Langsung ke konten utama

PLASTİC LOVER

Dan judul di atas bukan tentang mamak yang kpop lovers. Sungguh bukan. Sejauh ini, pilem korea yang mamak tonton cuma full house sama ada satu lagi tapi mamak lupa judulnya, di indosiar jam setengah 5 dulu. Tapi full house emang bikin mamak gagal mup on. Han ji en dan yong jay benar-benar lekat dalam ingatan. 


Back to topic, plastic lover. Mamak adalah orang yang suka mengumpulkan plastik. Ditengah hingar bingar mamak sosialita yang koleksi tas, jam tangan, asesoris, mamak merasa puas dengan mengoleksi plastik. Plastik bekas belanjaan apapun, mamak simpan. Kalo duluuuuu, waktu mamak masih rajin, mamak lipat-lipat dengan pola segitiga, terus mamak pisahkan berdasarkan ukuran, masukin dalam tempat masing-masing. Kalau sekarang udah gak terlalu detail. Tapi tetap mamak simpan, mamak sayang-sayang. Apalagi plastik yang masih baru, rapi, mulus, jangan harap akan mamak pakai. 

Sampai-sampai, saking sayangnya mamak dengan plastik-plastik mamak, tempat sampah mamak, mamak biarkan tanpa plastik, ini terjadi kalau mamak kehabisan plastik yang seukuran dengan tempat sampahnya. Mamak gak suka kalo plastiknya kekecilan apa kebesaran gitu dari tempat sampahnya, enaknya pas ukurannya. Jadi sedap dipandang mata. 

Pernah si ibu heran nengok tempat sampah mamak gak di alas plastik. 

Si ibu : "kok gak pake plastik tempat sampahnya?"

Mamak : "iya, gak ada plastik nya."

Si ibu : "itu plastik" ibu menunjuk tempat 3 kantong gede tempat mamak nyimpan plastik-plastik mamak. 

Mamak : "sayang, itu bagus-bagus."

Si ibu : "astaghfirullah."

Begitulah mamak. Rasa sayang mamak sangat dalam dengan plastik. Kalau dikantor ada orang menyia-nyiakan plastik, pasti mamak simpan dan mamak bawa pulang. Sampai plastik bekas gula kiloan mamak simpan. Lumayan bisa dipakai nyimpan-nyimpan ikan. 




Komentar

  1. Hahahaha...mamak jaman now ya. Kalo aq butuh plastik buat nampung pampers trus dibuang di tempat sampah dkt marpoyan

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PASIEN EXIT

Bekerja di rumah sakit itu bagiku adalah anugrah. Disini aku belajar banyak bersyukur. Setiap melihat pasien sakit, korban kecelakaan dan kematian, aku berterimakasih pada Tuhan karena masih diberi kesempatan untuk bernafas. Seringkali pasien sakit parah itu merintih-rintih. Entah berapa kali pula aku melihat peristiwa sakaratul maut. Terkadang aku berfikir, bagaimanakah peristiwa sakaratul mautku kelak? Apakah akan berteriak pilu seperti pasien kecelakaan yang aku lihat 2 bulan lalu, atau seperti pasien asma kemarin, yang melewati saat-saat terakhirnya dengan zikir. Mudah-mudahan aku pergi dalam keadaan baik.  Setahun belakangan ini, aku tidak lagi ditempatkan di ruang rawat. Tapi pindah ke bagian administrasi. Mungkin karena latar belakang ilmu komputer yang aku miliki, jadi walaupun pendidikanku perawat, tapi aku dianggap mampu untuk menghandle bagian administrasi. Sebenarnya aku kurang suka pekerjaanku yang baru ini. Mungkin karena belum terbiasa. Ditambah lagi, aku mengur...

TUPPERWARE

Sumini ikut mengerumuni mba Lis, pedagang tupperware di TK Sekar, anaknya. Sejak ada mba Lis, wali murid di TK Sekar seakan berlomba, mengoleksi tupperware. Jangan sampai, koleksi tupperwareku kalah sama yang lain, batin Sumini.  "Ayo mba Sumini, ini bagus loh. Senwid kiper, ada botol minumnya sekalian, gambar kuda poni warna ping," mba Lis mulai promosi. Kebetulan cicilan tupperware Sumini memang sudah lunas. Jadi, apa salahnya ambil baru? "Apa mba Lis? Senwid kiper? Apa sih itu?" Tanya Sumini.  "Tempat bekal khusus buat senwid mba Sum," Sumini mengucapkan o panjang, padahal dalam hati dia bingung, senwid itu apa. İbu-ibu lain mulai menjatuhkan pilihan tupperware yang mereka inginkan. Sumini panas, dia juga harus beli, jangan kalah dengan yang lain. "Aku pesan senwid kipernya mba Lis. Sepuluh kali bayar ya," kata Sumini. Mba Lis mencatat pesanan Sumini, dan mengambilkan barangnya di mobil.  "Kalau sepuluh kali bayar, ga...

SEMUA WANITA PENGEN CANTIK

Itu udah kodrat banget kayaknya... Semua wanita ngerasa ada aja yang kurang sama fisiknya. Yang gendut pengen langsing, yang kurus pengen agak berisi, yang hidungnya pesek pengen mancung. Bahkan seseorang yang udah semurna di mata orang lain aja masih juga ngerasa ada yang kurang. Siapa juga yang gak pengen secantik barbie... waktu kecil aku punya banyak boneka barbie. Sebagai anak perempuan yang lugu dan suka berkhayal, kalo udah dewasa aku pengen secantik barbie. Tinggi, langsing dengan rambut panjang dan ikal. Setelah dewasa aku tumbuh menjadi wanita yang pendek, gendut dengan rambut ikal nyaris keriting yang susah banget panjangnya.... Kenapa ya cewek2 cendrung kepengan lebih cantik, kalo cowok kayanya jarang ngerasa ada kekurangan di fisiknya. Kemaren, waktu ke Dumai dan jumpa dengan teman cowok yang baru nikah. aku nanya ma dia, ini dialog yang terjadi : "Gimana rasanya nikah bang?" terus si abang menjawab, "Enak, makanya jangan kelamaan pacaran..." ...