MAAF

Air mata mungkin merupakan pembasuh luka di masa depan...

Jika sekarang kamu sedang menangis, maka kelak kamu akan bahagia karena tangisanmu sekarang...

Aku minta maaf padamu...
Karena mungkin aku lah penyebab jatuhnya air matamu...
Aku lah penyebab hilangnya senyummu...
Aku lah penyebab lunturnya kebahagiaanmu...

Tolong jangan vonis aku jahat sekarang. Karena suatu saat, ketika kamu mulai melewati satu demi satu kerikil kehidupan, kamu akan menyadari bahwa yang aku lakukan semata2 untuk kebaikanmu...

Aku sayang kamu, sungguh2 menyayangimu. Aku akan melakukan apa saja untuk mu, agar senyum kembali muncul d bibirmu, agar bahagia kembali memancar di wajahmu.

Karena trlalu besar rasa sayangku, maka aku akan memberimu obat yang pahit agar kamu tak akan merasakan sakit lagi selamanya.

Sekarang,
Menangislah...
Marahlah...
Menggerutulah...
Keluarkan smua kesal mu padaku...

Aku akan diam saja mendengarnya, dan maafkan aku karena telah menyakitimu...

#kau harus tahu dalam hatiku bergetar, waktuku tahu, kau terluka saat aku, buatmu menangis, buatmu bersedih, inginku memelukmu dan ucapkan maaf, maafkan aku, maafkan aku, maafkan aku. Aku, aku pun mencoba tuk beri yang terbaik untuk kau miliki (MAAF-JIKUSTIK)#

MOVE ON

Udah hampir 2 minggu bertransformasi menjadi warga kota Dumai. Ahem... Tinggal jauh dari orang tua memang sangat berat. Bawaannya jadi mellow gak jelas.

Di Dumai aku ngontrak rumah di dekat pelabuhan bersama seorang teman sekantor, kak Rina. Rumahnya warna orange, petak2 kecil ke belakang. Jadi kalo mau masukin motor ke rumah susah banget karena gank nya kecil. Rumah kami di belakang, nomor 4. Rumah kecil tapi menyenangkan. Bikin betah untuk bertahan gak keluar rumah seharian.

Kesan pertama yang begitu menggoda tinggal di Dumai adalah panas. Udara Dumai panasnya keterlaluan, bikin kulit cepat hitam. Terus Dumai juga mahal. Harga2 dua kali lipat dari harga di Pekanbaru. Di sini, air nya jelek,jadi buat mandi dan menjalani aktipitas lain yang membutuhkan kami beli air. Di rumah itu udah bunker bawah tanah. Sejenis bak besar gitu. Cukuplah untuk menampung 5000 liter air.

Setiap hari menempuh jarak 32 kilometer untuk PP dari rumah ke kantor. Kantor tercinta itu, belum masuk listrik. Jadi kalo lagi gak rame, suasananya tenang dan tentram. Kanan, kiri dan belakang kantor hutan belantara, mungkin babi atau harimau masih bermukim di sana. Di depannya jalan lintas luar kota trus juga ada pipa2 sangat besar yang aku gak tahu gunanya untuk apa.

Di Dumai, bahasa yang digunakan sehari2 adalah bahasa Melayu. Kalo di Pekanbaru, anak2 kecilnya kan mahir bahasa Padang. Nah, kalo di Dumai, kaya upin dan ipin.

"Apelah dikau ni... Awak bilang tak macam tu... Tunggu kejap ye"

Hahahaha... Pertama dengarnya lucu. Tapi sekarang, logat bicara ku udah agak berubah, macam orang Dumai.

Belum banyak yang aku tahu tentang Dumai. Tapi, aku senang di sini. Yaaaahhh, walaupun tak ada yang senyaman rumah sendiri, tetap aku berusaha melebur dalam panasnya kota Dumai.

