Langsung ke konten utama

JODOH


Kata orang, jodoh itu sekufu. Kira-kira kamsudnya, jodoh itu sama. Setype, sealiran. Yang pasti, cari jodoh jangan random. Jangan asal. Jangan gegabah. Carilah yang jelas, benar dan tepat dalam segala hal. Cari yang sifatnya cocok, baru boleh nawar. Nawarin nikah maksudnya. Cari jodoh itu jangan asal-asalan, nanti nyesal, kek mamak (sungkem sama si bapak, becandaaaa pak)

Jodoh itu rahasia Illahi, tapi jodoh adalah salah satu takdir yang harus kita perjuangkan cinnnn. Walaupun maut, rezeki, jodoh di tangan Allah, namun Allah memberikan kita hak untuk memilih. Jangan sampai ketika Allah memberi kesempatan kita bertemu seseorang yang baik, kita menolak. Jodoh gak datang dua kali Nak, camkan itu.

Bagi yang masih ikhtiar cari jodoh. Simaklah tulisan gak penting mamak inih. Sebagai pembelajaran. Siapa tau abis baca ini langsung ada yang ngajakin akad, akad nikah ya, bukan akad kredit.

Kenapa perlu mencari jodoh yang baik? Karena kita akan menghabiskan sisa umur bersama seseorang itu. Punya anak. Naik haji. Bangun rumah. Beli mobil. Semua kita diskusikan sama dia. Cobak gimana kalo jodohnya dingin, kaku, kek si bapak (sungkem lagi sama si bapak, kalau yang ini serius pak.) bisa membeku hati kita. Ngomongin sekolah anak diam aja, ngomongin kontrakan rumah, diam aja, ngomongin masalah kerjaan, diam aja. Lalu harus ngomongin apa biar dia berbicara. Dan itu seumur hidup loh. Sanggupkah?

Penting juga mencari jodoh yang sifatnya baik. Kenafa? Karena sifat ini menular. Baik disini general ya, melingkupi kebaikan dalam segala hal. Percayalah pada mamak, teman hidup itu akan membawa pengaruh ke dalam diri kita. Contohnya kaya mamak, kenapa contohnya mamak terus? Karena kalau ngomongin orang lain mamak takut ghibah. Jadi mamak ini dulunya anak gahol. Geng-gengan, ke emol tiap hari, ganti henpon tiap bosan, turun naik mobil (aka. Angkot ato nebeng), gahol bangetlah. Tiap ulang tahun lebay, makan-makan, kado, walopun gak sampai dirayain, tapi kado wajib, dari temen satu geng. Tiap jam 12 malam hape berdering gak berenti. Ngucapin selamat ulang tahun. Pas sama si bapak, jangankan kado, ingat juga ngga si bapak. Tahun-tahun awal mamak sedih luar biasa, bapak gak ingat ulang tahun mamak, gak ngasi kado, gak ngucapin, semua gak ada. Sekarang udah cuwek banget. Mamak juga lupa ulang tahun mamak kapan. Jadi, jodoh itu menular sifatnya. Cueknya bapak, jadi nular sama mamak. Untuk itulah pentingnya mencari jodoh yang sifatnya baik. Berinteraksi selama 24 jam, dan menghabiskan banyak tahun bersama, wajar kita jadi banyak menyerap sifat pasangan kita.


The key word is 'baik'. Imannya baik, ekonominya baik, sifatnya baik, pekerjaannya baik, keluarganya baik. Jadi memang hanya perlu baik. Jangan lupa, kita juga harus baik. Seperti yang dibahas di atas, jodoh itu sekufu. Sesuai dengan firman Allah juga, perempuan baik untuk laki-laki baik. Jangan harap dapat jodoh yang baik jika kita sendiri jauh dari kata baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NGERUMPI PULANG NGAJI

Ngobrol sama si kakak akhir-akhir ini seperti ngomong sama anak smp. Entahlah. mamak juga heran, kenapa anak sekarang cepat dewasanya. Padahal, sekolah masih teka, baca belum bisa, makan aja masih disuapin, eek masih dicebokin, tapi kalo pola pikir, kalah anak sd. Cita-cita aja gak ngerti artinya, malah bahas pacaran. Ampun sama si kakak. Kakak tiap maghrib sampai isya di mesjid, ngaji sama sholat berjamaah. Pulang ngaji, dia suka cerita sama mamak. Ceritanya macam-macam. Mulai dari yang penting, kaya.... Kakak : "bund, cita-cita itu apa?" Mamak : "apa yang ingin kakak lakukan ketika sudah besar." Kakak : "oh gitu." Mamak dah yakin, pasti si kakak bahas masalah jadi kasir. Cita-cita abadi kakak dari masih kecil adalah jadi kasir di serba 6000, dengan tujuan supaya bisa bebas ambil mainan. Kakak : "jadi, kalau kita ingin jadi kasir itu cita-cita." Mamak : "iya kak." Kakak : "oohhh, kakak pikir ci...

MAMAK MAUNYA APA

Ini pertanyaan yang sedang mamak ajukan ke diri mamak sendiri, berkaitan dengan si kakak (halah). Rasanya, ilmu psikologi yang mamak pelajari selama 4.5 tahun sia-sia, karena anak sendiri pun gak bisa mamak kendalikan kelakuannya.  Jadi di rumah mamak, ada tetangga baru, rumah yang dulunya kosong, kini terisi kembali. Hati mamak gembira sekali, mana tetangga mamak ini bakul kue pulak. Ah, cocok kali rasa mamak kan. Tapiiiiiii.... si kakak, yang sangat antusias tetanggaan sama teman satu sekolah, euforianya keterlaluan. Buka mata pengen langsung main ke tetangga, dan jadi sering ngebentak-bentak kalo dibilang jangan pergi main. Yah, kan gimana ya, namanya juga orang, pengen tidur, istirahat, makan dan punya banyak waktu bersama keluarganya. Dan kalau si kakak main disitu berjam-jam, yang punya rumah pasti eneg, mau nyuruh pulang gak enak, mau dibiarin makin gak enak. Mamak udah ngasi ceramah sama si kakak, semua stok ceramah agama mamak udah mamak keluarkan. Tapi gak me...

TUPPERWARE

Sumini ikut mengerumuni mba Lis, pedagang tupperware di TK Sekar, anaknya. Sejak ada mba Lis, wali murid di TK Sekar seakan berlomba, mengoleksi tupperware. Jangan sampai, koleksi tupperwareku kalah sama yang lain, batin Sumini.  "Ayo mba Sumini, ini bagus loh. Senwid kiper, ada botol minumnya sekalian, gambar kuda poni warna ping," mba Lis mulai promosi. Kebetulan cicilan tupperware Sumini memang sudah lunas. Jadi, apa salahnya ambil baru? "Apa mba Lis? Senwid kiper? Apa sih itu?" Tanya Sumini.  "Tempat bekal khusus buat senwid mba Sum," Sumini mengucapkan o panjang, padahal dalam hati dia bingung, senwid itu apa. İbu-ibu lain mulai menjatuhkan pilihan tupperware yang mereka inginkan. Sumini panas, dia juga harus beli, jangan kalah dengan yang lain. "Aku pesan senwid kipernya mba Lis. Sepuluh kali bayar ya," kata Sumini. Mba Lis mencatat pesanan Sumini, dan mengambilkan barangnya di mobil.  "Kalau sepuluh kali bayar, ga...