Langsung ke konten utama

PASUKAN SI BAPAK

Semua orang punya hobi. Mamak hobi membaca (dulu waktu perawan, sekarang hobi ngomel). Si kakak hobi main. Anak bayi hobinya mimik. Hobi diperlukan setiap orang untuk melepaskan stres, mengaktualisasikan diri dan membentuk jati diri (mamak mulai ngelantur).

Si bapak, sebagai kepala keluarga di rumah mamak, punya hobi yang spesial. Pelihara burung. Pasukan burung bapak, jangan ditanya jumlahnya. Rumah kontrakan mamak yang mungil, area depannya udah punya pasukan si bapak semuanya. 


Kecintaan bapak pada pasukan burungnya luar biasa dalam, melebihi kecintaan bapak pada mamak. Bangun tidur, dia ngeliat pasukannya dulu. Mau tidur, dia mengamankan pasukannya. Hari hujan dia terbirit-birit memasukkan semua pasukannya ke dalam rumah. Pokoknya pelayanan paripurna.

Selain perawatan ala bintang 5, makanan dan vitamin juga lengkap untuk pasukan si bapak. Kadang beli online makanan burung yang mengandung weight gain. Dengan ongkir mahal, harga makanan burungnya lebih murah dari ongkirnya. 


Si bapak rajin ngerawat pasukannya. Lengkap alat-alatnya. Dari makanan, minumannya, sampe senter buat nyenter telur yang baru keluar aja ada. Bapak memang hebat, perfect. 

Tapi sukurnya, bapak pembersih. Walaupun pasukannya banyak, tapi gak berbau, gak kotor. Si bapak rajin mandiin pasukan burungnya. Mandi dua kali sehari. Lebih bersih daripada si kakak dan anak bayi keknya. 

Tapi yang membuat mamak paling nelangsa, pas nengok ke kardus stok wadah makanan burung dan perlengkapan burung bapak, tergeletak tupperware mamak. Tupperware yang mamak sayang-sayang, yang mamak jaga dengan sepenuh jiwa. Bapak tega. Tupperware mamak jadi kusam warnanya. Mau diambil lagi, mamak udah gak selera. Hikz.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TUPPERWARE

Sumini ikut mengerumuni mba Lis, pedagang tupperware di TK Sekar, anaknya. Sejak ada mba Lis, wali murid di TK Sekar seakan berlomba, mengoleksi tupperware. Jangan sampai, koleksi tupperwareku kalah sama yang lain, batin Sumini.  "Ayo mba Sumini, ini bagus loh. Senwid kiper, ada botol minumnya sekalian, gambar kuda poni warna ping," mba Lis mulai promosi. Kebetulan cicilan tupperware Sumini memang sudah lunas. Jadi, apa salahnya ambil baru? "Apa mba Lis? Senwid kiper? Apa sih itu?" Tanya Sumini.  "Tempat bekal khusus buat senwid mba Sum," Sumini mengucapkan o panjang, padahal dalam hati dia bingung, senwid itu apa. İbu-ibu lain mulai menjatuhkan pilihan tupperware yang mereka inginkan. Sumini panas, dia juga harus beli, jangan kalah dengan yang lain. "Aku pesan senwid kipernya mba Lis. Sepuluh kali bayar ya," kata Sumini. Mba Lis mencatat pesanan Sumini, dan mengambilkan barangnya di mobil.  "Kalau sepuluh kali bayar, ga...

SEMUA WANITA PENGEN CANTIK

Itu udah kodrat banget kayaknya... Semua wanita ngerasa ada aja yang kurang sama fisiknya. Yang gendut pengen langsing, yang kurus pengen agak berisi, yang hidungnya pesek pengen mancung. Bahkan seseorang yang udah semurna di mata orang lain aja masih juga ngerasa ada yang kurang. Siapa juga yang gak pengen secantik barbie... waktu kecil aku punya banyak boneka barbie. Sebagai anak perempuan yang lugu dan suka berkhayal, kalo udah dewasa aku pengen secantik barbie. Tinggi, langsing dengan rambut panjang dan ikal. Setelah dewasa aku tumbuh menjadi wanita yang pendek, gendut dengan rambut ikal nyaris keriting yang susah banget panjangnya.... Kenapa ya cewek2 cendrung kepengan lebih cantik, kalo cowok kayanya jarang ngerasa ada kekurangan di fisiknya. Kemaren, waktu ke Dumai dan jumpa dengan teman cowok yang baru nikah. aku nanya ma dia, ini dialog yang terjadi : "Gimana rasanya nikah bang?" terus si abang menjawab, "Enak, makanya jangan kelamaan pacaran..." ...

NALURI KEIBUAN

Apa siyh naluri keibuan? Naluri keibuan itu naluri ibu-ibu. Naluri being a lovely mom. Karena itulah wanita memiliki berkah rahim, udah fitrahnya memiliki sifat penyayang. Jadi, mamak ini, punya naluri keibuan sedikit. Tapi itu duluuu. Kalau kata dosen mamak waktu kuliah, beliau bilang, "kamu ini kaya mesin diesel ya, panasnya lama." Beliau bilang gitu karena eh karena, nilai mamak stabilnya itu pas semester 7 dan 8. Udah gak bisa ngejar ipk bagus. Emang melonjak jauh nilai mamak. Sama kaya sekarang, pas udah lahir anak bayi, barulah naluri keibuan mamak muncul sepenuhnya. Waktu kuliah, mamak ingat banget, waktu mamak mengadakan observasi ke TPA, mamak berempat satu kelompok, anak TPA itu kayanya gak respon sama mamak malah mamak dilempar pake mainan. Aura gak suka sama anak-anak emang kelihatan ya. Jangankan naluri keibuan, lihat anak-anak tantrum aja mamak bisa mendelik ke mamaknya, juga anaknya, sambil ngomong dalam hati, mending gak usah keluar daripada anak tantrum ...