KATARSIS {ii}

Akhir2 ini,hati and otak sama hank nya, sama eror nya... Mungkin karena sedang melewati masa adaptasi yang cukup berat dengan perpindahan total dari Pekanbaru ke Dumai. Biasanya aku hidup didampingi keluarga, sekarang aku harus tetap survive sendirian.

Gak jelas kenapa ya, makin kesini rasanya orang2 terdekatku makin jauh meninggalkanku. Aku gak ngerasa 'dirangkul' lagi saat aku menceritakan beban hatiku. Mungkin jadinya kami hanya saling menyakiti. Ada kalanya,aku memang perlu 'dimarahkan' saat aku mengeluh, agar aku ingat banyak orang yang lebih susah dari aku. Namun sekarang aku perlu 'dukungan'. Walaupun aku salah, atau terlalu berlebihan menghadapi masalah kecil,tapi aku belum siap untuk 'dikata2i' dengan tajam. Aku ngerti kok, mungkin gak hanya aku yang sedang gundah, susah dan tertekan. Banyak orang di luar sana yang mengalaminya.

Terserahlah kalau orang menganggapku manja. Atau mengatakan inilah pilihan hidupku, jangan cengeng. Rasakanlah menjadi aku... Saat aku harus pindah meninggalkan orang tuaku, memulai hidup dari titik ternadir dalam hidupku, menghabiskan banyak biaya hingga akhirnya untuk makan pun aku harus mengais sisa2 uang yang ada. Rasakanlah jadi aku, menempuh puluhan kilometer untuk sampai ke kantor, jalan yang ku lewati adalah jalan lintas luar kota, penuh dengan mobil dan bus besar, jalan yang rusak pada beberapa bagian. Aku sangat gamang awalnya karena aku memang belum terlalu lama bisa mengendarai motor,tapi aku lawan takutku demi tanggung jawab dan halal nya rezeki yang aku cari. Rasakanlah jadi aku... Aku hanya butuh empati dari mu. Saat ini mentalku sedang jatuh berderai ke tanah... Mulutku mungkin tertawa, tapi hatiku merasa sepi, sendiri dan kosong...

Ya sudahlah... Mungkin hanya aku saja yang sedang labil, merespon negatif untuk sikapmu yang biasanya ku mengerti...

Satu... Satu... Mereka pergi dan berlalu... Meninggalkanku tanpa ada tempat untuk mengadu. Tapi aku masih tetap berharap, kamu tak akan pergi meninggalkanku sendiri. Aku tetap berharap, kamu akan 'merangkulku' saat aku berduka. Aku tetap berharap kamu masih menyediakan tempat khusus dalam hatimu untukku. Aku tetap berharap kata2mu saat itu 'sekarang aku cuma punya kamu, jadi jangan macam2 ya' bukan hanya bunga bicara. Saat ini kehampaanku benar2 mencapai puncaknya. Uuuugghhh, aku sangat benci kondisi ini... Aku muak saat aku ingin berbagi, aku baru menyadari bahwa aku hanya berdiri sendiri di sini.

AKU INGIN MENGELUH PADA TUHAN

Tuhan, aku ingin mengeluh padaMU...

Saat uang di dompetku hanya tersisa sepuluh ribu rupiah.

Saat aku merasa sangat marah karena orang lain telah menimbulkan banyak kesulitan dalam hidupku.

Saat aku ingin makan-makan,namun uangku hanya cukup untuk makan.

Saat keluargaku berkumpul,aku tidak ada didekat mereka.

Saat ingin menangis,tak ada seorangpun yang bisa kujadikan tempat bersandar.

Saat aku melihat orang lain mendapatkan kemudahan padahal aku telah bersusah payah untuk mendapatkan hakku.

Saat aku menempuh jarak puluhan kilometer, berpapasan dengan truk besar, berusaha mencari celah menghindari lubang menganga di jalan,hanya untuk menuju ke sebuah tempat yang tak pernah diterangi cahaya lampu.

