Langsung ke konten utama

ANOTHER SİDE


Semalam seorang teman mamak yang masih perawan, kirim gambar ini ke mamak. Mamak gak bisa balas apa-apa, cuma ngereply, 'hihihihi'.

Susah kan ngejelasin kalo bersandar di bahu suami itu gak semudah membalikkan telapak tangan. Kecuali pengantin baru. Masa bulan madu memang penuh madu. Bisa nyender-nyender sehari semalam ma lakik. Kalo sebulan kemudian hamil, dan hamilnya jadi benci sama suami, jangankan nyender, nengok mukanya aja esmosi. Ketika brojol, haduhhh, jangankan nyender-nyenderan, bisa nyender beneran aja dah senaaaannnggg, capek kan begadang sama anak bayi. 

Anak beranjak gede, makin susah mesra-mesraan ma suami. Melawan anak-anak yang posesif sama bapaknya. Baru aja mamak nyenggol kelingking si bapak, anak-anak duluan yang nemplok ke bapaknya. Baru mau sayang-sayangan, anak-anak langsung minta perhatian. Malam-malam mau nyender, anak bayi yang posesif sama mamaknya, geser sesenti langsung bangun. Jadi, hidup gak semudah quote yang bersebaran d mbah gugel.

Begitulah dinamika rumah tangga. Gak selamanya indah. Masa-masa anak masih kecil ini memang banyak ujian. Selain ekonomi yang mungkin belum mapan, waktu, fikiran dan tenaga biasanya lebih tercurah pada tumbuh kembang dan kebutuhan anak. Pasangan sedikit diabaikan. Berdandan pun gak sempat. Daripada beli lipen, mending beli susu. Daripada beli krim muka, lebih baik beli telur. Begitulah ibu-ibu. Jadi maklum, muka agak kusam gimana gitu karena kurang perawatan. 

Daripada banyak mengeluh, lebih baik banyak berdoa supaya suami sabar melewati masa-masa kering perhatian dan kasih sayang dari istri, jangan malah membelot dan nyari perhatian dari wanita lain. Ada masanya, ketika anak-anak mulai melepas ketergantungan dengan orang tuanya, pasangan suami istri bisa bulan madu lagi. Tidur berdua lagi, sender-senderan lagi. Semoga sabar dalam melewati proses ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PASIEN EXIT

Bekerja di rumah sakit itu bagiku adalah anugrah. Disini aku belajar banyak bersyukur. Setiap melihat pasien sakit, korban kecelakaan dan kematian, aku berterimakasih pada Tuhan karena masih diberi kesempatan untuk bernafas. Seringkali pasien sakit parah itu merintih-rintih. Entah berapa kali pula aku melihat peristiwa sakaratul maut. Terkadang aku berfikir, bagaimanakah peristiwa sakaratul mautku kelak? Apakah akan berteriak pilu seperti pasien kecelakaan yang aku lihat 2 bulan lalu, atau seperti pasien asma kemarin, yang melewati saat-saat terakhirnya dengan zikir. Mudah-mudahan aku pergi dalam keadaan baik.  Setahun belakangan ini, aku tidak lagi ditempatkan di ruang rawat. Tapi pindah ke bagian administrasi. Mungkin karena latar belakang ilmu komputer yang aku miliki, jadi walaupun pendidikanku perawat, tapi aku dianggap mampu untuk menghandle bagian administrasi. Sebenarnya aku kurang suka pekerjaanku yang baru ini. Mungkin karena belum terbiasa. Ditambah lagi, aku mengur...

TUPPERWARE

Sumini ikut mengerumuni mba Lis, pedagang tupperware di TK Sekar, anaknya. Sejak ada mba Lis, wali murid di TK Sekar seakan berlomba, mengoleksi tupperware. Jangan sampai, koleksi tupperwareku kalah sama yang lain, batin Sumini.  "Ayo mba Sumini, ini bagus loh. Senwid kiper, ada botol minumnya sekalian, gambar kuda poni warna ping," mba Lis mulai promosi. Kebetulan cicilan tupperware Sumini memang sudah lunas. Jadi, apa salahnya ambil baru? "Apa mba Lis? Senwid kiper? Apa sih itu?" Tanya Sumini.  "Tempat bekal khusus buat senwid mba Sum," Sumini mengucapkan o panjang, padahal dalam hati dia bingung, senwid itu apa. İbu-ibu lain mulai menjatuhkan pilihan tupperware yang mereka inginkan. Sumini panas, dia juga harus beli, jangan kalah dengan yang lain. "Aku pesan senwid kipernya mba Lis. Sepuluh kali bayar ya," kata Sumini. Mba Lis mencatat pesanan Sumini, dan mengambilkan barangnya di mobil.  "Kalau sepuluh kali bayar, ga...

SEMUA WANITA PENGEN CANTIK

Itu udah kodrat banget kayaknya... Semua wanita ngerasa ada aja yang kurang sama fisiknya. Yang gendut pengen langsing, yang kurus pengen agak berisi, yang hidungnya pesek pengen mancung. Bahkan seseorang yang udah semurna di mata orang lain aja masih juga ngerasa ada yang kurang. Siapa juga yang gak pengen secantik barbie... waktu kecil aku punya banyak boneka barbie. Sebagai anak perempuan yang lugu dan suka berkhayal, kalo udah dewasa aku pengen secantik barbie. Tinggi, langsing dengan rambut panjang dan ikal. Setelah dewasa aku tumbuh menjadi wanita yang pendek, gendut dengan rambut ikal nyaris keriting yang susah banget panjangnya.... Kenapa ya cewek2 cendrung kepengan lebih cantik, kalo cowok kayanya jarang ngerasa ada kekurangan di fisiknya. Kemaren, waktu ke Dumai dan jumpa dengan teman cowok yang baru nikah. aku nanya ma dia, ini dialog yang terjadi : "Gimana rasanya nikah bang?" terus si abang menjawab, "Enak, makanya jangan kelamaan pacaran..." ...