Langsung ke konten utama

ANAK GADİS BAPAK

Masa anak-anak adalah masa paling indah, betul? Si kakak sedang mengalami masa-masa indah itu sekarang, masa dimana hidup terasa tanpa beban, gak ada masalah, yang ada dalam pikiran cuma main, masa yang sangat ingin mamak ulangi lagi jika hidup bisa direwind.  

Seperti anak-anak pada umumnya, si kakak juga suka menyampaikan pertanyaan-pertanyaan jebakan betmen pada mamak dan si bapak. Dari pertanyaan paling standar, "anak bayi keluar dari mana bund?" Sampe pernyataan ingin menikah.

Sehabis mamak melahirkan anak bayi, si kakak kek trauma gitu dia. Sering terjadi dialog begini.

Kakak : "kakak gak mau menikah sampai kapanpun, nanti kakak hamil, gendut, sakit kek bunda."

Sebagai mamak yang bijak, tentu saja mamak menjawab begini, "menikah atau tidak menikah itu terserah kakak." Cocok gak ini menjawab pernyataan anak yang umurnya nyaris 6 tahun itu ya? Entahlah

Tapi sebagai anak yang ambigu, beberapa hari kemudian si kakak berubah pikiran, dia malah ngomong begini sama si bapak,

Kakak : "kakak mau nikah pa."

Si bapak langsung emosi dengar anak gadisnya ngomong kek gitu terus bilang, "nikah sama siapa, sama kodok!" Si kakak diam aja lagi.

Mamak pulang kerja, si bapak ngadu kalo kakak minta nikah. Sebagai mamak yang bijak, mamak bertanya sama si kakak,

Mamak : "kakak mau nikah sama siapa?"

Kakak : "sama anak bayi bund"

Mamak : "kita gak boleh nikah sama adek sendiri kak."

Kakak : "kalo gitu sama papa."

Mamak : "gak boleh juga nikah sama papa sendiri."

Kakak : "kalo gitu sama fitra."

Mamak : "napa kakak mau nikah sama fitra?"

Kakak : "fitra lucu bund."

Mamak : "oooooooo."

Kakak : "sama angga juga bund."

Mamak : "napa kakak mau nikah sama angga?"

Kakak : "angga tu garang bund. Kakak suka."

Mamak insight mendengarnya, itu kan bapak banget, garang tapi humoris. Hahahhaa, pas mamak ngomong sama bapak masalah kriteria si kakak, bapak bilang,

"Udahlah bund, sakit kepala bapak dengarnya."

Terus mamak ngomong sama kakak, kalo menikah itu nanti, kalau kakak udah selesai sekolah, udah kerja, udah cukup umurnya, terus menikah juga gak boleh sama banyak laki-laki, cukup satu aja. Si kakak biasanya manggut-manggut sok paham, tapi ujung-ujungnya ngomong, 

"Tapi kakak sukanya sama angga dan fitra bund, kakak mau nikah sama keduanya."

Mamak hanya bisa menghela nafas panjang, ya sudahlah kak. Terserah kakak aja. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PASIEN EXIT

Bekerja di rumah sakit itu bagiku adalah anugrah. Disini aku belajar banyak bersyukur. Setiap melihat pasien sakit, korban kecelakaan dan kematian, aku berterimakasih pada Tuhan karena masih diberi kesempatan untuk bernafas. Seringkali pasien sakit parah itu merintih-rintih. Entah berapa kali pula aku melihat peristiwa sakaratul maut. Terkadang aku berfikir, bagaimanakah peristiwa sakaratul mautku kelak? Apakah akan berteriak pilu seperti pasien kecelakaan yang aku lihat 2 bulan lalu, atau seperti pasien asma kemarin, yang melewati saat-saat terakhirnya dengan zikir. Mudah-mudahan aku pergi dalam keadaan baik.  Setahun belakangan ini, aku tidak lagi ditempatkan di ruang rawat. Tapi pindah ke bagian administrasi. Mungkin karena latar belakang ilmu komputer yang aku miliki, jadi walaupun pendidikanku perawat, tapi aku dianggap mampu untuk menghandle bagian administrasi. Sebenarnya aku kurang suka pekerjaanku yang baru ini. Mungkin karena belum terbiasa. Ditambah lagi, aku mengur...

TUPPERWARE

Sumini ikut mengerumuni mba Lis, pedagang tupperware di TK Sekar, anaknya. Sejak ada mba Lis, wali murid di TK Sekar seakan berlomba, mengoleksi tupperware. Jangan sampai, koleksi tupperwareku kalah sama yang lain, batin Sumini.  "Ayo mba Sumini, ini bagus loh. Senwid kiper, ada botol minumnya sekalian, gambar kuda poni warna ping," mba Lis mulai promosi. Kebetulan cicilan tupperware Sumini memang sudah lunas. Jadi, apa salahnya ambil baru? "Apa mba Lis? Senwid kiper? Apa sih itu?" Tanya Sumini.  "Tempat bekal khusus buat senwid mba Sum," Sumini mengucapkan o panjang, padahal dalam hati dia bingung, senwid itu apa. İbu-ibu lain mulai menjatuhkan pilihan tupperware yang mereka inginkan. Sumini panas, dia juga harus beli, jangan kalah dengan yang lain. "Aku pesan senwid kipernya mba Lis. Sepuluh kali bayar ya," kata Sumini. Mba Lis mencatat pesanan Sumini, dan mengambilkan barangnya di mobil.  "Kalau sepuluh kali bayar, ga...

SEMUA WANITA PENGEN CANTIK

Itu udah kodrat banget kayaknya... Semua wanita ngerasa ada aja yang kurang sama fisiknya. Yang gendut pengen langsing, yang kurus pengen agak berisi, yang hidungnya pesek pengen mancung. Bahkan seseorang yang udah semurna di mata orang lain aja masih juga ngerasa ada yang kurang. Siapa juga yang gak pengen secantik barbie... waktu kecil aku punya banyak boneka barbie. Sebagai anak perempuan yang lugu dan suka berkhayal, kalo udah dewasa aku pengen secantik barbie. Tinggi, langsing dengan rambut panjang dan ikal. Setelah dewasa aku tumbuh menjadi wanita yang pendek, gendut dengan rambut ikal nyaris keriting yang susah banget panjangnya.... Kenapa ya cewek2 cendrung kepengan lebih cantik, kalo cowok kayanya jarang ngerasa ada kekurangan di fisiknya. Kemaren, waktu ke Dumai dan jumpa dengan teman cowok yang baru nikah. aku nanya ma dia, ini dialog yang terjadi : "Gimana rasanya nikah bang?" terus si abang menjawab, "Enak, makanya jangan kelamaan pacaran..." ...