Langsung ke konten utama

RECEHAN KAKAK

Sebagai emak-emak yang penuh dengan kalkulasi, mamak suka ngumpulin recehan. Sisa kembalian apapun, mamak kumpulin sampai banyak. Sebagai anak dari emak yang perhitungan, si kakak suka merazia dompet mamak. Dia kumpulin lagi recehan yang susah payah mamak kumpulin, recehan kakak makin banyak, recehan mamak ilang gak berkesan. 

Sampailah pada suatu hari, recehan kakak udah banyak, mamak ajaklah si kakak ke mini market waralaba yang warnanya merah, nukarkan recehan kakak. Dapatnya banyak dan si kakak udah kek orang kaya belanja jajanan sepuasnya. Sejak saat itu, si kakak mulai serius ngumpulin recehan, karena dia tahu, recehan yang banyak memungkinkan dapat jajan banyak juga 

Si kakak, sebagai ratu drama di rumah, dimana air matanya sulit dibedakan palsu atau asli, ceritanya susah ditelaah nyata atau khayalan, bisa juga bersikap romantis sama si bapak, pas bapak mau keluar kota. Mulai dari masukin sisir ke tas bapak, masangin tali sepatu bapak, ngisiin air minum ke botol bapak, ngangkatin tas bapak ke depan. Tapi, yang paling romantis ketika si kakak ngasih kertas yang ternyata isinya recehan. 

"İni buat bapak, kalau uang bapak kurang, bisa pakai uang kakak. Kakak nanti bisa ngumpulin recehan lagi."

Aduuhhhh, kalo bisa nangis, mamak udah nangis nengok kakak begitu sama bapaknya.



Uangnya diuntel-untel dalam kertas sama si kakak. So sweet kakak. Membuktikan walaupun kakak suka berantem sama si bapak, tapi kakak sayang banget sama bapak. Bagi kakak, uang recehan itu sangat penting, karena kakak bisa jajan kalau uang recehnya udah ngumpul. Ketika dia mengorbankan recehannya untuk bapak, disitulah mamak sadar, bukan hanya orang tua yang mengorbankan banyak hal untuk anaknya, anak juga bisa memberikan apapun untuk orang tuanya.

Semoga perbuatan kakak menyadarkan mamak, supaya gak suka marahin si kakak, ketika kakak mulai bertingkah dengan lebay dan dramanya. Semoga mamak ingat terus kejadian ini. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PASIEN EXIT

Bekerja di rumah sakit itu bagiku adalah anugrah. Disini aku belajar banyak bersyukur. Setiap melihat pasien sakit, korban kecelakaan dan kematian, aku berterimakasih pada Tuhan karena masih diberi kesempatan untuk bernafas. Seringkali pasien sakit parah itu merintih-rintih. Entah berapa kali pula aku melihat peristiwa sakaratul maut. Terkadang aku berfikir, bagaimanakah peristiwa sakaratul mautku kelak? Apakah akan berteriak pilu seperti pasien kecelakaan yang aku lihat 2 bulan lalu, atau seperti pasien asma kemarin, yang melewati saat-saat terakhirnya dengan zikir. Mudah-mudahan aku pergi dalam keadaan baik.  Setahun belakangan ini, aku tidak lagi ditempatkan di ruang rawat. Tapi pindah ke bagian administrasi. Mungkin karena latar belakang ilmu komputer yang aku miliki, jadi walaupun pendidikanku perawat, tapi aku dianggap mampu untuk menghandle bagian administrasi. Sebenarnya aku kurang suka pekerjaanku yang baru ini. Mungkin karena belum terbiasa. Ditambah lagi, aku mengur...

TUPPERWARE

Sumini ikut mengerumuni mba Lis, pedagang tupperware di TK Sekar, anaknya. Sejak ada mba Lis, wali murid di TK Sekar seakan berlomba, mengoleksi tupperware. Jangan sampai, koleksi tupperwareku kalah sama yang lain, batin Sumini.  "Ayo mba Sumini, ini bagus loh. Senwid kiper, ada botol minumnya sekalian, gambar kuda poni warna ping," mba Lis mulai promosi. Kebetulan cicilan tupperware Sumini memang sudah lunas. Jadi, apa salahnya ambil baru? "Apa mba Lis? Senwid kiper? Apa sih itu?" Tanya Sumini.  "Tempat bekal khusus buat senwid mba Sum," Sumini mengucapkan o panjang, padahal dalam hati dia bingung, senwid itu apa. İbu-ibu lain mulai menjatuhkan pilihan tupperware yang mereka inginkan. Sumini panas, dia juga harus beli, jangan kalah dengan yang lain. "Aku pesan senwid kipernya mba Lis. Sepuluh kali bayar ya," kata Sumini. Mba Lis mencatat pesanan Sumini, dan mengambilkan barangnya di mobil.  "Kalau sepuluh kali bayar, ga...

SEMUA WANITA PENGEN CANTIK

Itu udah kodrat banget kayaknya... Semua wanita ngerasa ada aja yang kurang sama fisiknya. Yang gendut pengen langsing, yang kurus pengen agak berisi, yang hidungnya pesek pengen mancung. Bahkan seseorang yang udah semurna di mata orang lain aja masih juga ngerasa ada yang kurang. Siapa juga yang gak pengen secantik barbie... waktu kecil aku punya banyak boneka barbie. Sebagai anak perempuan yang lugu dan suka berkhayal, kalo udah dewasa aku pengen secantik barbie. Tinggi, langsing dengan rambut panjang dan ikal. Setelah dewasa aku tumbuh menjadi wanita yang pendek, gendut dengan rambut ikal nyaris keriting yang susah banget panjangnya.... Kenapa ya cewek2 cendrung kepengan lebih cantik, kalo cowok kayanya jarang ngerasa ada kekurangan di fisiknya. Kemaren, waktu ke Dumai dan jumpa dengan teman cowok yang baru nikah. aku nanya ma dia, ini dialog yang terjadi : "Gimana rasanya nikah bang?" terus si abang menjawab, "Enak, makanya jangan kelamaan pacaran..." ...