Minggu, 26 September 2010

AKHIRNYA KU MENEMUKANMU

ALHAMDULILLAHIROBILALAMIN

Berkat bantuan mira, blog cantik ini kembali bersemi. dia menemukan cara bagaimana mengakses blog ku kembali. Mira, kalo aja aku lesbi, kamu lah wanita pertama yang akan aku nikahi....

anyho, masih dalam suasana, jadi atas nama pribadi dan diri saya sendiri ingin mengucapkan MINAL AIDIN WALFAIDZIN, MOHON MAAF LAHIR BATIN. Hahahahaa,, lebaran kemaren dengan suksesnya bolos dua minggu #ampunisayapakbos. di pekanbaru, bersenang2 dengn keluarga tercinta, para kepompong dan si kabogoh yang datang pas lebaran ke 4. Pekanbaru selalu menyenangkan, membahagiakan, membuat wajah ceria.

Pas mau pulang ke Dumai, semangat menguap entah kemana, bawaannya malas aja. Planning pulang hari Jumat, mundur jadi Sabtu. For the 1st time, menempuh perjalanan Pekanbaru-Dumai naek si cantik Mio, bersama kabogoh, pria tangguh penguasa jalanan.

Jam 7 pagi berangkat dari Pekanbaru, jam 8 udah mau masuk Kandis, tapi, malang tak dapat ditolak, ban motor dengan suksesnya bocor. Alhasil Kabogoh mendorong motor sampe ke bengkel. dan aku, wanita yang jalannya kaya bebek, tertinggal 1 kilometer di belakang. Kelar nambal ban, lanjut jalan lagi, jam 10 udah masuk Duri. Berhubung gak sarapan, aku tanya ma Kabogoh.

"Udah lapar belum?"
"Belum."
"Jadi kita makan di Dumai aja?" sampe situ aku mulai putus asa, yang lapar itu kan aku. migren udah kambuh juga.
"Iya."

Tanpa merasa bersalah, aku menjatuhkan kepala ke punggung Kabogoh, mau pingsan. dia kaget, terus nanya kenapa. aku jawab lapar, dia malah marah2, ngomel2. Ingin jatuh air mata diperlakukan secara tidak berperikemanusiaan, tapi gak papa, akhirnya kami makan. di Duri, kabogoh nelpon temannya. kami ketemuan. temennya itu kecil, pendek, tapi lumayan ganteng. kata kabogoh, anaknya sombong gak jelas. emang iya sih kayanya, ceritanya lebay banget. mulai dari semua cewek yang ada di belahan bumi ini kayanya suka ma dia, gaji nya yang 6 juta perbulan (mungkin ada ya Driver gaji segitu), nightlife nya yang gimana gitu. pokoknya, wanita lugu seperti aku sempat dibuat terkagum2. pas mau bayar, kasian juga dia, duitnya tinggal 55ribu, kami makan total 54ribu. tapi demi gengsi, dia tetap eksis, ya sudah,, rezeki. tapi, beberapa hari setelah ketemuan itu, dia sempat bilang ma kabogoh, harusnya aku ngurangin berat badan dikit lagi. HOYYYY.... MENGHINA!!! udah lumayan kok ini, turun 5kg pas puasa. walopun lebaran naek lagi, tapi kan tetap udah lumayan.

Okey, sampe di Dumai jam 1 siang, dengan sehat walafiat, langsung istirahat. Kabogoh tidur dengan nistanya. biarlah, karena hari minggu, dia udah punya job yang harus dilakukan, yaitu pasang kawat buat jemuran.
pagi2, dia datang, langsung turun ke lapangan. Ternyata, baru di ketok dikit, tembok rumah kami melemah, rontok satu demi satu. karena takut roboh, akhirnya Kabogoh inisiatif buat dicor aja kawatnya. beli semen, terus ngambil pasir jalanan. hahahaha,,, hebat, hasil kerjanya lumayan. terus dia pasang gorden di kamar, gantiin bola lampu yang putus. bukannya sok manja gak bisa ganti bola lampu sendiri, tapi emang atap rumah itu tinggi banget. jadi perlu bantuan pria tinggi buat masang bola lampu itu. ya sudah, minggu malam kabogoh pulang dan berlalu.....

aku pun kembali kepada kehidupan yang sebenarnya. hidup sebatang kara di Dumai....

Selasa, 22 Juni 2010

ARIEL PETERPAN



Kasus yang lagi heboh di infotainment Indonesia, video mesum Ariel Peterpan (dipelesetkan jadi Ariel Peterporn), Luna Maya dan Cut Tari. Pertama kali aku ngeliat videonya, yang terpikir 

"Gila Ariel, penjahat kelamin."
Tapi setelah kasus ini berkembang dengan sangat lebay, sampe akhirnya hari ini Ariel ditetapkan jadi tersangka, aku malah kasihan sama dia. Bukan tanpa alasan aku kasihan, aku punya pikiran sendiri mengenai kasus ini.

Kenapa kita semua baru heboh sekarang, pas ada video mesum Ariel. Kemana aja kita waktu video mesum Maria Eva + Yahya Zaini launching, Ayu Azhari yang ML di bath up, mahasiswa  Itenas dalam Bandung Lautan Asmara dan masih ada jutaan video porno asli buatan anak bangsa yang tersebar dalam bentuk VCD atau beredar tanpa sensor di dunia maya. Ariel dipenjara, boleh aja, tapi yang lain harusnya dipenjara juga. Itu baru adil. Keadilan itu bukan Lips service aja. Korupsi, membunuh, menipu, mensodomi, mengedarkan narkoba, adalah kejahatan2 yang merugikan banyak orang. Kalo berzina, yang rugi ya mereka, yang dosa ya mereka, kalo pada akhirnya adegan itu tersebar, bukan mereka yang salah kan? Kalo gak mau ikut dosa, ya jangan ditonton.

Ngapain pengacara kondang, yang pintar dan terkenal menantang Ariel dan selir-selirnya untuk sumpah pocong??? Okelah, mereka bersalah, melakukan perzinahan, direkam dan tanpa sengaja disebar luaskan? Sanksi sosial yang mereka terima udah lebih dari cukup. Kehilangan pekerjaan, membuat malu keluarga, dan seumur hidup noda hitam itu gak akan hilang.

Dalam hukum Islam, seseorang yang berzina itu, hukumannya adalah tubuhnya ditanam dalam tanah dan dilempari batu. tapi, Rasulullah pun mensyaratkan, yang berhak melempari batu hanya orang-orang yang tak memiliki berdosa. Dan siapakan manusia di dunia ini yang gak punya dosa? Para Nabi, Sahabat, Ulama, semua pernah melakukan kesalahan. Jangan hanya menghakimi, menghina, mengejek orang yang jelas melakukan dosa, ingat aja, dosa kita pun gak kalah numpuknya. Berbohong pasti pernah dilakukan semua orang, korupsi, baik yang partai besar atau kecil juga pernah. Lalu, apa bedanya kita sama Ariel??? Manusia yang sama-sama berdosa juga. Hanya saja, Ariel itu ditegur oleh Tuhan dengan cara yang berbeda dari kita. Apa harus ada kurikulum INTROSPEKSI DIRI dalam mata pelajaran sekolah di Indonesia, agar seluruh masyarakat yang gak sadar akan dosa-dosa yang udah dia lakukan, berhenti menghujat, menghina dan menghakimi Ariel? 

Minggu, 30 Mei 2010

IBUKU DAN SEGALA KESEMPURNAAN TENTANGNYA

Siapapun di dunia ini pasti menganggap ibu mereka adalah ibu tersempurna di dunia. Begitu juga denganku, ibuku adalah wanita sempurna bagiku dan keluargaku. Tak terhingga dan terkatakan kekuatan yang ibuku punya saat ada fitnah yang datang kepadanya. Dan selalu, aku hanya bisa berdiri di sini, tanpa mampu melakukan apapun untuk menolongnya, menenangkannya dan bahkan merangkulnya.

Ibuku sempurna tanpa dia harus memasak tiap hari untuk kami. Ibuku sempurna tanpa dia harus ada di rumah selama 24 jam setiap hari. Ibuku sempurna walaupun dia tak selalu menuruti keinginan kami. Ibuku sempurna. Selalu sempurna untukku.

Selama 25 tahun aku mengenalnya, menggantungkan hidup padanya, berbagi seluruh kesahku dengannya, aku tak pernah merasakan kekecewaan apapun. Ibuku selalu menjagaku dengan baik. Aku tahu, banyak badai yang berusaha untuk menenggelamkannya, tapi sekali lagi, dia wanita sempurna, selalu menjaga lisannya dari siapapun. Dia tak akan pernah mencampuri urusan orang lain, kecuali orang lah yang pertama kali bercerita padanya. 30 tahun tinggal dalam komplek perumahan, ibuku BELUM PERNAH dan mudah2an tidak pernah mengalami perkelahian, perdebatan bahkan pertarungan dengan warga sekitar. Dan selama 10 tahun bekerja dalam suatu perusahaan swasta, ibuku BELUM PERNAH tersandung masalah karena lisannya yang tak terjaga. Reputasinya baik, dan dia tak pernah dimutasi dari suatu daerah ke daerah lain karena masalah apapun. Sejuta orang yang berusaha untuk menjelek2kan ibuku, aku tetap yakin dia tak salah. Tak pernah bersalah. Saat dia bersalah pun, aku tetap percaya ibuku adalah ibu terbaik di dunia. Ibuku tak pernah menuntut apapun dari anak2nya, ibuku tak pernah berwajah keruh terhadap siapapun pacar anaknya, ibuku tak pernah meminta lebih kepada kami. Dan jika ibu2 orang melakukan banyak hal agar anaknya menjadi sesuai dengan keinginannya, ibuku tak pernah memaksakan apapun. Kamilah yang jadinya tahu diri dan melakukan semua hal yang bisa membahagiakan ibu dengan ikhlas. 