Saat aku berharap hujan turun setiap hari agar aku tidak perlu membeli air untuk mandi.

Saat aku begitu rindu hangatnya rumahku, teraniaya sepi dalam sebuah kamar yg berjarak ratusan kilometer dari tempat keluargaku bernaung.

Tuhan...
Kenapa hidupku begitu berat?
Tunjukkan kuasaMU padaku...
Tunjukkan adilMU itu memang ada...

Tuhan...
Mohon ampuni aku atas segala keluhanku padaMU... Maafkan aku Tuhan karena aku tak pernah bersukur.

Saat uang di dompetku hanya tersisa sepuluh ribu rupiah, seorang bapak tua mengais sampah demi uang seribu rupiah.

Saat aku merasa sangat marah karena orang lain telah menimbulkan banyak kesulitan dalam hidupku, seorang ibu bersabar melayani anaknya yang mengalami keterbelakangan mental.

Saat aku ingin makan-makan,namun uangku hanya cukup untuk makan, seorang ayah harus memutar otak untuk mencukupi makan 4 orang anak dan seorang istrinya dengan uang 5ribu rupiah.

Saat keluargaku berkumpul,aku tidak ada didekat mereka, mungkin seorang anak di luar sana,tak tahu dimana keluarganya berada.

Saat ingin menangis,tak ada seorangpun yang bisa kujadikan tempat bersandar, namun di sisi lain, seorang nenek harus hidup sebatang kara karena ditinggalkan oleh anak cucu nya.

Saat aku melihat orang lain mendapatkan kemudahan padahal aku telah bersusah payah untuk mendapatkan hakku, aku melihat kakek tua yang berjalan ditengah terik matahari mencari dompetnya yang telah dicuri.

Saat aku menempuh jarak puluhan kilometer, berpapasan dengan truk besar, berusaha mencari celah menghindari lubang menganga di jalan,hanya untuk menuju ke sebuah tempat yang tak pernah diterangi cahaya lampu, seorang pelajar harus berjalan kaki puluhan kilometer terpanggang panasnya mentari, untuk sampai ke sekolah,dan bila malam tiba,ia hanya ditemani sinar lilin untuk belajar.

Saat aku berharap hujan turun setiap hari agar aku tidak perlu membeli air untuk mandi, masyarakat ditempat lain menderita kekeringan panjang dan tak tahu mau pergi kemana untuk mendapatkan air.

Saat aku begitu rindu hangatnya rumahku, teraniaya sepi dalam sebuah kamar yg berjarak ratusan kilometer dari tempat keluargaku bernaung, seorang yatim piatu harus menghabiskan malam di emperan jalanan dan tak tahu kemana mencari kuburan orang tuanya.

Tuhan...
Terimakasih untuk hidup terindah yang telah kau berikan. Seandainya nanti aku mengeluh lagi kepadamu, ku mohon tegurlah aku Tuhan... Jangan biarkan aku larut dalam sebuh kesusahan yang aku rasakan padahal telah bergelimpangan kenikmatan yang KAU berikan.

Rindu Ibu

Rabu...

Kamis...

Jum'at...

Sabtu...

Minggu...

Baru 5 hari udah Rindu Ibu...

Huhuhu... Mom, miss u so much much much...

I feel lonely here without your smile, your sound, your laugh.....

Mom... I miss u...

Miss you when We talk about family... About man... About you... About me... Miss you when we laugh together...

Mom... I wanna cry here...

I love U Ibu... Aku disini sangat merindukanmu dan selalu ingin menangis menghabiskan detik tanpa mendengar suaramu bergema, tanpa melihat wajahmu tersenyum...

Ibu Aku Sangat Rindu..

RINDU

Rindu ini mulai bernyanyi dengan merdu........
Rindu ini menggeliat cepat......
Rindu ini membodohkanku....
Aku ingin kamu, kamu dan hanya kamu.....

