, sambal goreng pake kemiri. Segala ketumbar atau merica, mamak gak tau bedanya. Kecuali kalau udah ada dalam bungkus 'desaku' yang dipromosiin tiap sabtu sama om Rudi Choiuddin di mnc tv.

Pas kemaren mamak pengen menggulai ikan, jahe mamak tinggal secuil. Walaupun bukan dewa dalam hal memasak, tapi mamak taulah bumbu gulai itu pake kunyit sama jahe. Jadi pergilah mamak ke rumah si ibu, mau minta jahe. Daripada duit mamak yang tinggal 20ribu mamak jajankan jahe, lebih baik mamak minta sama si ibu.

Sampai rumah ibu,

Mamak : "kak, minta jahe," 

Si ibu : "di belakang, ambil aja."

Mamak ke belakang nyari jahe, si kakak sepupu, anak si ibu yang kelas 5 sd ngikutin dari belakang. 

Kakak sepupu : "Nyari apa bund?" 

Mamak bilang lah nyari jahe. Akhirnya mamak ketemu tempat jahe ibu, si kakak sepupu bilang, "bukan itu bund," terus dia buka kulkas. Mamak berpikir cepat, mungkin jahe ibu dalam kulkas, yang mamak pegang ini lengkuas. Mamak cari-carilah jahe, dapat seruas kecil. Mamak lihatin sama si kakak sepupu, 

"ini ya kak."  

"Iya," katanya. 

Oksss lah, mamak pun keluar. Trus ngomong sama si ibu, 

Mamak : "habis ya bu jahe nya, tinggal sedikit." 

Ibu ngomong dengan wajah datar, "banyak, itu kan jahe semua, sama kunyit." 

Mamak : "Kata si kakak, itu bukan jahe." 

Si ibu : "Bodoh, masa percaya sama kakak sepupu, dia aja gak pernah masak. İtu jahe semua, aku gak punya lengkuas. Lagian kau pun, masa gak tau jahe." si ibu ketawa sepuas-puasnya.

Mamak langsung merasa hina, ternyata yang mamak sangka lengkuas tadi jahe. Kepercayaan diri mamak saat membedakan jahe sama lengkuas jadi goyah karena anak kelas 5 sd. Mamak nangis di pojokan, meratapi diri. Tapi sebenarnya ya, mamak gak tau bentuk lengkuas tu gimana, feeling mamak aja gitu, kalo bentuknya sama kaya jahe. Mungkin mamak perlu nanya sama om gugel,

 "oke gugel, lengkuas."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NGERUMPI PULANG NGAJI

Ngobrol sama si kakak akhir-akhir ini seperti ngomong sama anak smp. Entahlah. mamak juga heran, kenapa anak sekarang cepat dewasanya. Padahal, sekolah masih teka, baca belum bisa, makan aja masih disuapin, eek masih dicebokin, tapi kalo pola pikir, kalah anak sd. Cita-cita aja gak ngerti artinya, malah bahas pacaran. Ampun sama si kakak. Kakak tiap maghrib sampai isya di mesjid, ngaji sama sholat berjamaah. Pulang ngaji, dia suka cerita sama mamak. Ceritanya macam-macam. Mulai dari yang penting, kaya.... Kakak : "bund, cita-cita itu apa?" Mamak : "apa yang ingin kakak lakukan ketika sudah besar." Kakak : "oh gitu." Mamak dah yakin, pasti si kakak bahas masalah jadi kasir. Cita-cita abadi kakak dari masih kecil adalah jadi kasir di serba 6000, dengan tujuan supaya bisa bebas ambil mainan. Kakak : "jadi, kalau kita ingin jadi kasir itu cita-cita." Mamak : "iya kak." Kakak : "oohhh, kakak pikir ci...

MAMAK MAUNYA APA

Ini pertanyaan yang sedang mamak ajukan ke diri mamak sendiri, berkaitan dengan si kakak (halah). Rasanya, ilmu psikologi yang mamak pelajari selama 4.5 tahun sia-sia, karena anak sendiri pun gak bisa mamak kendalikan kelakuannya.  Jadi di rumah mamak, ada tetangga baru, rumah yang dulunya kosong, kini terisi kembali. Hati mamak gembira sekali, mana tetangga mamak ini bakul kue pulak. Ah, cocok kali rasa mamak kan. Tapiiiiiii.... si kakak, yang sangat antusias tetanggaan sama teman satu sekolah, euforianya keterlaluan. Buka mata pengen langsung main ke tetangga, dan jadi sering ngebentak-bentak kalo dibilang jangan pergi main. Yah, kan gimana ya, namanya juga orang, pengen tidur, istirahat, makan dan punya banyak waktu bersama keluarganya. Dan kalau si kakak main disitu berjam-jam, yang punya rumah pasti eneg, mau nyuruh pulang gak enak, mau dibiarin makin gak enak. Mamak udah ngasi ceramah sama si kakak, semua stok ceramah agama mamak udah mamak keluarkan. Tapi gak me...

TUPPERWARE

Sumini ikut mengerumuni mba Lis, pedagang tupperware di TK Sekar, anaknya. Sejak ada mba Lis, wali murid di TK Sekar seakan berlomba, mengoleksi tupperware. Jangan sampai, koleksi tupperwareku kalah sama yang lain, batin Sumini.  "Ayo mba Sumini, ini bagus loh. Senwid kiper, ada botol minumnya sekalian, gambar kuda poni warna ping," mba Lis mulai promosi. Kebetulan cicilan tupperware Sumini memang sudah lunas. Jadi, apa salahnya ambil baru? "Apa mba Lis? Senwid kiper? Apa sih itu?" Tanya Sumini.  "Tempat bekal khusus buat senwid mba Sum," Sumini mengucapkan o panjang, padahal dalam hati dia bingung, senwid itu apa. İbu-ibu lain mulai menjatuhkan pilihan tupperware yang mereka inginkan. Sumini panas, dia juga harus beli, jangan kalah dengan yang lain. "Aku pesan senwid kipernya mba Lis. Sepuluh kali bayar ya," kata Sumini. Mba Lis mencatat pesanan Sumini, dan mengambilkan barangnya di mobil.  "Kalau sepuluh kali bayar, ga...