Yang namanya fitnahan, sindiran, semuanya udah jadi makanan sehari2 untuk ibu. Tapi dia tetap berdiri tegar. Dan dia harus tegar demi kami anak2nya. Karena ibu tahu, saat dia lemah, anak2nya lah yang akan patah.

Ibu, maafkan saat aku yang menjadi penyebab segala masalah dalam hidupmu dan aku tak melakukan apapun untuk meringankannya.... Namun aku yakin, selalu yakin dan tetap yakin kau tak pernah bersalah atas apapun  masalah yang menimpamu, siapapun yang memfitnahmu, aku selalu yakin kau lah yang benar, benar, dan tetap benar.

Sabtu, 29 Mei 2010

TAKDIR ITU SEPERTI APA

Sering aku bertanya, takdir itu seperti apa? Kenapa setiap orang memiliki takdir yang berbeda? Kenapa ada orang yang kelihatannya sangat beruntung dan ada juga orang yang seumur hidupnya susah?

MUNGKIN....

Hidup manusia itu seperti sebatang pohon yang besar. Dan takdir itu adalah ranting. Kita manusia harus memilih sendiri ranting mana yang kita pilih untuk bersandar, bergantung dan bernaung. Pilihan kita itu lah yang akan mempengaruhi kehidupan kita selanjutnya. Ada yang memilih ranting terendah, karena terlalu malas untuk meraih ranting yang lebih tinggi, namun saat angin kencang datang, dialah yang paling cepat terjatuh karena tiupan angin. Yang memilih ranting tinggi, membutuhkan waktu yang lama untuk sampai, tapi saat akan jatuh, ia masih bisa bergantung pada ranting di bawahnya dan berusaha untuk naik lagi. 

Ada kalanya, kita sebagai manusia memilih ranting yang salah. Ranting itu patah, hanya menyisakan sedikit bagian saja untuk kita bergantung di sana. Namun, percayalah, akan tumbuh ranting baru, yang lebih kokoh, lebih kuat dan lebih besar. Kita hanya harus menunggu dan bersabar. 

Itu lah yang ada dalam fikiranku saat memikirkan tentang takdir. Allah tak akan mengangkat derajat suatu kaum, kalau kaum itu tidak mau berusaha. Itulah kita. Sebagai manusia kita wajib berusaha. Mencapai puncak tertinggi dalam hidup kita, bukan untuk kaya, untuk cantik, untuk mempunyai pekerjaan yang mapan, tapi untuk bahagia. Bahagia saja. Kalo dengan kaya kita bahagia, maka carilah kekayaan yang banyak. Kalau dengan menikah kita bahagia, maka segeralah mencari pasangan hidup. Kalau dengan melajang seumur hidup kita bahagia, maka lakukan segala kegiatan kemanusiaan seorang diri, tanpa harus berusaha mencari jodoh. That's our choice!!!

Dan saat kita merasa, kita telah mengambil pilihan yang salah, jangan terlalu jauh menyesali hidup. Yakinlah, tangan Allah ada untuk kita. Allah yang akan merubah segalanya menjadi lebih indah. Mungkin kita menyesal, mengapa memilih untuk menikah muda, saat penyesalan itu timbul, lihatlah teman kita yang lain, yang pada usia matang, belum bertemu jodoh karena terlalu sibuk dengan karir. Pasti kita akan bersukur dengan hidup kita.
Sulit memang saat harus BERSUKUR untuk BERBAHAGIA

Pastikan saja, takdir yang telah kita pilih, itu lah yang terbaik. Jika kita merasa salah melangkah, sabar saja, pada waktu yang tepat Allah akan membuka kan pintu kemudahan dan membuat kita tersenyum atas kesalah yang telah kita lakukan.

Sabtu, 15 Mei 2010

DIMANA AKU KAN BERAKHIR KELAK?

Sabtu pagi tanggal 2 May, pagi2 si Indah sms, bilangin kalo dia mimpi aku nikah, pesta gitu. Dan setahu aku, itu mimpi yang artinya gak bagus. Biasanya akan ada anggota keluarga atau orang2 dekat yang sakit atau meninggal. Believe it or not, Selasa tanggal 4 May, pamanku yang udah seminggu koma  meninggal dunia jam 6 pagi. Dengan rasa menderita yang teramat dalam, jam 10 pagi aku berangkat ke Pekanbaru, jam 4 sore sampe, langsung turun di kuburan. Aku gak sempat liat wajah pamanku itu untuk yang terakhir kalinya. Gak nyangka aja, beliau pergi secepat itu, pada usia 57 tahun, belum terlalu tua. Anaknya yang paling kecil aja masih TK. 


Hanya ini yang terakhir aku lihat. Beliau udah tertutup kain kafan.



Zuarman Bin Usman C (26/04/1953 - 04/05/2010)


Aku takut jadinya. Takut kalo aku mati pas dalam kondisi aku gak siap untuk mati. Aku takut mati dalam kondisi yang memalukan, hina dan nista. Aku takut mati saat aku belum ikhlas melepaskan kehidupan duniaku. Aku takut di kuburan nanti pas malaikat nanya2, seluruh tubuhku memberikan jawaban yang makin menambah siksaan untukku. Aku takut mati. Sangat takut mati. Tapi kenapa aku tak pernah berusaha siap untuk mati??????



Senin, 03 Mei 2010

36 JAM BERSAMAMU

Akhirnya kamu datang.
Kamu kembali menghirup udara yang sama denganku, setelah 7920 jam kita terpisah tanpa ada sekali pun bersua.

Minggu pagi yang basah,
saat air menggenangi hampir seluruh bagian kota Dumai, kamu menelponku jam enam pagi. Dengan suara gembira. Dan mengatakan kalau kamu sedang di Dumai. Tahukah kamu, saat itu aku langsung ingin terbang ke sana. Aku ingin Tuhan menghentikan hujan sebentar saja, sampai aku bisa menjemputmu.  Tapi, langit tetap menangis. Kamu pun memutuskan untuk datang sendiri. Kamu selalu begitu, tak pernah mau menyusahkanku.

Melihatmu lagi, 
Sebelas bulan berpisah tak banyak yang berubah, hanya saja rambutmu bertambah panjang. "Kaya bandit" kamu bilang. Aku sambung, "Kaya pendekar" hahahaa.... Sayang, hal-hal kecil yang terjadi saat bersamamu terasa begitu istimewa sekarang.

Kamu datang. 
Aku bisa kembali mencium aroma tubuhmu. Melihat kamu berbicara, tertawa, marah. Mengulang semuanya hanya dalam waktu 36 jam. Terlalu cepat. Dan aku sangat benci ketika hari Minggu mulai merangkak senja. Kamu harus pulang. Genangan air mataku tak mampu menahanmu untuk tinggal sehari lagi. 

Sayang,
detik yang paling aku benci ketika bertemu denganmu adalah saat perpisahan itu datang. Aku benci melihatmu memasukkan baju ke dalam tas, aku benci melihatmu memakai jaket, sepatu, aku benci mengantarmu ke terminal, aku benci melihatmu naik ke dalam bus. Dan aku tak bisa melihatmu lagi, aku tak bisa mencium aroma tubuhmu lagi, aku tak bisa memegang tanganmu lagi. Sayang, aku tersiksa saat harus pulang ke rumah sendiri. Aku tak ingin membersihkan bekas abu rokokmu yang bertebaran di lantai, rasanya aku tak ingin mencuci gelas yang kamu pakai untuk minum. Aku ingin semuanya tetap seperti itu supaya aku tetap bisa merasakan hadirmu.

Malam itu,
entah berapa lama waktu yang aku habiskan untuk menangis. Sampai kepalaku sakit. Sampai sekarang pun aku masih menangis mengingatmu dan waktu kita yang sangat singkat. Aku tak tahu, apa yang paling aku sesali sekarang. Kedatanganmu selama 36 jam yang membuat aku seperti orang tak waras saat ini, ataukah waktu yang terlalu lambat berputar, padahal aku sudah sangat ingin kamu miliki.

Kekasihku,
tahukah kamu, aku seperti kembali pada romantisme masa remajaku saat ini. Dengan rasa yang terlalu berlebihan. Semuanya jadi 'terlalu' bagiku. Biasanya aku tak pernah seperti ini. Kenapa denganku, kenapa rasa ini melemahkan seluruh tulang belulangku. Membuatku tak berdaya. Pertama kali menginjak rumah ini tanpamu lagi, aku merasa asing. 2 bulan menyatu, kenapa dengan 36 jam kehadiranmu, aku kembali merasa sunyi dan sepi di sini. Aku seperti candu untuk menelponmu, mengirimkan sms untukmu, membaca kembali semua sms yang pernah kamu kirim, melihat fotomu. Ada apa denganku, hingga aku  tak mampu mengontrol hati dan perasaanku.

Sekarang, aku kembali menggila karena kamu. Patologis yang menyerang seluruh sel syaraf otakku. Membodohkanku. Merusak inderaku. Karena aku masih bisa mencium aroma tubuhmu di sana di sini, dimanapun aku berdiri. Aku masih bisa merasakan hangat tawamu, mesranya tatapanmu, aku masih bisa membayangkan semuanya dengan sangat baik...... Aku merindukanmu lagi......