Ingin ku tulikan telingaku dari nasehat2 menjemukan itu....
Ingin ku bungkam mulut orang yang menertawakan rasa ku....
Aku hanya mau menuju padamu...
Hanya itu.....

Aku  mulai muak dengan kata sabar.....
Sabar.....
Dan sabar....
Aku mulai muak dengan linangan air mata....
Aku mulai muak menunggu...
Aku ingin berlari ke arah mu.....
Memelukmu...
Cukup...... Itu saja inginku......

Ku mohon mengerti
Jangan ucapkan lagi kata "SABAR"
Jangan bilang lagi "NANTI AKU YANG KESANA"
Aku sudah tak mampu
Rindu ini sangat mengangguku....
Mengertikah kau terlalu berat kupikul rindu ini
Menunggu dengan kalut
Aku bosan.....

Tunjukkan wujudmu padaku
Tunjukkan bahwa kamu rasakan hal yang sama
Tunjukkan!!!!

Saat ku lihat bintang berpendar
Melantunkan harap ke hatiku
Meniupkan bahagia yang terlanjur berbunga.....
UUUUUUHHHH  LAGI2........
Hancur, hilang dan kau pun tak mau berusaha untukku
Aku ingin melangkah maju, kau tutup jalan yang kan ku tempuh
Harapku pun musnah.....

Mengertilah perasaanku....
Aku mohon.....

Hanya kamu....
Kamu....
Kamu....

Mau ku....

Beratkah??????

BAYANG-BAYANG

Seandainya kamu nyata ada di hadapanku...

Aku ingin mencium seperti apa wangimu... Aku ingin melihat seperti apa wajahmu... Aku ingin menyentuh tanganmu, pipimu, rambutmu, bibirmu...

Aku ingin tahu, seperti apa rupamu di sana... Apakah masih sama dengan lukisan yang tersimpan di hatiku? Ataukah telah berubah hingga ku harus mematri lukisan baru...

Kekasih dalam jiwaku... Aku ingin tahu, bersama siapa kau di sana... Telahkah kau mengikat janji pada bunga yang lain? Ku takkan marah karenanya, sungguh, aku akan tetap mengagumimu seperti ini. Cukup begini saja...

Lelaki dalam khayalku.... Kenapa kau tak hendak menjadi nyata dalam hidupku? Kau tetap segelap bayangan... Selalu mengikuti kemana kakiku melangkah, namun saat ku berbalik, hanya ruang hampa yang ku sapa...

Sungguh Sayangku, kuingin kau lah yang menjadi belahan jiwaku. Aku harap aku lah tulang rusuk mu yang pernah hilang...

Pria yang hilang ditelan gelapnya malam...

Salahkah aku kalau air mata ini kerap mengalir karenamu? Salahkan aku kalau hati ini selalu melantunkan lagu rindu untukmu?
Salahkah aku kalau aku cemburu? Cemburu pada siapa, karena apa,aku pun tak tahu. Dan aku takut kalau kau tahu,kau malah berlari makin menjauhiku... Hingga sia2 aku merangkak untuk memacumu...

Mungkin kamu bintang, aku ilalang. Mungkin kamu bulan, aku pungguk. Mungkin kamu langit, aku bumi. Yang terpaksa harus menengadah untuk melihatmu yang jauh di atas sana. Tak mampu ku kesana, tak mampu kumerasakan udara yang kau hirup.

Bagimu, mungkin ini cukup untukku. Hanya bayang2mu yang ada, sementara ragamu entah ada di mana, entah dalam pelukan siapa. Tapi tak mengapa,cukuplah bagiku ada bayangmu yang mengiringi ayunan kaki ku. Memang tak bisa ku lihat,tak bisa ku sentuh, tak bisa ku reka seperti apa bayangmu yang mengikuti di belakangku.

Setidaknya, aku masih bisa tersenyum dalam tangisku pada siang yang terang. Walaupun saat malam datang,aku kembali membeku menangis tak berkesudahan, jangankan nyatamu, bayangmu pun tak ada di mana2....

