Langsung ke konten utama

Postingan

IDENTITAS DIRI

Akhir-akhir ini, mamak merasa identitas diri mamak agak ngeblur. Maksudnya identitas diri mamak sebagai individu yang mandiri dan independent (artinya sama aja sih). Jadi gini, kalau udah ngebahas lingkungan, mamak ini seperti remahan rengginang dalam toples, yang bakalan dibuang karena udah melempem (sarkas lebay). Di kantor, siapa sih yang kenal mamak selain ww? Gak ada cinnn, paling orang-orang seruangan aja. Kalau dalam situasi diadakan survey misalnya, ada pertanyaan, siapakah nanan? Total responden pasti menjawab, gak tau. Tapi, jika pertanyaan diganti, siapakah kakak berbadan gemuk yang kemana-mana selalu berdua ww? Sebagian responden akan menjawab, oooo, itu anak buah kak mawar, sebagian lagi menjawab, oooo itu orang yang cuma punya satu teman, ww, dan sebagian kecil menjawab, oooo itu kakak yang tinggalnya jauuuuuuuuhhhhhh dari kota. Tanpa ada yang menyebut nama. Mamak gak terkenal dan gak ada yang pengen kenal. Hahahha. Nah, kalau di lingkungan rumah lebih mengen...

HAMIL

Namanya Ayu, nama panjangnya Sri Rahayu. Perempuan bermata bulat dan berambut hitam sebahu. Wajahnya manis, membuat banyak lelaki di kelas senang mengobrol dengannya. Termasuk Aji, biang masalah di kelas. Aji penggemar berat Ayu. Jangan ada satu orangpun mengganggu Ayu, Aji akan mengamuk dan membela Ayu habis-habisan.  Ayu bukan tak tahu dia disukai banyak lawan jenisnya, hanya saja dia tak tahu bagaimana cara menyikapi mereka. Ayu hanya bisa tersenyum malu tiap ada yang menyapa atau kirim salam padanya. Namun Aji lain, Aji bersikap melindungi, setiap ada yang mengganggunya, Aji yang akan berhadapan dengan mereka. Ayu senang diperlakukan seperti itu oleh Aji.  Ayu dan Aji semakin akrab. Tiap kali mereka ngobrol di kelas, teman-teman menyoraki, cieh cieh pacaran. Ayu malu, Aji bangga.  "Ayu, nanti kita ke kantin ya, makan bakso." Kata Aji suatu hari. "Ayu malu Ji. Nanti diejek lagi." "Kita tunggu bel pulang ya. Baru makan bakso." Ayu te...

RESAH

Ini bukan tentang lagu payung teduh ya, ini adalah mengenai perasaan mamak yang belakangan ini sedang resah, terkait dengan sikap anak bayi yang kekanak-kanakan (apaan sih mak?). Jadi anak bayi mamak yang sudah beranjak dewasa dan telah berusia 1 tahun (horeeeee), akhir-akhir ini suka mengamuk tiada henti. Anak bayi ini pagi siang sore malam kerjaannya nangis. Dimulai saat subuh, biasanya mamak hidupin alarm jam setengah 5, anak bayi yang semalaman tidurnya gelisah, biasanya mewek, minta japrem mimik. Seperti biasa juga, mamak ketiduran lagi kan, sampe jam 5 atau setengah 6. Bangun buat sholat, ehhhh dia ngamuk lagi. Biasanya inilah yang membuat perang sodara pecah pagi-pagi di rumah mamak, antara mamak dan si bapak. Si bapak masih pengen bobo cantik, mamak memohon kepada si bapak untuk mau momong anak bayi karena mamak mesti masak. "Gak usah masak." Itu kalimat pamungkas bapak, yang ngomong sambil pejam mata. "Pak, gimana bekal anak-anak?" Mamak ng...