SEJENAK SAJA, PELUK AKU. LEPASKAN SEGALA YANG ADA DALAM GENGGAMANMU, AGAR AKU DAPAT MENDEKAPMU DENGAN ERAT. SEJENAK SAJA TATAPLAH AKU. LEPASKAN PANDANGANMU DARI BUNGA LAIN YANG MERAYU. SEJENAK SAJA, DUDUKLAH DI HADAPANKU. AKU INGIN KEMBALI MENCIUM WANGIMU. AKU INGIN MENYENTUH WAJAHMU. AKU INGIN MERASAKAN ADAMU. SEBENTAR SAJA SETELAH ITU, KAU BOLEH TERBANG LAGI, HINGGAP DI TIAP BUNGA YANG KAU LEWATI. BIARKAN AKU TETAP DUDUK DI SINI SAMBIL MEMEJAMKAN MATA, DAN MERASAKAN NYATA AROMA TUBUHMU, AGAR AKU LUPA, BAHWA KAU SUDAH TAK BERADA DI HADAPANKU.


Sayang, aku jatuh cinta lagi padamu....... 
Lebih dari yang pertama kali aku rasakan saat aku menyadari arti mu untukku, dulu.....

Jumat, 30 April 2010

DUMAI EXPO (R)


Hahoy.... Untuk pertama kalinya seumur hidup ngeliat Dumai Expo. Kalo di Pekanbaru, segala EXPO aku gak pernah ada minat buat ngeliat. Tapi disini, acara seperti itu merupakan satu-satunya ajang untuk melepaskan diri dari gejala-gejala Austism. Lama-lama tinggal sendiri, aku gak bakalan ngerti lagi gimana caranya berkomunikasi dengan orang lain, lupa cara ngomong, lupa cara senyum. Dan akhirnya menjadi psikopat. TIDAAAKKKKKK....... Karena gak mau hal itu terjadi, aku memutuskan untuk ikut Rika, hari Kamis sore ke TPI (Tempat Pelelangan Ikan) Dumai, di sana Dumai Expo diadakan. Dengan semangat, aku, Rika dan Tiwi, adik sepupu Rika meluncur menuju ke TPI.

Udah kebayang yang muluk-muluk aja sepanjang jalan. Acara keren dengan banyak stand makanan, minuman, souvenir, jilbab, bros lucu-lucu dan macam-macam. Sampe sana, hati langsung dihantam rasa kecewa. Ternyata biasa aja. Cuma ada stand-stand perusahaan, dinas pemerintahan, sekolah, jualan buku. Terus di luar ruangan ada permainan anak-anak, jadi kaya pasar malam. Emang, di luar pameran banyak warung tenda, tapi yang dijual standar aja, juice, teh es, indomie, dll. Biasanya kan kalo pameran ada banyak makanan khas daerah, yang aku temui cuma keripik cabe IKA yang udah biasa aku beli kalo ada request dari Pekanbaru.

Ini  stand-stand Dumai Expo yang sempat aku foto

Stand PT. Pelindo Dumai



Stand Pemerintahan Negeri Melaka
 
 
 
Stand Kemitraan Usaha Kecil Dan Koperasi



Stand Pertamina



Stand Dewan Kesenian Dumai
 
 
 
Itu cuma sebagian kecil dari stand-stand yang ada. Aku gak pernah ngeliat gimana Dumai Expo yang sebelumnya, tapi kalo penilaian aku pribadi, Dumai Expo kali ini, kurang menarik. Mungkin ramenya karena di Dumai emang minim tempat hiburan, makanya orang berbondong-bondong ke sana. Standnya juga gak penuh. Di lantai 2 pameran, kosong banget. Paling kurang dari sepuluh stand yang ada.

Jadi, setelah merasa sia-sia mengelilingi pameran, mata kami terpaku ngeliat laut. Di belakang TPI  ternyata ada laut lepas, cantik banget. Dengan binal, kami berambisi ke sana, gak perduli langit udah gelap. Melalui jalan yang penuh aral melintang, melewati tebing curam dan jembatan kayu yang mau roboh, kami sampai dengan selamat. Emang cantik, dibandingkan dengan laut yang dekat rumahku, kalah jauh....






Itu foto narsis di pinggir laut, sekaligus awal kejadian naas untuk Rika. Setelah melihat Dumai Expo, Rika langsung melakukan Expo (R) hape secara tidak langsung kepada orang lain, melalui perantara tempat duduk batu di pinggir laut Dumai. Gak ngerti juga kejadian persisnya gimana, yang jelas, setelah hari makin gelap kami pulang, menempuh jalan hidup masing-masing. Pas baru nyampe rumah, Rika nelpon aku, nanyain, hape nya ada kebawa gak. Aku bingung, jangankan terbawa, megang aja nggak. Kesimpulannya, hape Rika ketinggalan di batu tempat kami duduk itu. Langsung Rika sama Bang Anto balik lagi ke sana, Alhamdulillah, hapenya udah raib. Malang tak dapat diraih, untuk tak dapat ditolah, sisiak bana nan tak elok, Tek Rika...

Ini wajah Rika yang tampak bahagia melihat Dumai Expo sebelum melakukan Expo (R) hape



Setelah kejadian itu, jangan ditanya gimana keadaan Rika sekarang. Dia langsung tergeletak lemah tak berdaya di tempat tidur selama 1 x 24 jam, berat badannya turun drastis, rambut rontok, gak mau mandi, gak mau makan nasi, nangis darah sampai mata bengkak, gak mau keluar rumah, trauma lihat laut. Banyak gejala-gejala abnormal yang dialaminya. Maaf Tek, saya tak bisa bantu apa-apa, hanya bisa bantu.... bantu.... bantu apa ya, emang gak ada yang bisa saya bantu... Maaf ya.... Mudah-mudahan Tuhan memberimu hape yang lebih baik dan tidak sombong.... Amiinnnn.....

Senin, 26 April 2010

WE ARE SURVIVE WITHOUT LIGHT






Hidup itu berat, yang meringankannya hanyalah saat kita ikhlas menerima segala kenyataan yang ada di depan mata. Kami disini tetap  Bahagia, tersenyum dan tertawa, meskipun kami menyadari, hanya "matahari" yang menjadi akan "sinar" bagi kami, baik siang maupun "malam"



Mr. Havis in Otomotif Workshop 


Durian party Mr. Hutabarat


Mr. X menyediakan jasa potong rumput GRATIS


DON'T TOUCH HIS CHEST!!!


New Comer on 3G team....... Say Peace Miss.......


PS, WTS, AS  


 Backstage Crew  


We are "light" in The Dark















Selasa, 20 April 2010

VILLA ANGGREK YANG SEDERHANA








Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.....

Hehehee.... Merasa sangat sempurna setelah bisa onlen lagi menggunakan laptop ini, walopun cuma onlen pake Telkom Fleksi bukan Telepon biasa, dengan speed 0 bps sampe 4 kbps, nunggu konek bisa sambil mengggoreng pisang setandan, tak masalah. Yang penting sabar dan ikhlas.

Okehhh... Dua bulan menjadi warga Dumai adalah waktu yang terlalu singkat untuk mengenal Dumai secara dalam. Apalagi aku, yang nyaris sebatang kara di sini. Gak banyak yang bisa aku promosikan tentang Dumai selain akan ada PILKADA bulan Juni nanti. Lagi gencar-gencarnya kampanye. Hebat, tiap ada yang meninggal, kawinan, ato hanya arisan keluarga, bakalan ada karangan bunga sebesar gaban yang datang dari salah satu pasangan calon. Kelihatan banget lagi kampanye. Ntar pengen liat, kalo udah terpilih, masih seeksis itu gak mereka...... 

Baiklah, dimulai dari yang paling sederhana. Rumah kami di Dumai, yang terletak di jalan Anggrek. Gak tau ya, kata Rika, Villa Anggrek. Mungkin karena posisi rumahnya agak tinggi dari yang lain. Asal tau aja, Dumai ini sering banjir. Air pasang, banjir, hujan deras, banjir. Makanya kami sangat bersukur karena rumah ini bebas dari segala bentuk banjir, mudah-mudahan untuk seterusnya. Rumah kami sederhana, kecil, tapi tinggal di sini membuat kami nyaman. Kelihatan bersih karena rumah ini baru selesai dibangun. Kami lah yang dengan sukses memerawaninya. Rumah itu kami dapatkan dengan susah payah, setelah selama 2 minggu menempuh hujan panas, mengelilingi kota Dumai, menjajah motor Rika, menghabiskan stok makanan di rumah Rika, akhirnya rumah itu kami temukan #terharu. Padahal, itu rumah yang pertama kali liat, dapat referensi dari teman ibu, kebetulan masih ada yang kosong satu. Tapi dengan sombongnya kami berusaha mencari rumah lain, bak kata lagu Katon, tak bisa ke lain hati, ke rumah itu juga kami akhirnya pergi. Iseng aja nelpon tante yang punya rumah, karena udah putus asa mencari, ternyata masih ada yang kosong. Kalo jodoh emang gak kemana...... Dengan bahagia, aku dan homemaidku, Kak Rina, mengemasi seluruh barang-barang dari Pekanbaru untuk memperindah rumah mungil itu, walopun akhirnya semua sia-sia, rumah nya ya tetap gitu-gitu aja. Thanks so much untuk Rika dan pria dengan "Grandmax" nya, mereka itu yang mengangkut barang-barang yang kami bawa. Mulai dari kasur sampe motor. Berlebihan banget pokoknya waktu itu. Thanks juga untuk papa Rika yang mengikhlaskan embernya kami curi sebiji, dan mama Rika yang (terpaksa) merelakan mangkok-mangkok, gelas-gelas, toples-toples, gorden nya kami bawa ke rumah kami. Maaf Ma, kami melakukan itu tanpa sepengetahuan Mama....... Walopun awalnya malu-malu sama keluarga Rika, sekarang ini, kalo ke rumahnya, langsung mencari apa yang kira-kira bisa dibawa pulang. Biasanya dengan penuh inisiatif membungkus ayam, kue, kerupuk atau apapun yang bisa digunakan. Lumayan, menghemat pengeluaran......

