Langsung ke konten utama

SI PEMBULLY

Jalan hidup kita, sudah tertulis di lauh mahfudz. Bagaimana kita lahir, bagaimana menjalankan hidup, apa saja yang kita pilih, bagaimana kita mati, semua sudah ada dalam ketetapan Allah. Allah itu hebat dan sempurna, Dia tau apa saja yang akan kita alami bahkan jauh sebelum kita memikirkannya. Mamak sudah merasakannya, dalam hidup mamak sekarang. 


Mamak menghabiskan hidup dari sd, smp, sma penuh dengan bullyan. Karena mamak gendut dari lahir, sampai sekarang. Orang gendut memang rentan di bully. Mamak kaya berlatih seumur hidup dengan bullyan, dari minder sampai kebal. Masa kuliah, mamak udah gak pernah di bully lagi masalah fisik. Udah dewasa kan, no bully lagi. Waktu sma, mamak lekat dengan panggilan 'ndut', sampai sekarang teman-teman sma mamak masih ada yang manggil mamak ndut. 

Entahlah apa jadinya mamak sekarang, seandainya mamak dulu melewati hidup tanpa pernah di bully, mungkin sekarang mamak tertekan, stres dan putus asa. Betapa Allah telah menyiapkan mental mamak untuk setrong dari bullyan dengan latihan seumur masa sekolah, jadi sekarang, menghadapi bullyan dari si bapak, mamak udah tangguh. Si bapak itu adalah pembully senior, terutama membully istrinya yang lemah ini. Kadang dialog yang terjadi antara mamak dan bapak itu, dialog yang tak lazim terjadi antara suami istri, 

Pernah ada kejadian, si bapak gak sengaja gitu pukul mamak, gak kuat, tapi mamak kan lebay, terus ngomong,

"sakit pak, badan mamak kan ringkih," 

Jawaban si bapak menohok hati, "ringkih? Gendut yang ada bund," haduh pak, kalau gak mamak istri si bapak, udah minggat kali. Sampai-sampai, teteh, kakaknya bapak ngomong sama bapak,

"Kamu harus bersyukur, punya istri gendut. Coba kalau kurus, orang jadi tau istrinya makan hati. Ngomong gak ada bagus-bagusnya sama istri."

Mamak terharu, teteh ngebela mamak. Gak sia-sia curhat sampai ke akar-akarnya sama teteh. Dibelain mamak jadinya (senyum penuh kemenangan.)

Bullyan bapak cuma itu? Gak lah. Kalau cuma itu, gak masuk kategori bully, tapi kek kumur-kumur aja bagi mamak, gak ngaruh. Kalau mamak dandan, pake eye sahdow, blush on, si bapak bilang, 

"Itu pipi kenapa merah-merah? Abis ditabokin? Mata itu kenapa merah-merah? Kena debu?" Pokoknya gimana supaya kepercayaan diri mamakO hilang. Itulah si bapak.

Kadang kalau mamak gak nurutin apa yang dia mau, dia ngomong, "udah gendut, jelek, sombong lagi,"

Mamak sedih digituin? Gak, yang ada mamak ketawa, ngakak lagi. Ya itu karena mental mamak udah kuat, di bully dari kecil, dengar bullyan si bapak itu kaya di kilik-kilik aja telinga mamak, bikin geli, terus ketawa. Dan si bapak, itu ngebully serius apa becanda? Ya seriuslah, hahahha. Tapi ya emang kenyataan juga kan, udah jelek, gendut, sesuai kenyataan banget. Mamak emang gitu. 

Dibully memang sakit, perih, apalagi bagi anak remaja usia puber, dimana jati diri belum terbentuk, mudah galau, bullyan malah menjatuhkan. Tapi kita harus kuat, jangan lemah karena bully. Jadikan bullyan orang seperti cambuk, yang menyemangati. Buktikan pada dunia, bully gak bikin kita mati, bully gak bikin kita lemah. Yang ada mental makin kuat. Dunia ini kejam, bukan hanya diisi oleh orang baik saja. Siapkan diri menghadapi pembully. Jadikan bullyan sebagai bentuk motivasi.

