Minggu, 30 Mei 2010

IBUKU DAN SEGALA KESEMPURNAAN TENTANGNYA

Siapapun di dunia ini pasti menganggap ibu mereka adalah ibu tersempurna di dunia. Begitu juga denganku, ibuku adalah wanita sempurna bagiku dan keluargaku. Tak terhingga dan terkatakan kekuatan yang ibuku punya saat ada fitnah yang datang kepadanya. Dan selalu, aku hanya bisa berdiri di sini, tanpa mampu melakukan apapun untuk menolongnya, menenangkannya dan bahkan merangkulnya.

Ibuku sempurna tanpa dia harus memasak tiap hari untuk kami. Ibuku sempurna tanpa dia harus ada di rumah selama 24 jam setiap hari. Ibuku sempurna walaupun dia tak selalu menuruti keinginan kami. Ibuku sempurna. Selalu sempurna untukku.

Selama 25 tahun aku mengenalnya, menggantungkan hidup padanya, berbagi seluruh kesahku dengannya, aku tak pernah merasakan kekecewaan apapun. Ibuku selalu menjagaku dengan baik. Aku tahu, banyak badai yang berusaha untuk menenggelamkannya, tapi sekali lagi, dia wanita sempurna, selalu menjaga lisannya dari siapapun. Dia tak akan pernah mencampuri urusan orang lain, kecuali orang lah yang pertama kali bercerita padanya. 30 tahun tinggal dalam komplek perumahan, ibuku BELUM PERNAH dan mudah2an tidak pernah mengalami perkelahian, perdebatan bahkan pertarungan dengan warga sekitar. Dan selama 10 tahun bekerja dalam suatu perusahaan swasta, ibuku BELUM PERNAH tersandung masalah karena lisannya yang tak terjaga. Reputasinya baik, dan dia tak pernah dimutasi dari suatu daerah ke daerah lain karena masalah apapun. Sejuta orang yang berusaha untuk menjelek2kan ibuku, aku tetap yakin dia tak salah. Tak pernah bersalah. Saat dia bersalah pun, aku tetap percaya ibuku adalah ibu terbaik di dunia. Ibuku tak pernah menuntut apapun dari anak2nya, ibuku tak pernah berwajah keruh terhadap siapapun pacar anaknya, ibuku tak pernah meminta lebih kepada kami. Dan jika ibu2 orang melakukan banyak hal agar anaknya menjadi sesuai dengan keinginannya, ibuku tak pernah memaksakan apapun. Kamilah yang jadinya tahu diri dan melakukan semua hal yang bisa membahagiakan ibu dengan ikhlas. 

Yang namanya fitnahan, sindiran, semuanya udah jadi makanan sehari2 untuk ibu. Tapi dia tetap berdiri tegar. Dan dia harus tegar demi kami anak2nya. Karena ibu tahu, saat dia lemah, anak2nya lah yang akan patah.

Ibu, maafkan saat aku yang menjadi penyebab segala masalah dalam hidupmu dan aku tak melakukan apapun untuk meringankannya.... Namun aku yakin, selalu yakin dan tetap yakin kau tak pernah bersalah atas apapun  masalah yang menimpamu, siapapun yang memfitnahmu, aku selalu yakin kau lah yang benar, benar, dan tetap benar.

Sabtu, 29 Mei 2010

TAKDIR ITU SEPERTI APA

Sering aku bertanya, takdir itu seperti apa? Kenapa setiap orang memiliki takdir yang berbeda? Kenapa ada orang yang kelihatannya sangat beruntung dan ada juga orang yang seumur hidupnya susah?

MUNGKIN....

Hidup manusia itu seperti sebatang pohon yang besar. Dan takdir itu adalah ranting. Kita manusia harus memilih sendiri ranting mana yang kita pilih untuk bersandar, bergantung dan bernaung. Pilihan kita itu lah yang akan mempengaruhi kehidupan kita selanjutnya. Ada yang memilih ranting terendah, karena terlalu malas untuk meraih ranting yang lebih tinggi, namun saat angin kencang datang, dialah yang paling cepat terjatuh karena tiupan angin. Yang memilih ranting tinggi, membutuhkan waktu yang lama untuk sampai, tapi saat akan jatuh, ia masih bisa bergantung pada ranting di bawahnya dan berusaha untuk naik lagi. 