Home Sweet Home....







Itu gambar rumah tampak depan. Emang gitu rumahnya, panjang ke belakang dan gak ada halaman.





















Dalamnya gini. Cuma ada ruang depan, dua kamar terus dapur. Yaahhhhh, kalo buat main petak umpet, tempat sembunyi paling aman cuma masuk ke dalam sumur atau bunker. 

Sebenarnya sih, dalam hati yang terdalam pengen punya rumah yang lengkap gitu. Sekalian ada bar nya, terus minuman sebangsa wine, cognag, liqeur, brandy, vodca, whiskey, tequila, lengkap dengan gelas dan garnishnya. Pasti keren, rumah kecil tapi bar nya lengkap. Apalah daya, gunung mau dipeluk, tangan tak sampai, bukannya bar tapi hanya ini, 



Sebuah dapur dengan tungku minimalis, dan penuh dengan stok indomie, kerupuk, bawang, beras, kecap, cuka, dll. Jauh dari khayalan bar lengkap itu temans, jauuuhhhh.... Yang hijau di sebelahnya itu, bunker buat nampung air. Kan air beli di sini, jadi itu penampungannya. Besar juga, muat sampe 5000 liter air. Kalo hujan, ditampung juga, pake selang yang orange itu, di atap dipasang corongnya. Seandainya nanti kami terkena penyakit DBD, Malaria atau chikungunya, salahkanlah bunker itu. Karena di situlah pusat pengembang biakan nyamuk.Jadi kalo hujan bukannya makin enak tidur, tapi makin stres karena takut kebanjiran. Udah pernah kejadian sekali, airnya melimpah, sukses banjir. Kamarku tenggelam, kasurku hanyut terbawa arus. Pengalaman pahit yang menimbulkan trauma berat sampe sekarang. Untung aja kejadiannya tengah malam, kalo nggak, kan udah bisa buka kolam renang untuk umum, lumayan juga untuk tambahan.


Ini bagian belakangnya. Tempat nyuci, jemur kain, nyuci piring, dll. Itu sumur yang airnya gak layak buat dikonsumsi. Makanya kami tutup aja pake kawat nyamuk supaya gak makin meraja lela nyamuk-nyamuk nakal itu....

Jadi, emang cuma segitu aja rumahnya. Gak besar kan? Jadi kalo ada gosip simpang siur yang berlebih-lebihan bilang rumah kami tingkat tiga, itu salah besar. Kenyataannya hanya sebesar daun kok. 

INTERMEZO.....

Dumai ini kota mahal. Biaya hidup tinggi. Sebagai wanita yang cerdas, aku punya siasat untuk menghemat pengeluaran..... Pertama, datanglah ke rumah orang saat jam makan, tapi jangan terus-terusan, atur waktu supaya gak terendus oleh orang yang bersangkutan maksud sebenarnya. Kedua, stok lah indomie sebanyak-banyaknya, jadi saat kepepet dan gak ada lagi yang membantu, peluklah indomie itu dengan erat, lalu bakar dia dalam air mendidih. Ketiga, usahakan cari teman serumah yang cocok, aku cocok dengan Kak Rina yang vegetarian sejati, kalo beli miso cukup satu aja, bawa pulang kerumah lalu diolah kembali dengan smart, Kak Rina makan mie nya aja, aku makan mie campur ayam. Dan yang Keempat, hadirilah setiap undangan yang datang ke kantor. Ini baru tadi aku praktekkan, yang ngundang gak jelas siapa, tapi jam setengah 12 udah ready mau pergi makan siang ke sana.... Hakhakhakak..... Niat banget. Abis makan langsung pulang, gak ada salaman sama pengantinnya yang belum siap tempur.....


Senin, 19 April 2010

KESALAHAN FATAL (LAGI!!!!)





Kesendirian itu menyedihkan, menyesatkan dan kadang meninggalkan bekas yang berakibat fatal. Begitu juga kesendirian yang aku alami selama 4 hari kemarin. Homemaid ku, Kak Rina tidur sama keluarganya di hotel, sebenarnya aku cukup bahagia, karena tiap pagi aku datang mengunjungi mereka  dengan rasa lapar, dan ikut sarapan sempurna di sana. Tapi, di hari kedua home alone, aku bangun terlalu pagi. Selesai beresin rumah, tetap aja masih pagi, gak mungkin jam 6 pagi aku muncul ke sana, sangat memalukan kalo itu terjadi. Maka aku pun duduk di dekat parit belakang rumah. Kesendirian memunculkan banyak ide di kepalaku untuk melakukan sesuatu.

Ritual Pertama : Menggunting kuku tangan.

Ritual Kedua : Memandang kuku kaki, dan memutuskan belum layak untuk di eksekusi.

Rituan Ketiga : Masuk kamar dan menyisir rambut, mengamati poni yang udah terlalu panjang.

Ritual selanjutnya, dengan penuh birahi, mengambil gunting, kaca hadiah kawinan dan kembali duduk di dekat parit belakang rumah. Berusaha menyamakan posisi poni bagian kanan dan kiri, lalu tanpa mengucapkan Bismillah, poni itu di sunat dengan hinanya. Cukup sekali aja, dan aku sadar aku telah melakukan kesalahan fatal. Terlalu Pendek, Sodara-sodara. Kesendirian dan kehampaan yang aku rasakan, berakibat terlalu jauh. Aku merendahkan martabat poni ku sendiri.

Tiba-tiba ingatanku kembali ke masa lalu, saat aku masih bersama ibuku tercinta. Kami ke salon dan aku bilang aku mau potong poni seperti Dora The Explorer, ibu berkata dengan wajah iba, "Jangan Nak, wajahmu terlihat tambah lebar jika hal itu benar-benar kau lakukan." Apa kata ibu jika melihat poni tak rata hasil karya anaknya ini? Dan memory ku melayang lagi pada Untochable Man, si Kabogoh yang bodoh itu. Aku pernah bertanya dengan manja,

Aku : "Yank, aku mau potong poni ya....."

Untouchable Man : "Udah, gak usah macam-macam. Rambut cuma tiga helai itu aja mau dimacem-macemin."

Aku : "Tapi kan lucu."

Untouchable Man : "Udah gak usah. Ntar mirip JAMAIKO!!!"

Jangan heran, Untouchable Man itu cukup bodoh untuk mengerti bahwa ADIK nya GIANT itu JAIKO bukan JAMAIKO. Pasti hanya penghinaan yang akan aku dapatkan seandainya dia melihat poniku ini.... Kependekan dan bentuknya seperti jalanan arah ke kantor, gak rata.....




Begitulah hasil poni yang difoto secara close up. Moga-moga, poni itu cepat panjang sehingga jejak-jejak ketidak merataan nya bisa terhapus dan luput dari mata ibu dan untochable man..... ...

Waktu Kak Rina back to home. Aku sengaja mau buat surprise tentang poni ini. Jadi, sore-sore dia lagi jongkok-jongkok bersihin parit belakang, aku menyisir poni ku dengan cute. Terus aku tanya, "Kak, cute gak?" Wanita berdarah dingin itu, melirik ku sekejap dengan sinis, lalu berkata datar, "Cute." dan dia membersihkan parit lagi. Mungkin aku akan tetap merasa cute kalau tadi sore dia gak meralat ucapannya. Ternyata hanya di mulut saja kata "Cute" itu di lafazkannya, di hatinya kata "CULUN". Dia gak sanggup hidup dalam kebohongan seumur hidup.......
Apapun kata mereka, aku tetap merasa, poni itu cukup imut kok #walopunberderaiairmata.

Sabtu, 17 April 2010

PERSAHABATAN ITU SEDERHANA

Sahabatku bilang,

Persahabatan itu sederhana. 
Mungkin sesederhana embun yang menetesi daun di pagi hari, atau sesederhana bunga yang merelakan madunya dihisap oleh lebah kapan saja.

Persahabatan itu sederhana. Hanya masalah kejujuran. Saat ingin marah, saat ingin menangis, saat ingin berbagi duka, bahkan saat berkhianat pun, jujur saja pada sahabatmu. Biarkan dia memilih, persahabatan atau pengkhianatan itu yang akan disimpan dalam Long Term memory nya.

Sesederhana sebuah maaf. Ketika hati tersakiti, untuk apa diperpanjang masalah yang ada. Obati saja dengan mengingat tahun yang telah dilewati bersama. Seperti penghapus yang menghapus kesalahan pensil. Begitulah seharusnya persahabatan itu. Saling menutupi kekurangan, menghapus kesalahan. Meniadakan khilaf yang kecil. 

Aku, dan sahabatku. Bukan orang yang sama. Tapi kami tahu, hati kami bertaut dalam satu wadah persahabatan yang tulus. Tak banyak waktu yang kami lewati bersama. Namun saat gundah, gelisah, sedih,  marah atau bahagia, kami tahu kami ada untuk satu dan yang lainnya. Kami pun tahu, saat kami saling menyakiti, bukan permusuhan yang akan menyelesaikan semuanya, tapi kesabaran dan kesadaran bahwa kami sedang berada dalam "masa-masa gelap". Belum bisa untuk saling menerangi. 

