Langsung ke konten utama

PEREMPUAN MURAHAN

Perempuan itu memang diciptakan dengan stok sabar dan maaf yang sangat banyak. Terutama sama suami. Banyak kasus mamak lihat, seumur pernikahan suaminya nyakitin istri, tapi pas suaminya tua dan sakit-sakitan, si istri ngerawat tanpa mengingat luka yang udh jadi tukak dalam hati. 

Begitulah perempuan. Walaupun seluruh tubuhnya adalah dosa, tapi tetap dalam hatinya tersimpan banyak cahaya kebaikan, eaakk, ini mamak ngelanturnya kejauhan.  

Tapi kenapa ya kebanyakan perempuan ini mudah memaafkan laki-laki. Mamak pernah sangat marah sama si bapak, betul-betul marah. Penyebabnya ada beberapa hal. Tapi mamak sampai nangis menderita, sedih luar biasa (yang menurut bapak ini lebay). Dan biasalah si bapak kan, mana ada perduli bini nya sedih, dia tetap sibuk dengan kegiatannya. Tapi ya dia nyadarlah mamak marah. Ciri khas mamak kalo marah adalah kalau ditanya gak mau jawab, cuma ha ho aja, sama gak mau liat muka si bapak. Kalau udah kek gitu, bapak tau mamak pasti marah. 

Pas mamak marah, bapak biasanya diam aja, gak ngerayu, gak ngebujuk. Tetap ajak ngomong kek gak ada kejadian. Nanya macam-macam, walaupun cuma mamak jawab ha ho ha ho. 

Abis sholat isya, mamak masih marah. Tapi bapak tau, kartu as biniknya ini. 

"Bund, mau gorengan apa roti bakar?"

Mamak mikir, "keduanya pak."

"Oke."

Dan setelah dua makanan itu tersaji di muka mamak, mamak gak marah lagi sama si bapak. Ngejawab gak ha ho lagi, dan udah ketawa mendengar lawakan garing bapak. Murahan sekali saya? Karena gorengan dan roti bakar setitik, rusak ngambek seharian. 

Jadi gitu, gak perlu emas permata buat ngebujuk mamak-mamak, cukup perhatian kecil, seperti makanan mungkin atau melebihkan uang belanja sedikit, udah tenanglah hatinya, hilang marahnya dan muncul lagi senyumnya. Harga perempuan itu 'murah' bagi suaminya. Perempuan gak pernah minta yang muluk. Cukup suami mendengarkan sambil melihat matanya (meletakkan gadgetnya) itu udah mahal bagi perempuan. 

Posting sambil ngantri ambil rapor si kakak. Yang paling bikin sedih adalah, kursi yang disediakan untuk mamak-mamak selevel dengan kursi yang dipakai anak teka, yang berat badannya rata-rata cuma 20 kg. 


Apakah mamak harus diet?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NGERUMPI PULANG NGAJI

Ngobrol sama si kakak akhir-akhir ini seperti ngomong sama anak smp. Entahlah. mamak juga heran, kenapa anak sekarang cepat dewasanya. Padahal, sekolah masih teka, baca belum bisa, makan aja masih disuapin, eek masih dicebokin, tapi kalo pola pikir, kalah anak sd. Cita-cita aja gak ngerti artinya, malah bahas pacaran. Ampun sama si kakak. Kakak tiap maghrib sampai isya di mesjid, ngaji sama sholat berjamaah. Pulang ngaji, dia suka cerita sama mamak. Ceritanya macam-macam. Mulai dari yang penting, kaya.... Kakak : "bund, cita-cita itu apa?" Mamak : "apa yang ingin kakak lakukan ketika sudah besar." Kakak : "oh gitu." Mamak dah yakin, pasti si kakak bahas masalah jadi kasir. Cita-cita abadi kakak dari masih kecil adalah jadi kasir di serba 6000, dengan tujuan supaya bisa bebas ambil mainan. Kakak : "jadi, kalau kita ingin jadi kasir itu cita-cita." Mamak : "iya kak." Kakak : "oohhh, kakak pikir ci...

MAMAK MAUNYA APA

Ini pertanyaan yang sedang mamak ajukan ke diri mamak sendiri, berkaitan dengan si kakak (halah). Rasanya, ilmu psikologi yang mamak pelajari selama 4.5 tahun sia-sia, karena anak sendiri pun gak bisa mamak kendalikan kelakuannya.  Jadi di rumah mamak, ada tetangga baru, rumah yang dulunya kosong, kini terisi kembali. Hati mamak gembira sekali, mana tetangga mamak ini bakul kue pulak. Ah, cocok kali rasa mamak kan. Tapiiiiiii.... si kakak, yang sangat antusias tetanggaan sama teman satu sekolah, euforianya keterlaluan. Buka mata pengen langsung main ke tetangga, dan jadi sering ngebentak-bentak kalo dibilang jangan pergi main. Yah, kan gimana ya, namanya juga orang, pengen tidur, istirahat, makan dan punya banyak waktu bersama keluarganya. Dan kalau si kakak main disitu berjam-jam, yang punya rumah pasti eneg, mau nyuruh pulang gak enak, mau dibiarin makin gak enak. Mamak udah ngasi ceramah sama si kakak, semua stok ceramah agama mamak udah mamak keluarkan. Tapi gak me...

TUPPERWARE

Sumini ikut mengerumuni mba Lis, pedagang tupperware di TK Sekar, anaknya. Sejak ada mba Lis, wali murid di TK Sekar seakan berlomba, mengoleksi tupperware. Jangan sampai, koleksi tupperwareku kalah sama yang lain, batin Sumini.  "Ayo mba Sumini, ini bagus loh. Senwid kiper, ada botol minumnya sekalian, gambar kuda poni warna ping," mba Lis mulai promosi. Kebetulan cicilan tupperware Sumini memang sudah lunas. Jadi, apa salahnya ambil baru? "Apa mba Lis? Senwid kiper? Apa sih itu?" Tanya Sumini.  "Tempat bekal khusus buat senwid mba Sum," Sumini mengucapkan o panjang, padahal dalam hati dia bingung, senwid itu apa. İbu-ibu lain mulai menjatuhkan pilihan tupperware yang mereka inginkan. Sumini panas, dia juga harus beli, jangan kalah dengan yang lain. "Aku pesan senwid kipernya mba Lis. Sepuluh kali bayar ya," kata Sumini. Mba Lis mencatat pesanan Sumini, dan mengambilkan barangnya di mobil.  "Kalau sepuluh kali bayar, ga...