Ada kalanya, kita sebagai manusia memilih ranting yang salah. Ranting itu patah, hanya menyisakan sedikit bagian saja untuk kita bergantung di sana. Namun, percayalah, akan tumbuh ranting baru, yang lebih kokoh, lebih kuat dan lebih besar. Kita hanya harus menunggu dan bersabar. 

Itu lah yang ada dalam fikiranku saat memikirkan tentang takdir. Allah tak akan mengangkat derajat suatu kaum, kalau kaum itu tidak mau berusaha. Itulah kita. Sebagai manusia kita wajib berusaha. Mencapai puncak tertinggi dalam hidup kita, bukan untuk kaya, untuk cantik, untuk mempunyai pekerjaan yang mapan, tapi untuk bahagia. Bahagia saja. Kalo dengan kaya kita bahagia, maka carilah kekayaan yang banyak. Kalau dengan menikah kita bahagia, maka segeralah mencari pasangan hidup. Kalau dengan melajang seumur hidup kita bahagia, maka lakukan segala kegiatan kemanusiaan seorang diri, tanpa harus berusaha mencari jodoh. That's our choice!!!

Dan saat kita merasa, kita telah mengambil pilihan yang salah, jangan terlalu jauh menyesali hidup. Yakinlah, tangan Allah ada untuk kita. Allah yang akan merubah segalanya menjadi lebih indah. Mungkin kita menyesal, mengapa memilih untuk menikah muda, saat penyesalan itu timbul, lihatlah teman kita yang lain, yang pada usia matang, belum bertemu jodoh karena terlalu sibuk dengan karir. Pasti kita akan bersukur dengan hidup kita.
Sulit memang saat harus BERSUKUR untuk BERBAHAGIA

Pastikan saja, takdir yang telah kita pilih, itu lah yang terbaik. Jika kita merasa salah melangkah, sabar saja, pada waktu yang tepat Allah akan membuka kan pintu kemudahan dan membuat kita tersenyum atas kesalah yang telah kita lakukan.

Sabtu, 15 Mei 2010

DIMANA AKU KAN BERAKHIR KELAK?

Sabtu pagi tanggal 2 May, pagi2 si Indah sms, bilangin kalo dia mimpi aku nikah, pesta gitu. Dan setahu aku, itu mimpi yang artinya gak bagus. Biasanya akan ada anggota keluarga atau orang2 dekat yang sakit atau meninggal. Believe it or not, Selasa tanggal 4 May, pamanku yang udah seminggu koma  meninggal dunia jam 6 pagi. Dengan rasa menderita yang teramat dalam, jam 10 pagi aku berangkat ke Pekanbaru, jam 4 sore sampe, langsung turun di kuburan. Aku gak sempat liat wajah pamanku itu untuk yang terakhir kalinya. Gak nyangka aja, beliau pergi secepat itu, pada usia 57 tahun, belum terlalu tua. Anaknya yang paling kecil aja masih TK. 


Hanya ini yang terakhir aku lihat. Beliau udah tertutup kain kafan.



Zuarman Bin Usman C (26/04/1953 - 04/05/2010)


Aku takut jadinya. Takut kalo aku mati pas dalam kondisi aku gak siap untuk mati. Aku takut mati dalam kondisi yang memalukan, hina dan nista. Aku takut mati saat aku belum ikhlas melepaskan kehidupan duniaku. Aku takut di kuburan nanti pas malaikat nanya2, seluruh tubuhku memberikan jawaban yang makin menambah siksaan untukku. Aku takut mati. Sangat takut mati. Tapi kenapa aku tak pernah berusaha siap untuk mati??????



Senin, 03 Mei 2010

36 JAM BERSAMAMU

Akhirnya kamu datang.
Kamu kembali menghirup udara yang sama denganku, setelah 7920 jam kita terpisah tanpa ada sekali pun bersua.

Minggu pagi yang basah,
saat air menggenangi hampir seluruh bagian kota Dumai, kamu menelponku jam enam pagi. Dengan suara gembira. Dan mengatakan kalau kamu sedang di Dumai. Tahukah kamu, saat itu aku langsung ingin terbang ke sana. Aku ingin Tuhan menghentikan hujan sebentar saja, sampai aku bisa menjemputmu.  Tapi, langit tetap menangis. Kamu pun memutuskan untuk datang sendiri. Kamu selalu begitu, tak pernah mau menyusahkanku.

Melihatmu lagi, 
Sebelas bulan berpisah tak banyak yang berubah, hanya saja rambutmu bertambah panjang. "Kaya bandit" kamu bilang. Aku sambung, "Kaya pendekar" hahahaa.... Sayang, hal-hal kecil yang terjadi saat bersamamu terasa begitu istimewa sekarang.