Aku bukan siapa-siapa. Sahabatku pun hanya orang biasa. Kami hanya orang-orang yang sangat biasa. Yang saling menopang untuk tetap bisa berjalan, yang saling merangkul saat menemukan kesulitan, yang saling memaafkan saat ada kekhilafan. Hanya begitu saja kami. Mungkin orang tak mengenal kami, tak menyadari akan kehadiran kami. Siapa yang perduli. Saat kami tahu kemana kami harus berlari saat kesendirian tak lagi mampu menyelesaikan masalah yang ada, semua pendapat orang lain tak lagi berarti.

Aku dan sahabatku hanya manusia yang sederhana. Justru karena itulah, persahabatan yang terjalin pun persahabatan yang sederhana. Saat jarak dan waktu bukan masalah untuk saling menyanyangi, saat luka yang ada tak menjadi alasan untuk saling benci, saat memaafkan merupakan solusi untuk semua masalah yang ada, saat kejujuran menjadi tiang kokohnya hubungan, saat setiap kesalahan yang terjadi bisa ditoleransi dalam bentuk dukungan sepenuh hati. 


Dan sekarang, aku sangat berterimakasih pada Tuhan, yang telah mengirimkan sahabat-sahabat terbaik dalam hidupku, yang mengerti akan semua kekuranganku, yang bisa menyimpan semua rahasiaku, dan mempercayakan rahasianya padaku.  Terimakasih karena kalian tak pernah "meremove" ku dari kehidupan kalian bahkan ketika aku melakukan kesalahan.

Kamis, 08 April 2010

DISKUSI SERU

Cuma lewat fb, diskusi ma orang yang dulu2 malah gak pernah ngomong kalo ketemu. Tapi sumpah, seru banget. Dengan kesimpulan2 nya yang keren, gak bisa diduga,ilmiah dan penuturan yang rapi, aku jadi ngerasa mentah, patah dan dangkal... AAAAHHHH.... SUNGGUH PENGEN NGELANJUTIN STUDY.... PENGEN PENGEN PENGEN... Mudah2an ada jalannya... Amiiin...

Makasi ya Alit As Sofie atas pencerahan2 nya mengenai hirarki Maslow. Terimakasih untuk kesimpulan yang sangat mudah aku mengerti..... Jadi, hirarki kebutuhan itu bukan seperti tumbuh kembangnya seorang manusia yang melalui tahap demi tahap, tapi lebih kepada kecendrungan perilakunya saat mencapai aktualisasi diri. Bahkan saat seseorang lapar (kebutuhan biologis, Maslow), tapi gak mencuri karena dia tahu mencuri itu salah(superego, Freud), dia merasa gak bermakna kalau dia mencuri untuk makan (meaning life, freankle), itu aja udah sampai pada tahap aktualisasi. Uuuugggghhh, keren keren keren... Mungkin biasa aja ya,tapi jujur, selama ini teori maslow itu emang ngambang buatku. Apalagi pendapat dosen2 gak sama,tapi waktu share sama dia, aku ngerti, aku paham dan aku setuju dengan pendapatnya. Gak kaku, gak sok2 ilmiah dan mudah dicerna.... Huhuy... Once again tengkyu somach....

Rabu, 07 April 2010

SEBUAH TANGGUNG JAWAB

Back to Real Life... Menjadi gembel di Dumai... Hehehe

Ternyata kondisi kantor tak seindah biasa, sepi lagi sepi lagi... Ughh...

Akhirnya,aku sampai pada tahap 'tenaaang' setelah lama gelisah karena pindah ke Dumai. Sekarang aku lagi sendiri di rumah. Homemaid ku, kak Rina, lagi sakit. Matanya bengkak gitu,heran juga, hamil bisa di mata ya.... Cepat sembuh sista... Wajar kalo kau sakit kakak, kacang sebungkus besar itu kau makan sendiri... Ingat umur,udah banyak penyakit... Hehehehe...

Ehm... Sebenar benar nya,aku ngerasa gak adil. Okeh, kami 10 orang dengan jabatan dan status yang sama, penempatan sama, knapa cuma 7 orang yang bener2 stay di sini?? MANA YANG LAIN?? Batang hidungnya gak ada muncul. Tapi sudahlah. Toh bukan aku yang bayar gaji mereka, bukan aku yang kasih makan mereka. Aku ngerti kok, ngerti banget dengan kondisi mereka. Si A, B dan si C gak mau pindah karena alasan keluarga. Emang aku gak punya keluarga?? Itu kan pilihan kita. Harusnya kan mundur aja sekalian, daripada makan gaji buta. Mungkin mereka beralasan, di kantor kan belum ada kegiatan bla bla bla... Yah...emang gitu,tapi apa kalian gak punya sebuah rasa yang bernama TANGGUNG JAWAB?? Ada atau gak ada kegiatan, kita tetap di gaji... Artinya kita harus ada di tempat kerja kita, di Dumai... Sekarang atau nanti sama aja. Mengertilah akan kesulitan orang lain. Jangan karena alasan:

"Mau makan apa kita di sana gak ada pelatihan?"

hey, aku selama ini makan layak kok. Apa bedanya kamu sama aku? Justru karena keberadaanmu yang entah dimana tapi tetap menerima gaji yang sama dengan kami di sini, makanan yang kamu makan 'MUNGKIN' menjadi tidak layak bagimu, karena kamu gak berhak mendapatkannya. Kalo saja mereka tahu, salah seorang security di kantor hanya bisa makan ubi karena udah gak ada uang buat beli beras, pasti mereka bersukur karena mereka mendapatkan gaji yang lebih dari cukup.

Atau beralasan:

"Anak aku masih sekolah jadi belum bisa pindah"

kalo aku jadi bos, aku bakalan bilang : "ya gak papa,tapi kamu gak gajian sampai anak kamu tamat sekolah"

Hmmmm, mungkin TK jaman sekarang canggih ya. Kalo pindah, bakal batal sks yang udah diambil... Hallllooo... DUMAI ini bukan daerah terpencil yang gak ada sekolah. Semuanya ada di sini, TK, SD, SMP, SMA sampe perguruan tinggi ada. Listrik ada, air ada, apa lagi yang kurang??? Kalo gak memulai sekarang, besok2 akan lebih sulit.

Ya sudahlah, orang hidup kan punya cara masing2. Aku memilih cara ini, pindah total walopun aku takut awalnya. ALHAMDULILLAH sekarang aku tenang. Belum tentu aku sebahagia sekarang kalau aku tidak berada di sini...

Banyak hikmah yang aku ambil dengan berani memutuskan pindah. Salah satunya mengajarkan aku untuk selalu bersukur atas segala rezeki yang Allah kasih ke aku. Aku masih ada uang untuk beli beras saat beberapa langkah dari tempatku berdiri, ada yang gak mampu beli beras, dan terpaksa puas dengan makan ubi... Aku masih ada uang untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak saat yang lain harus ikhlas tinggal di kantor, gak ada listrik dan terpaksa tidur rame2 di selasar... Aku juga menggali hal positif dari dalam diriku, ternyata aku punya rasa TANGGUNG JAWAB. Walopun gak terlalu besar,tapi aku merasa dengan pindah ke sini aja udah menunjukkan suatu bentuk tanggung jawab terhadap rezeki pekerjaan yang dikasih Allah. Mudah2an, langkah kecil yang aku ambil sekarang, akan 'membesarkanku' di masa yang akan datang... Thanks so much Allah for all my life...

Minggu, 28 Maret 2010

MAAF

Air mata mungkin merupakan pembasuh luka di masa depan...

Jika sekarang kamu sedang menangis, maka kelak kamu akan bahagia karena tangisanmu sekarang...

Aku minta maaf padamu...
Karena mungkin aku lah penyebab jatuhnya air matamu...
Aku lah penyebab hilangnya senyummu...
Aku lah penyebab lunturnya kebahagiaanmu...

Tolong jangan vonis aku jahat sekarang. Karena suatu saat, ketika kamu mulai melewati satu demi satu kerikil kehidupan, kamu akan menyadari bahwa yang aku lakukan semata2 untuk kebaikanmu...

Aku sayang kamu, sungguh2 menyayangimu. Aku akan melakukan apa saja untuk mu, agar senyum kembali muncul d bibirmu, agar bahagia kembali memancar di wajahmu.

Karena trlalu besar rasa sayangku, maka aku akan memberimu obat yang pahit agar kamu tak akan merasakan sakit lagi selamanya.

Sekarang,
Menangislah...
Marahlah...
Menggerutulah...
Keluarkan smua kesal mu padaku...

Aku akan diam saja mendengarnya, dan maafkan aku karena telah menyakitimu...

#kau harus tahu dalam hatiku bergetar, waktuku tahu, kau terluka saat aku, buatmu menangis, buatmu bersedih, inginku memelukmu dan ucapkan maaf, maafkan aku, maafkan aku, maafkan aku. Aku, aku pun mencoba tuk beri yang terbaik untuk kau miliki (MAAF-JIKUSTIK)#

Minggu, 21 Maret 2010

MOVE ON

Udah hampir 2 minggu bertransformasi menjadi warga kota Dumai. Ahem... Tinggal jauh dari orang tua memang sangat berat. Bawaannya jadi mellow gak jelas.

Di Dumai aku ngontrak rumah di dekat pelabuhan bersama seorang teman sekantor, kak Rina. Rumahnya warna orange, petak2 kecil ke belakang. Jadi kalo mau masukin motor ke rumah susah banget karena gank nya kecil. Rumah kami di belakang, nomor 4. Rumah kecil tapi menyenangkan. Bikin betah untuk bertahan gak keluar rumah seharian.