Tapi kalo si bapak ngebully si kakak, mamak bisa ngamuk. Cukup mamak aja pak yang dianiaya, si kakak jangan. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PASIEN EXIT

Bekerja di rumah sakit itu bagiku adalah anugrah. Disini aku belajar banyak bersyukur. Setiap melihat pasien sakit, korban kecelakaan dan kematian, aku berterimakasih pada Tuhan karena masih diberi kesempatan untuk bernafas. Seringkali pasien sakit parah itu merintih-rintih. Entah berapa kali pula aku melihat peristiwa sakaratul maut. Terkadang aku berfikir, bagaimanakah peristiwa sakaratul mautku kelak? Apakah akan berteriak pilu seperti pasien kecelakaan yang aku lihat 2 bulan lalu, atau seperti pasien asma kemarin, yang melewati saat-saat terakhirnya dengan zikir. Mudah-mudahan aku pergi dalam keadaan baik.  Setahun belakangan ini, aku tidak lagi ditempatkan di ruang rawat. Tapi pindah ke bagian administrasi. Mungkin karena latar belakang ilmu komputer yang aku miliki, jadi walaupun pendidikanku perawat, tapi aku dianggap mampu untuk menghandle bagian administrasi. Sebenarnya aku kurang suka pekerjaanku yang baru ini. Mungkin karena belum terbiasa. Ditambah lagi, aku mengur...

TUPPERWARE

Sumini ikut mengerumuni mba Lis, pedagang tupperware di TK Sekar, anaknya. Sejak ada mba Lis, wali murid di TK Sekar seakan berlomba, mengoleksi tupperware. Jangan sampai, koleksi tupperwareku kalah sama yang lain, batin Sumini.  "Ayo mba Sumini, ini bagus loh. Senwid kiper, ada botol minumnya sekalian, gambar kuda poni warna ping," mba Lis mulai promosi. Kebetulan cicilan tupperware Sumini memang sudah lunas. Jadi, apa salahnya ambil baru? "Apa mba Lis? Senwid kiper? Apa sih itu?" Tanya Sumini.  "Tempat bekal khusus buat senwid mba Sum," Sumini mengucapkan o panjang, padahal dalam hati dia bingung, senwid itu apa. İbu-ibu lain mulai menjatuhkan pilihan tupperware yang mereka inginkan. Sumini panas, dia juga harus beli, jangan kalah dengan yang lain. "Aku pesan senwid kipernya mba Lis. Sepuluh kali bayar ya," kata Sumini. Mba Lis mencatat pesanan Sumini, dan mengambilkan barangnya di mobil.  "Kalau sepuluh kali bayar, ga...

SEMUA WANITA PENGEN CANTIK

Itu udah kodrat banget kayaknya... Semua wanita ngerasa ada aja yang kurang sama fisiknya. Yang gendut pengen langsing, yang kurus pengen agak berisi, yang hidungnya pesek pengen mancung. Bahkan seseorang yang udah semurna di mata orang lain aja masih juga ngerasa ada yang kurang. Siapa juga yang gak pengen secantik barbie... waktu kecil aku punya banyak boneka barbie. Sebagai anak perempuan yang lugu dan suka berkhayal, kalo udah dewasa aku pengen secantik barbie. Tinggi, langsing dengan rambut panjang dan ikal. Setelah dewasa aku tumbuh menjadi wanita yang pendek, gendut dengan rambut ikal nyaris keriting yang susah banget panjangnya.... Kenapa ya cewek2 cendrung kepengan lebih cantik, kalo cowok kayanya jarang ngerasa ada kekurangan di fisiknya. Kemaren, waktu ke Dumai dan jumpa dengan teman cowok yang baru nikah. aku nanya ma dia, ini dialog yang terjadi : "Gimana rasanya nikah bang?" terus si abang menjawab, "Enak, makanya jangan kelamaan pacaran..." ...