Kamu datang. 
Aku bisa kembali mencium aroma tubuhmu. Melihat kamu berbicara, tertawa, marah. Mengulang semuanya hanya dalam waktu 36 jam. Terlalu cepat. Dan aku sangat benci ketika hari Minggu mulai merangkak senja. Kamu harus pulang. Genangan air mataku tak mampu menahanmu untuk tinggal sehari lagi. 

Sayang,
detik yang paling aku benci ketika bertemu denganmu adalah saat perpisahan itu datang. Aku benci melihatmu memasukkan baju ke dalam tas, aku benci melihatmu memakai jaket, sepatu, aku benci mengantarmu ke terminal, aku benci melihatmu naik ke dalam bus. Dan aku tak bisa melihatmu lagi, aku tak bisa mencium aroma tubuhmu lagi, aku tak bisa memegang tanganmu lagi. Sayang, aku tersiksa saat harus pulang ke rumah sendiri. Aku tak ingin membersihkan bekas abu rokokmu yang bertebaran di lantai, rasanya aku tak ingin mencuci gelas yang kamu pakai untuk minum. Aku ingin semuanya tetap seperti itu supaya aku tetap bisa merasakan hadirmu.

Malam itu,
entah berapa lama waktu yang aku habiskan untuk menangis. Sampai kepalaku sakit. Sampai sekarang pun aku masih menangis mengingatmu dan waktu kita yang sangat singkat. Aku tak tahu, apa yang paling aku sesali sekarang. Kedatanganmu selama 36 jam yang membuat aku seperti orang tak waras saat ini, ataukah waktu yang terlalu lambat berputar, padahal aku sudah sangat ingin kamu miliki.

Kekasihku,
tahukah kamu, aku seperti kembali pada romantisme masa remajaku saat ini. Dengan rasa yang terlalu berlebihan. Semuanya jadi 'terlalu' bagiku. Biasanya aku tak pernah seperti ini. Kenapa denganku, kenapa rasa ini melemahkan seluruh tulang belulangku. Membuatku tak berdaya. Pertama kali menginjak rumah ini tanpamu lagi, aku merasa asing. 2 bulan menyatu, kenapa dengan 36 jam kehadiranmu, aku kembali merasa sunyi dan sepi di sini. Aku seperti candu untuk menelponmu, mengirimkan sms untukmu, membaca kembali semua sms yang pernah kamu kirim, melihat fotomu. Ada apa denganku, hingga aku  tak mampu mengontrol hati dan perasaanku.

Sekarang, aku kembali menggila karena kamu. Patologis yang menyerang seluruh sel syaraf otakku. Membodohkanku. Merusak inderaku. Karena aku masih bisa mencium aroma tubuhmu di sana di sini, dimanapun aku berdiri. Aku masih bisa merasakan hangat tawamu, mesranya tatapanmu, aku masih bisa membayangkan semuanya dengan sangat baik...... Aku merindukanmu lagi......

SEJENAK SAJA, PELUK AKU. LEPASKAN SEGALA YANG ADA DALAM GENGGAMANMU, AGAR AKU DAPAT MENDEKAPMU DENGAN ERAT. SEJENAK SAJA TATAPLAH AKU. LEPASKAN PANDANGANMU DARI BUNGA LAIN YANG MERAYU. SEJENAK SAJA, DUDUKLAH DI HADAPANKU. AKU INGIN KEMBALI MENCIUM WANGIMU. AKU INGIN MENYENTUH WAJAHMU. AKU INGIN MERASAKAN ADAMU. SEBENTAR SAJA SETELAH ITU, KAU BOLEH TERBANG LAGI, HINGGAP DI TIAP BUNGA YANG KAU LEWATI. BIARKAN AKU TETAP DUDUK DI SINI SAMBIL MEMEJAMKAN MATA, DAN MERASAKAN NYATA AROMA TUBUHMU, AGAR AKU LUPA, BAHWA KAU SUDAH TAK BERADA DI HADAPANKU.


Sayang, aku jatuh cinta lagi padamu....... 
Lebih dari yang pertama kali aku rasakan saat aku menyadari arti mu untukku, dulu.....

SI KAKAK NAIK ODONG-ODONG

Kamis malam jumat area rumah mamak... dari tadi bahas masalah pengabdi setan sama si bapak. Mamak pengen ngajak si bapak nonton pengabdi se...