LAKI-LAKI YANG SALAH - LAN FANG

Baru aja selesai baca buku... Judulnya 'LAKI-LAKI YANG SALAH' karya LAN FANG. Jadi buku itu berisi kumpulan cerpen yang dibagi jadi 3 kelompok SIANG, MALAM dan PAGI. Ceritanya bagus,ada yg ringan dan ngepop,ada juga yg berat banget, sulit buat dimengerti.

Dari semua ceritanya, aku paling suka
'PANGERAN API DAN PUTRI AIR'

"Kamu tahu dongeng HC Andersen tentang Pangeran Api dan Putri Air? Itu sebuah dongeng cinta yang ironis. Pangeran Api jatuh cinta kepada Putri Air. Apakah menurutmu bisa? Bisakah api dan air bersatu? Cukupkah cinta hanya dirasakan? Tidak perlu kata2, tidak bisa menyentuh, tidak bisa memeluk, tidak bisa mencium."

Baca cerpen itu,aku jadi sedih, aku jadi membayangkan berada dalam posisi Putri Air dan Pangeran Api...

Mungkin yang ngarang ini feminis sejati ya. Ada cerita yang lucu, tokoh utama nya bilang,dia bosan baca berita di koran, cuma ada perempuan yang diperkosa,diperiksa selaput daranya... Bla... Bla... Bla... Sesekali dia mau baca berita pagi, seorang laki2 tewas di tangan perempuan, dengan tubuh terpotong2, termasuk alat kelaminnya... Dan di cerpen yang terakhir,tokoh perempuan itu 'dihidupkan' nya...



Yang menarik, Penulisnya punya banyak kata2 bagus, yang menggambarkan kemarginalan perempuan. Aku ketawa waktu ngebacanya.

'Laki2 sama seperti kucing. Licik... Seekor kucing mengeong2 minta dipangku dan dielus2 tengkuknya. Lalu ia merem melek tidur di pangkuan. Tetapi ketika tetangga sebelah menawarkan pindang, dengan mudahnya ia mengeong, mengendus dan menjilat kepada tetangga sebelah'

'Kalau laki2 seperti kucing, perempuan setia seperti anjing. Anjing akan tetap duduk setia menunggu pintu sampai tuannya pulang ke rumah. Ia tidak akan memakan pemberian tetangga. Bahkan terkadang, tuannya sudah bosan dan mengusirnya sambil melemparnya dengan sepatu, sang anjing masih kembali menjaga pintu rumah tuannya'
(DEJA'VU)

'Tahukah kamu siapa Yudistira?'

'Hm,ia pandawa tertua yang paling bijaksana. Ya, cuma Yudistira yang mencapai nirwana, bersama seekor anjing'

'Kalau begitu Yudistira sama dengan anjing? Apa bukan anjing namanya, kalau Yudistira mempertaruhkan Drupadi, istrinya, di atas meja dadu hanya untuk Astinapura?! Apa bukan anjing namanya, kalau Yudistira hanya duduk terpana ketika Drupadi ditelanjang Duryudana? Apa bukan anjing namanya kalau harga diri Yudistira lebih mahal daripada harga Drupadi, belahan jiwanya?'
(PEREMPUAN ABU-ABU)

'Kalau perempuan berharga, kenapa undang2 perkawinan hanya mengatur tentang poligami? Kenapa tidak mengatur tentang poliandri? Kenapa kalau perempuan tidak bisa memberikan keturunan bisa menjadi alasan bagi laki2 untuk kawain lagi? Bagaimana dengan laki2 yang inpoten, azospermia, ejakulasi dini, atau apa saja namanya... Bisakah dijadikan alasan buat perempuan kawin lagi? Di mana hukum perkawinan kita menempatkan bahwa perempuan itu berharga?'
(JANGAN MAIN-MAIN DENGAN PEREMPUAN)