Kesan pertama yang begitu menggoda tinggal di Dumai adalah panas. Udara Dumai panasnya keterlaluan, bikin kulit cepat hitam. Terus Dumai juga mahal. Harga2 dua kali lipat dari harga di Pekanbaru. Di sini, air nya jelek,jadi buat mandi dan menjalani aktipitas lain yang membutuhkan kami beli air. Di rumah itu udah bunker bawah tanah. Sejenis bak besar gitu. Cukuplah untuk menampung 5000 liter air.

Setiap hari menempuh jarak 32 kilometer untuk PP dari rumah ke kantor. Kantor tercinta itu, belum masuk listrik. Jadi kalo lagi gak rame, suasananya tenang dan tentram. Kanan, kiri dan belakang kantor hutan belantara, mungkin babi atau harimau masih bermukim di sana. Di depannya jalan lintas luar kota trus juga ada pipa2 sangat besar yang aku gak tahu gunanya untuk apa.

Di Dumai, bahasa yang digunakan sehari2 adalah bahasa Melayu. Kalo di Pekanbaru, anak2 kecilnya kan mahir bahasa Padang. Nah, kalo di Dumai, kaya upin dan ipin.

"Apelah dikau ni... Awak bilang tak macam tu... Tunggu kejap ye"

Hahahaha... Pertama dengarnya lucu. Tapi sekarang, logat bicara ku udah agak berubah, macam orang Dumai.

Belum banyak yang aku tahu tentang Dumai. Tapi, aku senang di sini. Yaaaahhh, walaupun tak ada yang senyaman rumah sendiri, tetap aku berusaha melebur dalam panasnya kota Dumai.

Sabtu, 20 Maret 2010

KATARSIS {ii}

Akhir2 ini,hati and otak sama hank nya, sama eror nya... Mungkin karena sedang melewati masa adaptasi yang cukup berat dengan perpindahan total dari Pekanbaru ke Dumai. Biasanya aku hidup didampingi keluarga, sekarang aku harus tetap survive sendirian.

Gak jelas kenapa ya, makin kesini rasanya orang2 terdekatku makin jauh meninggalkanku. Aku gak ngerasa 'dirangkul' lagi saat aku menceritakan beban hatiku. Mungkin jadinya kami hanya saling menyakiti. Ada kalanya,aku memang perlu 'dimarahkan' saat aku mengeluh, agar aku ingat banyak orang yang lebih susah dari aku. Namun sekarang aku perlu 'dukungan'. Walaupun aku salah, atau terlalu berlebihan menghadapi masalah kecil,tapi aku belum siap untuk 'dikata2i' dengan tajam. Aku ngerti kok, mungkin gak hanya aku yang sedang gundah, susah dan tertekan. Banyak orang di luar sana yang mengalaminya.

Terserahlah kalau orang menganggapku manja. Atau mengatakan inilah pilihan hidupku, jangan cengeng. Rasakanlah menjadi aku... Saat aku harus pindah meninggalkan orang tuaku, memulai hidup dari titik ternadir dalam hidupku, menghabiskan banyak biaya hingga akhirnya untuk makan pun aku harus mengais sisa2 uang yang ada. Rasakanlah jadi aku, menempuh puluhan kilometer untuk sampai ke kantor, jalan yang ku lewati adalah jalan lintas luar kota, penuh dengan mobil dan bus besar, jalan yang rusak pada beberapa bagian. Aku sangat gamang awalnya karena aku memang belum terlalu lama bisa mengendarai motor,tapi aku lawan takutku demi tanggung jawab dan halal nya rezeki yang aku cari. Rasakanlah jadi aku... Aku hanya butuh empati dari mu. Saat ini mentalku sedang jatuh berderai ke tanah... Mulutku mungkin tertawa, tapi hatiku merasa sepi, sendiri dan kosong...

Ya sudahlah... Mungkin hanya aku saja yang sedang labil, merespon negatif untuk sikapmu yang biasanya ku mengerti...

Satu... Satu... Mereka pergi dan berlalu... Meninggalkanku tanpa ada tempat untuk mengadu. Tapi aku masih tetap berharap, kamu tak akan pergi meninggalkanku sendiri. Aku tetap berharap, kamu akan 'merangkulku' saat aku berduka. Aku tetap berharap kamu masih menyediakan tempat khusus dalam hatimu untukku. Aku tetap berharap kata2mu saat itu 'sekarang aku cuma punya kamu, jadi jangan macam2 ya' bukan hanya bunga bicara. Saat ini kehampaanku benar2 mencapai puncaknya. Uuuugghhh, aku sangat benci kondisi ini... Aku muak saat aku ingin berbagi, aku baru menyadari bahwa aku hanya berdiri sendiri di sini.

Jumat, 19 Maret 2010

AKU INGIN MENGELUH PADA TUHAN

Tuhan, aku ingin mengeluh padaMU...

Saat uang di dompetku hanya tersisa sepuluh ribu rupiah.

Saat aku merasa sangat marah karena orang lain telah menimbulkan banyak kesulitan dalam hidupku.

Saat aku ingin makan-makan,namun uangku hanya cukup untuk makan.

Saat keluargaku berkumpul,aku tidak ada didekat mereka.

Saat ingin menangis,tak ada seorangpun yang bisa kujadikan tempat bersandar.

Saat aku melihat orang lain mendapatkan kemudahan padahal aku telah bersusah payah untuk mendapatkan hakku.

Saat aku menempuh jarak puluhan kilometer, berpapasan dengan truk besar, berusaha mencari celah menghindari lubang menganga di jalan,hanya untuk menuju ke sebuah tempat yang tak pernah diterangi cahaya lampu.

Saat aku berharap hujan turun setiap hari agar aku tidak perlu membeli air untuk mandi.

Saat aku begitu rindu hangatnya rumahku, teraniaya sepi dalam sebuah kamar yg berjarak ratusan kilometer dari tempat keluargaku bernaung.

Tuhan...
Kenapa hidupku begitu berat?
Tunjukkan kuasaMU padaku...
Tunjukkan adilMU itu memang ada...

Tuhan...
Mohon ampuni aku atas segala keluhanku padaMU... Maafkan aku Tuhan karena aku tak pernah bersukur.

Saat uang di dompetku hanya tersisa sepuluh ribu rupiah, seorang bapak tua mengais sampah demi uang seribu rupiah.

Saat aku merasa sangat marah karena orang lain telah menimbulkan banyak kesulitan dalam hidupku, seorang ibu bersabar melayani anaknya yang mengalami keterbelakangan mental.

Saat aku ingin makan-makan,namun uangku hanya cukup untuk makan, seorang ayah harus memutar otak untuk mencukupi makan 4 orang anak dan seorang istrinya dengan uang 5ribu rupiah.

Saat keluargaku berkumpul,aku tidak ada didekat mereka, mungkin seorang anak di luar sana,tak tahu dimana keluarganya berada.

Saat ingin menangis,tak ada seorangpun yang bisa kujadikan tempat bersandar, namun di sisi lain, seorang nenek harus hidup sebatang kara karena ditinggalkan oleh anak cucu nya.

Saat aku melihat orang lain mendapatkan kemudahan padahal aku telah bersusah payah untuk mendapatkan hakku, aku melihat kakek tua yang berjalan ditengah terik matahari mencari dompetnya yang telah dicuri.

Saat aku menempuh jarak puluhan kilometer, berpapasan dengan truk besar, berusaha mencari celah menghindari lubang menganga di jalan,hanya untuk menuju ke sebuah tempat yang tak pernah diterangi cahaya lampu, seorang pelajar harus berjalan kaki puluhan kilometer terpanggang panasnya mentari, untuk sampai ke sekolah,dan bila malam tiba,ia hanya ditemani sinar lilin untuk belajar.

Saat aku berharap hujan turun setiap hari agar aku tidak perlu membeli air untuk mandi, masyarakat ditempat lain menderita kekeringan panjang dan tak tahu mau pergi kemana untuk mendapatkan air.

Saat aku begitu rindu hangatnya rumahku, teraniaya sepi dalam sebuah kamar yg berjarak ratusan kilometer dari tempat keluargaku bernaung, seorang yatim piatu harus menghabiskan malam di emperan jalanan dan tak tahu kemana mencari kuburan orang tuanya.

Tuhan...
Terimakasih untuk hidup terindah yang telah kau berikan. Seandainya nanti aku mengeluh lagi kepadamu, ku mohon tegurlah aku Tuhan... Jangan biarkan aku larut dalam sebuh kesusahan yang aku rasakan padahal telah bergelimpangan kenikmatan yang KAU berikan.

Minggu, 14 Maret 2010

Rindu Ibu

Rabu...

Kamis...

Jum'at...

Sabtu...

Minggu...

Baru 5 hari udah Rindu Ibu...

Huhuhu... Mom, miss u so much much much...

I feel lonely here without your smile, your sound, your laugh.....

Mom... I miss u...

Miss you when We talk about family... About man... About you... About me... Miss you when we laugh together...

Mom... I wanna cry here...

I love U Ibu... Aku disini sangat merindukanmu dan selalu ingin menangis menghabiskan detik tanpa mendengar suaramu bergema, tanpa melihat wajahmu tersenyum...

Ibu Aku Sangat Rindu..

Rabu, 03 Maret 2010

RINDU

Rindu ini mulai bernyanyi dengan merdu........
Rindu ini menggeliat cepat......
Rindu ini membodohkanku....
Aku ingin kamu, kamu dan hanya kamu.....