MAMAK MAUNYA APA

Ini pertanyaan yang sedang mamak ajukan ke diri mamak sendiri, berkaitan dengan si kakak (halah). Rasanya, ilmu psikologi yang mamak pelajari selama 4.5 tahun sia-sia, karena anak sendiri pun gak bisa mamak kendalikan kelakuannya.  Jadi di rumah mamak, ada tetangga baru, rumah yang dulunya kosong, kini terisi kembali. Hati mamak gembira sekali, mana tetangga mamak ini bakul kue pulak. Ah, cocok kali rasa mamak kan. Tapiiiiiii.... si kakak, yang sangat antusias tetanggaan sama teman satu sekolah, euforianya keterlaluan. Buka mata pengen langsung main ke tetangga, dan jadi sering ngebentak-bentak kalo dibilang jangan pergi main. Yah, kan gimana ya, namanya juga orang, pengen tidur, istirahat, makan dan punya banyak waktu bersama keluarganya. Dan kalau si kakak main disitu berjam-jam, yang punya rumah pasti eneg, mau nyuruh pulang gak enak, mau dibiarin makin gak enak. Mamak udah ngasi ceramah sama si kakak, semua stok ceramah agama mamak udah mamak keluarkan. Tapi gak me...

SURAT CINTA UNTUK SUAMİKU

Aku duduk di atas kursi makan, berfikir tentang, kata apa yang akan aku tulis pertama kali dalam surat cinta untuk Saiful, suamiku. Bukan hanya pasangan muda yang perlu romantisme seperti ini, pasangan paruh baya pun ingin merasakan manisnya madu cinta. Aku tersenyum sambil menghapus air mataku, mulai menggoreskan pena ke selembar kertas yang telah aku semprot dengan parfum kesukaan Saiful, "Saiful suamiku, Assalamualaikum abang, apa kabar? Aida kangen abang. Hehehe, seperti remaja saja ya bang. Tapi serius bang, Aida sangat kangen abang. Padahal dulu, Aida suka pura-pura tidur kalau abang masuk kamar, supaya abang gak bangunkan Aida dan menyuruh Aida membuatkan kopi. Maafkan Aida bang. Sekarang, Aida susah tidur bang, berharap abang datang dan Aida akan buatkan abang kopi paling enak sedunia. Abang, Aida mencintai abang. Sangat cinta. Seharusnya dari dulu Aida bilang, tapi Aida terlalu malu bang. Padahal, abang selalu menunjukkan rasa cinta yang besar pada Aida. Memeluk Ai...

MAK MUST STRONG

Mak itu wajib seterong. Ah, terbayang dulu kehidupan masa lalu mamak, dimana kulit tangan sehalus sutra, telapak kaki lembut bak kulit bayi saking gak pernah megang kerjaan rumah. Cuci setrika ada yang ngerjain, masak ada yang ngerjain, bersih-bersih ada yang ngerjain. Pokoknya mamak tinggal beres.  Setelah menikah, realita hidup gak mengijinkan mamak bersantai-santai lagi. Mulailah mamak belajar mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang membuat kulit tangan keras dan telapak kaki kapalan. Tapi, nikmatnya memelihara rumah dengan tangan sendiri itu untold pemirsa, gak bisa digambarkan dengan kata-kata.  Jadi mamak mesti strong. Pas mamak ngeliat mamaknya teman tpa anak bayi, yang lagi hamil muda, bawa motor sendiri sambil gendong anak umur 2 tahunan di depannya dan bonceng anak tk di belakangnya, mamak menyadari, sebagai seorang ibu, menjadi tangguh itu adalah harus. Bukan hanya mamak saja, tapi semua mamak di dunia ini pasti kuat. PASTI. 

MANDUL

Aku dibilang mandul oleh ibu mertuaku, karena sudah setahun menikah, aku belum juga hamil. Perih hatiku mendengar tuduhannya. Apa kabar anaknya? Yakinkah dia anaknya sehat? Aku ingat sekali, kak Leli, mantan istri suamiku sedang hamil anak kedua. Aku masih terbayang wajah pucat İndra suamiku, mendengar berita kak Leli hamil lagi. Dan kemudian, aku, istri kedua suamiku, yang baru setahun menikah dengannya dituduh mandul oleh mertuaku. İronis.  "Ratna, daripada kau diam di rumah, bagus kau kerja. Cari kerja sana. Kan kau ada ijazah guru, bisalah kau ngajar di sekolah. Makin bulat badan kau aku tengok, golek-golek di rumah aja, macam mana kau mau hamil, kalau badan kau sebesar gajah." Kata mertuaku. Aku menangis dalam hati mendengar perkataannya. Makin hari, setiap huruf yang keluar dari mulut perempuan ini makin menyakitkan. Tapi aku diam saja, sia-sia jika aku menjawab kata-katanya. Yang ada dia malah makin panjang mengomel. Setahun menikah dengan bang İndra, aku lelah ti...