Langsung ke konten utama

TEMPE TEPUNG

Memasak itu kayanya sepele, remeh dan mudah. Tapi sebenarnya, proses memasak makanan itu perlu skill dan kreativitas yang tinggi. Kalau gak, kan gak mungkin ada sekolah masak. Sekolah khusus, lama dan sulit. Kompetisi masak di tipi juga suasananya panas. Judgesnya kejam kalo mencicipi makanan. Sampe kurang garam dikit aja tau. Coba kalo mamak itu yang jadi judges, semuanya pasti mamak bilang enak. Karena lidah mamak bukan lidah ahli. 

Bicara masalah memasak, sungguh mamak bukan jagonya. Kemampuan mamak dibawah rata-rata. Terus gak kreatip pulak. Lengkaplah. Mamak taunya, ikan di cabein, atau digulai. Selebihnya mamak gak paham. Ayam kalo gak dicabein, dikecap. İtu juga masakan mamak gak konsisten. Kadang biasa aja, kadang gak enak. Jadi gak ada feelingnya gitu kalo masak. Malas nyicip juga. Pokoknya udah kasi garam gula, ya udah. Selebihnya terserah bapak, karena yang makan kan bapak. 

Bapak kalau lagi makan suka nanya, 

"Tadi dicicipin gak pas masak?"

"Gak."

"Hambar. Cicipin dong bund. İni kaya air aja gak dikasi garam."

Oke. Karena mamak istri penurut, besok-besok mamak masak dicicipim dulu, biar bapak puwas. Tapi seriuslah, kalo bapak yang bikin sambel enak banget. Mamak udah tiru contoh sama 100 persen cara bapak nyambel, teteup gak bisa sama. 

Dan bagi wanita gak kreatip kaya mamak, masak tempe tahu itu cukup dikasi tepung bumbu. Yo wes, masalah selesai. Pasti enak, anti gagal. 


Gak perlu bawang merah, bawang putih, ketumbar, merica. Lupakan semua itu. Kasi tepung bumbu, dah beres. Pas mamak lagi masak tempe tahu ditepungin, seperti biasa, si kakak yang suka bantuin aduk tepung, dan pasti mulutnya gak berenti ngomong nanya,

"Bund, kenapa kalau masak tempe HARUS pake tepung?"

Mamak terhenyak, menatap kakak dengan penuh iba. İnilah efek dari mamak yang gak kreatip masak. Si kakak taunya tempe harus aka wajib aka kudu dikasi tepung. Dia gak tau kalo tempe bisa diorek, dikecap, dibacem, mendoan, banyak lagi olahan tempe lain yang gak terjangkau sama pikiran mamak. Kasian si kakak.

Pernah kakak ke rumah si ibu, pas ibu masak tahu di tauco. Kakak nyicip dan terpesona, lalu makan nasi sepiring pakai tahu tauco. 

"Bund, enak tahunya. Bunda bisa gak masak tahu kaya ibu?"

"Gak bisa kak."

Kakak diam. Mamak pun diam. Entah apa yang ada di benak kakak. Mungkin dia mikir, kalau jadi mamak-mamak, gak mau jadi mamak tanpa skill kaya mamaknya. 

Komentar

  1. Hahahha..lucu kali kk naylaaaa...pasti sedih kali g bisa lagi makan tahu tauco dy kk..hahahaa

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PASIEN EXIT

Bekerja di rumah sakit itu bagiku adalah anugrah. Disini aku belajar banyak bersyukur. Setiap melihat pasien sakit, korban kecelakaan dan kematian, aku berterimakasih pada Tuhan karena masih diberi kesempatan untuk bernafas. Seringkali pasien sakit parah itu merintih-rintih. Entah berapa kali pula aku melihat peristiwa sakaratul maut. Terkadang aku berfikir, bagaimanakah peristiwa sakaratul mautku kelak? Apakah akan berteriak pilu seperti pasien kecelakaan yang aku lihat 2 bulan lalu, atau seperti pasien asma kemarin, yang melewati saat-saat terakhirnya dengan zikir. Mudah-mudahan aku pergi dalam keadaan baik.  Setahun belakangan ini, aku tidak lagi ditempatkan di ruang rawat. Tapi pindah ke bagian administrasi. Mungkin karena latar belakang ilmu komputer yang aku miliki, jadi walaupun pendidikanku perawat, tapi aku dianggap mampu untuk menghandle bagian administrasi. Sebenarnya aku kurang suka pekerjaanku yang baru ini. Mungkin karena belum terbiasa. Ditambah lagi, aku mengur...

TUPPERWARE

Sumini ikut mengerumuni mba Lis, pedagang tupperware di TK Sekar, anaknya. Sejak ada mba Lis, wali murid di TK Sekar seakan berlomba, mengoleksi tupperware. Jangan sampai, koleksi tupperwareku kalah sama yang lain, batin Sumini.  "Ayo mba Sumini, ini bagus loh. Senwid kiper, ada botol minumnya sekalian, gambar kuda poni warna ping," mba Lis mulai promosi. Kebetulan cicilan tupperware Sumini memang sudah lunas. Jadi, apa salahnya ambil baru? "Apa mba Lis? Senwid kiper? Apa sih itu?" Tanya Sumini.  "Tempat bekal khusus buat senwid mba Sum," Sumini mengucapkan o panjang, padahal dalam hati dia bingung, senwid itu apa. İbu-ibu lain mulai menjatuhkan pilihan tupperware yang mereka inginkan. Sumini panas, dia juga harus beli, jangan kalah dengan yang lain. "Aku pesan senwid kipernya mba Lis. Sepuluh kali bayar ya," kata Sumini. Mba Lis mencatat pesanan Sumini, dan mengambilkan barangnya di mobil.  "Kalau sepuluh kali bayar, ga...

SEMUA WANITA PENGEN CANTIK

Itu udah kodrat banget kayaknya... Semua wanita ngerasa ada aja yang kurang sama fisiknya. Yang gendut pengen langsing, yang kurus pengen agak berisi, yang hidungnya pesek pengen mancung. Bahkan seseorang yang udah semurna di mata orang lain aja masih juga ngerasa ada yang kurang. Siapa juga yang gak pengen secantik barbie... waktu kecil aku punya banyak boneka barbie. Sebagai anak perempuan yang lugu dan suka berkhayal, kalo udah dewasa aku pengen secantik barbie. Tinggi, langsing dengan rambut panjang dan ikal. Setelah dewasa aku tumbuh menjadi wanita yang pendek, gendut dengan rambut ikal nyaris keriting yang susah banget panjangnya.... Kenapa ya cewek2 cendrung kepengan lebih cantik, kalo cowok kayanya jarang ngerasa ada kekurangan di fisiknya. Kemaren, waktu ke Dumai dan jumpa dengan teman cowok yang baru nikah. aku nanya ma dia, ini dialog yang terjadi : "Gimana rasanya nikah bang?" terus si abang menjawab, "Enak, makanya jangan kelamaan pacaran..." ...