Ingin ku tulikan telingaku dari nasehat2 menjemukan itu....
Ingin ku bungkam mulut orang yang menertawakan rasa ku....
Aku hanya mau menuju padamu...
Hanya itu.....

Aku  mulai muak dengan kata sabar.....
Sabar.....
Dan sabar....
Aku mulai muak dengan linangan air mata....
Aku mulai muak menunggu...
Aku ingin berlari ke arah mu.....
Memelukmu...
Cukup...... Itu saja inginku......

Ku mohon mengerti
Jangan ucapkan lagi kata "SABAR"
Jangan bilang lagi "NANTI AKU YANG KESANA"
Aku sudah tak mampu
Rindu ini sangat mengangguku....
Mengertikah kau terlalu berat kupikul rindu ini
Menunggu dengan kalut
Aku bosan.....

Tunjukkan wujudmu padaku
Tunjukkan bahwa kamu rasakan hal yang sama
Tunjukkan!!!!

Saat ku lihat bintang berpendar
Melantunkan harap ke hatiku
Meniupkan bahagia yang terlanjur berbunga.....
UUUUUUHHHH  LAGI2........
Hancur, hilang dan kau pun tak mau berusaha untukku
Aku ingin melangkah maju, kau tutup jalan yang kan ku tempuh
Harapku pun musnah.....

Mengertilah perasaanku....
Aku mohon.....

Hanya kamu....
Kamu....
Kamu....

Mau ku....

Beratkah??????

Selasa, 02 Maret 2010

BAYANG-BAYANG

Seandainya kamu nyata ada di hadapanku...

Aku ingin mencium seperti apa wangimu... Aku ingin melihat seperti apa wajahmu... Aku ingin menyentuh tanganmu, pipimu, rambutmu, bibirmu...

Aku ingin tahu, seperti apa rupamu di sana... Apakah masih sama dengan lukisan yang tersimpan di hatiku? Ataukah telah berubah hingga ku harus mematri lukisan baru...

Kekasih dalam jiwaku... Aku ingin tahu, bersama siapa kau di sana... Telahkah kau mengikat janji pada bunga yang lain? Ku takkan marah karenanya, sungguh, aku akan tetap mengagumimu seperti ini. Cukup begini saja...

Lelaki dalam khayalku.... Kenapa kau tak hendak menjadi nyata dalam hidupku? Kau tetap segelap bayangan... Selalu mengikuti kemana kakiku melangkah, namun saat ku berbalik, hanya ruang hampa yang ku sapa...

Sungguh Sayangku, kuingin kau lah yang menjadi belahan jiwaku. Aku harap aku lah tulang rusuk mu yang pernah hilang...

Pria yang hilang ditelan gelapnya malam...

Salahkah aku kalau air mata ini kerap mengalir karenamu? Salahkan aku kalau hati ini selalu melantunkan lagu rindu untukmu?
Salahkah aku kalau aku cemburu? Cemburu pada siapa, karena apa,aku pun tak tahu. Dan aku takut kalau kau tahu,kau malah berlari makin menjauhiku... Hingga sia2 aku merangkak untuk memacumu...

Mungkin kamu bintang, aku ilalang. Mungkin kamu bulan, aku pungguk. Mungkin kamu langit, aku bumi. Yang terpaksa harus menengadah untuk melihatmu yang jauh di atas sana. Tak mampu ku kesana, tak mampu kumerasakan udara yang kau hirup.

Bagimu, mungkin ini cukup untukku. Hanya bayang2mu yang ada, sementara ragamu entah ada di mana, entah dalam pelukan siapa. Tapi tak mengapa,cukuplah bagiku ada bayangmu yang mengiringi ayunan kaki ku. Memang tak bisa ku lihat,tak bisa ku sentuh, tak bisa ku reka seperti apa bayangmu yang mengikuti di belakangku.

Setidaknya, aku masih bisa tersenyum dalam tangisku pada siang yang terang. Walaupun saat malam datang,aku kembali membeku menangis tak berkesudahan, jangankan nyatamu, bayangmu pun tak ada di mana2....

LAKI-LAKI YANG SALAH - LAN FANG

Baru aja selesai baca buku... Judulnya 'LAKI-LAKI YANG SALAH' karya LAN FANG. Jadi buku itu berisi kumpulan cerpen yang dibagi jadi 3 kelompok SIANG, MALAM dan PAGI. Ceritanya bagus,ada yg ringan dan ngepop,ada juga yg berat banget, sulit buat dimengerti.

Dari semua ceritanya, aku paling suka
'PANGERAN API DAN PUTRI AIR'

"Kamu tahu dongeng HC Andersen tentang Pangeran Api dan Putri Air? Itu sebuah dongeng cinta yang ironis. Pangeran Api jatuh cinta kepada Putri Air. Apakah menurutmu bisa? Bisakah api dan air bersatu? Cukupkah cinta hanya dirasakan? Tidak perlu kata2, tidak bisa menyentuh, tidak bisa memeluk, tidak bisa mencium."

Baca cerpen itu,aku jadi sedih, aku jadi membayangkan berada dalam posisi Putri Air dan Pangeran Api...

Mungkin yang ngarang ini feminis sejati ya. Ada cerita yang lucu, tokoh utama nya bilang,dia bosan baca berita di koran, cuma ada perempuan yang diperkosa,diperiksa selaput daranya... Bla... Bla... Bla... Sesekali dia mau baca berita pagi, seorang laki2 tewas di tangan perempuan, dengan tubuh terpotong2, termasuk alat kelaminnya... Dan di cerpen yang terakhir,tokoh perempuan itu 'dihidupkan' nya...



Yang menarik, Penulisnya punya banyak kata2 bagus, yang menggambarkan kemarginalan perempuan. Aku ketawa waktu ngebacanya.

'Laki2 sama seperti kucing. Licik... Seekor kucing mengeong2 minta dipangku dan dielus2 tengkuknya. Lalu ia merem melek tidur di pangkuan. Tetapi ketika tetangga sebelah menawarkan pindang, dengan mudahnya ia mengeong, mengendus dan menjilat kepada tetangga sebelah'

'Kalau laki2 seperti kucing, perempuan setia seperti anjing. Anjing akan tetap duduk setia menunggu pintu sampai tuannya pulang ke rumah. Ia tidak akan memakan pemberian tetangga. Bahkan terkadang, tuannya sudah bosan dan mengusirnya sambil melemparnya dengan sepatu, sang anjing masih kembali menjaga pintu rumah tuannya'
(DEJA'VU)

'Tahukah kamu siapa Yudistira?'

'Hm,ia pandawa tertua yang paling bijaksana. Ya, cuma Yudistira yang mencapai nirwana, bersama seekor anjing'

'Kalau begitu Yudistira sama dengan anjing? Apa bukan anjing namanya, kalau Yudistira mempertaruhkan Drupadi, istrinya, di atas meja dadu hanya untuk Astinapura?! Apa bukan anjing namanya, kalau Yudistira hanya duduk terpana ketika Drupadi ditelanjang Duryudana? Apa bukan anjing namanya kalau harga diri Yudistira lebih mahal daripada harga Drupadi, belahan jiwanya?'
(PEREMPUAN ABU-ABU)

'Kalau perempuan berharga, kenapa undang2 perkawinan hanya mengatur tentang poligami? Kenapa tidak mengatur tentang poliandri? Kenapa kalau perempuan tidak bisa memberikan keturunan bisa menjadi alasan bagi laki2 untuk kawain lagi? Bagaimana dengan laki2 yang inpoten, azospermia, ejakulasi dini, atau apa saja namanya... Bisakah dijadikan alasan buat perempuan kawin lagi? Di mana hukum perkawinan kita menempatkan bahwa perempuan itu berharga?'
(JANGAN MAIN-MAIN DENGAN PEREMPUAN)

Kamis, 25 Februari 2010

KATARSIS

Aku takut...

Saat kau telah memilihku, aku malah mengecewakanmu.

Aku takut...

Saat kau yakin padaku, aku tak bisa membahagiakanmu.

Aku takut...

Saat kau berjuang untuk hidupku, aku malah melukaimu dengan segala kealpaanku.

Aku takut...

Saat kau lelah menjalani harimu, aku jauh darimu, terlalu jauh bahkan sekedar menyediakan makanan untukmu pun aku tak mampu.

Sungguh aku takut...

Kau salah karena telah memilihku, kecewa karena telah mempertahankanku dan terluka saat kau memilikiku.

Aku takut aku tak layak untuk mendampingimu, aku takut aku tak pantas untuk kau perjuangkan, aku takut akan melihat penyesalan di wajah mu saat kau menyadari bahwa aku tak sesuai dengan impian mu.

Sabtu, 20 Februari 2010

MENUJU KEGELAPAN

Warna kulitku berubah drastis... Dulu warnanya cokelat muda sekarang kulitku MENUJU KEGELAPAN, warnanya jadi hitam... Terbakar matahari, terkontaminasi ultraviolet, mengikis keindahan alami kulitku.

Kota Dumai memang membakar. Keliling2 selama beberapa hari di Dumai, kulitku mengalami metamarfosa, panas Dumai emang beda. Panas laut, panas debu, panas minyak, bikin kulit kering dan pecah2....

Mungkin karena aku emang ada bakat hitam ya... Ayah hitam, andy hitam, kak kiki hitam,tentu aja aku jadi rentan menghitam....

Perlu di lulur ne badanku sekarang, jangan sampe aku berubah status jadi WANITA BERBADAN GELAP. Minimal warna nya jangan hitam lah, cukup cokelat tua aja. Masih bisa di klasifikasikan dalam warna kulit orang Indonesia. Mudah2an lulur yg akan aku beli, punya zat2 whitening tingkat tinggi...

Selasa, 16 Februari 2010

WANITA

Pernah nonton film bokep gak?? Kalo belum,perlu juga sesekali dilihat. Jangan hanya satu, coba lihat 5 film sekaligus. Lupakan adegan2 yg perlu di sensor,tp lihatlah gimana film2 itu mengeksploitasi pemeran wanitanya.

Sebagai cewek,aku kadang kasian liat cewek yang ada d bokep itu. Mukanya, badannya,alat vitalnya, semua di sorot habis. Kalo yg cowok,paling punggung atw bagian2 kecil tubuhnya aja.

Sahabatku sesama wanita,hal seperti itu terjadi karena kita ini merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling indah. Aku bahagia karena aku wanita. Makhluk yang lebih banyak merasakan daripada memikirkan.

Kita lah yang harusnya menjaga diri kita. Hargai diri kita sebagaimana mestinya. Tutuplah bagian2 tubuh yang memang seharusnya ditutup. Jangan mau jadi penyebab laki2 berdosa.

Agama saja meletakkan wanita pada tempat yang mulia,yang harus dijaga kehormatannya. TUHAN mengamanatkan kita melakukan tugas mulia, menjadi media bagi proses terciptanya seorang makhluk kemudian menghirup udara di dunia. Kita pula lah yg wajib memberikan makanan pertama bagi makhluk itu. Makanan terbaik dengan gizi yang paling paripurna. Thanks God, tubuh kita lah yang memproduksi makanan itu.

Wanita,menjadi lambang bagaimana moral suatu bangsa. Jangan mau menjadi korban eksploitasi oleh siapapun. Untuk apa kita memakai rok yang hanya menutupi sedikit kaki bagian atas,saat ada laki2 yang melihatnya lalu merasakan gairah, sudah berapa banyak dosa kita bertambah.

Tubuh kita memang menggoda,tapi jangan menjadikannya sebagai alat penggoda laki2.

Suara kita memang merdu,tapi jangan sampai menyuarakan hal2 tabu.

Wanita,makhluk yang mempunyai samudra maaf dihatinya, mempunyai ladang kebaikan d kalbunya, mempunyai kekuatan tak terhingga di tubuhnya yang tampak tak berdaya. Wanita,sosok yang penuh kasih sayang, yang ikhlas mengorbankan nyawa untuk hidup orang2 yang dicintanya, yang rela kelaparan agar anak2nya bisa tetap makan, yang menangis saat dirinya disakiti namun menjadi bengis saat keluarganya diusik. Seperti inilah seharusnya kita, wanita. Jangan menjadi iblis saat kita bisa menjadi peri. Jangan menjadi sumber dosa, jangan menjadi sungai maksiat. Jangan mau kaum kita menjadi penghuni sebagian besar neraka.

Wanita itu kita. Yang ALLAH SWT muliakan, yang Nabi Muhammad hargai. Kita, bisa membuat hitam menjadi putih, bisa merubah baik menjadi picik. Kita, bisa menjelma menjadi ular,yang meliuk saat mendengarkan lagu, namun mengeluarkan bisa ketika melihat mangsa.

Wanita,bisa merubah cinta menjadi nista. Makhluk maha, namun kadang malah kita yang membuat diri kita hina. Wanita, senyumnya maut, kerlingnya racun, tubuhnya candu.

Jangan merasa bangga karena orang lain kagum saat melihat bentuk tubuh kita,itu hanya cobaan. Jangan jadikan anugrah itu sebagai musibah bagi orang lain.

Kita ini indah, jadikan itu sebagai berkah yang harus dijaga.

Minggu, 14 Februari 2010

C I N T A

Cinta adalah kata yang selalu diukir oleh pujangga
Cinta ada di mana-mana
Cinta bisa dirasakan kapan saja
Saat terluka atau tertawa
Saat bahagia atau derita

Kita adalah manusia yang selalu ingin hidup dikelilingi cinta
Hubungan dimulai atas nama cinta
Kemudian berlanjut ke tahap yang lebih serius karena cinta
Seandainya berakhir pun, cinta juga lah penyebabnya

Cinta.... cinta.... cinta......
Kata yang tak pernah habis terucap
Kadang bersuara mesra
Namun kadang terdengar menakutkan

Saat berikrar sehidup semati atas nama cinta
Saat pertama kali melangkah ke gerbang pernikahan
Saat mulai menapaki kehidupan yang sebenarnya

Cinta saja tak cukup untuk bertahan....


Banyak hal yang akan menggerus rasa cinta secara perlahan
Banyak perbedaan yang akan menumbuhkan kebencian

Akhirnya terpaksa bertahan bersama, tanpa cinta
Atau malah terpisah karena tak ada lagi cinta

Cinta, suatu rasa yang bisa saja setajam pisau
Namun pada suatu masa, selembut salju

Kadang pahit seperti jamu
Kadang bisa semanis madu


Cinta itu tergantung kita

Sungguh, saat dia mulai mekar berikan pupuk dan air
Agar dia tumbuh subur, indah dan wangi
Ketika cinta terasa sangat indah, jagalah dia
Kita yang harus menjaga agar cinta tidak layu dan membusuk

Hubungan dua anak manusia yang berdiri atas nama cinta
adalah keterikatan yang sangat rentan
Rentan akan godaan, rentan akan kebencian, rentan akan perpisahan

Sekali lagi,
Saat masa-masa berat datang
Saat amarah membakar
Pejamkan mata sejenak
Ukirlah wajah "sang cinta" dalam benak kita
Ukirlah senyuman di bibirnya
Dan ukir pula tangisan di matanya
Ingatlah saat terbaik bersama "sang cinta"
Saat pertama kali hati kita disentuhnya
Saat pertama kali tangan kita digenggamnya
Saat pertama kali kita lebur dalam pelukannya

Jika hati yang panas belum terasa dingin

Ambil nafas sejenak, pejamkan mata dengan tenang
Ingatlah, saat kita menyakitinya
Saat dia menangis karena kita
Saat dia berkorban untuk kita
Saat dia menyerahkan apapun yang dia punya demi melihat seulas senyum di wajah kita
Saat dia terbakar terik nya matahari demi memenuhi keinginan kita
Saat dia membeku dihembus angin malam  demi menepati janji pada kita

Saat kita,
Menyebabkan peluhnya menetes,
Menyebabkan hatinya menangis
Menyebabkan tubuhnya terluka
Menyebabkan waktunya tak lagi cukup untuk dirinya sendiri

Apakah kita sudah lupa....
Saat sakit dia ikhlas merawat kita
Saat lelah dia memijit pelan bahu kita
Saat sedih dia mengusap luka hati kita

Ingat kah masa saat dia membuat kita tertawa?
Ingat kah masa saat dia menuruti apapun keinginan kita?
Ingat kah masa saat dia tersenyum dalam bahagia kita,
menangis dalam kesedihan kita, mengerti semua yang kita rasakan.

Cinta itu bunga
Perlu pupuk dan air untuk hidup
Kemudian tumbuh, berkembang dengan indah
Saat kita mulai lupa menyiramnya
Jangan berharap pada sang hujan
Saat kita mulai malas memberikan pupuk padanya
Jangan biarkan ada orang lain yang akan melakukannya

Cinta antara kau dan aku
Kau dan dia
Dia dan mereka
Mereka dan kita
Kita dan kami
Kami dan kau
Cinta yang harus selalu dijaga
Mungkin cinta tak kan selamanya tumbuh subur
Saat dia mulai layu, bergegaslah beri pupuk agar dia tak mati
Saat dia telah kering, segeralah beri air agar dia segar kembali
Namun saat dia terlanjur mati,
Jangan tergesa mengganti dengan "cinta" yang lain,
Rawatlah kembali bunga yang sama
Jangan memaksa untuk bisa indah seperti sebelumnya
Namun, tetap saja bisa membuat kita bahagia saat melihatnya, 
Nyaman bila berada di sisinya,
Bangga karena dapat menjaganya,
Dan bahagia karena telah memilikinya.

Jangan pernah lepaskan "sang cinta" yang telah kita genggam
Biarkan dia merasa lapang dalam genggaman kita
Biarkan dia dengan dirinya
Dan kita dengan diri kita

Saat dia berbuat salah sekali,
Pastikan seribu kebaikannya tersimpan rapi dalam memory kita
Ingat lah itu, agar kita bisa tetap menatapnya dengan senyuman.


CINTA ITU BERBAGI, CINTA ITU TOLERANSI, CINTA ITU MATERI

BUKAN HANYA SEKEDAR MEMINTA, BUKAN HANYA SEKEDAR MEMBERI, DAN BUKAN HANYA SEKEDAR NAFSU BADANI

Saat kita tersesat di tengah hutan rimba. Mungkin kita perlu kompas untuk menunjukkan arah. Mungkin kita perlu makan untuk tetap bertahan hidup. Mungkin kita perlu alat komunikasi untuk meminta pertolongan. Mungkin semuanya ada. Tapi  yang terpenting, kita perlu "sang cinta" untuk menjadi terang dalam kegelapan yang kita rasakan. Untuk menjadi cahaya yang membantu kita mencari jalan keluar. Dan yang menjadi udara untuk menyambung nafas hidup kita.


SI KAKAK NAIK ODONG-ODONG

Kamis malam jumat area rumah mamak... dari tadi bahas masalah pengabdi setan sama si bapak. Mamak pengen ngajak si bapak nonton pengabdi se...