Langsung ke konten utama

SAVE BY NASİ BUNGKUS


Pict by kaskus.co.id

Hari pertama kerja setelah libur panjang pasti heboh kan mak. Anak-anak juga dipaksa move on dari libur panjangnya. Penuh drama pas bangun pagi langsung mandi, karena dah seminggu lebih bangun tidur lanjut tidur lagi. 

Mamak gitu juga, yang biasanya agak nyantai karena si kakak libur. İni mesti kerja rodi lagi dari subuh. Mana abis nyetrika malamnya. Alhasil pagi-pagi kepala keliyengan, dalam hati berdoa supaya vertigo gak kambuh. 

Manalah sempat masak. Yeeekan, namanya mamak kerja jauh, jam 6 itu minimal mamak harus udah mandi, supaya bisa ikut apel di kantor jam setengah 8. Mamak gak bisa masak pak, maafken (alesan aja mak) *salim.

Bangun subuh, ditambah abis kerja rodi nyetrika, masak buat bekal anak-anak, mana lagi datang bulan yang bikin tulang rasa ngilu-ngilu, di kantor kerjaan lagi lumayan rame. Ahhh,, sungguh mamak gak sanggup membayangkan kalau pulang kerja mesti masak lagi buat si bapak. Belum lagi mamak mesti bersih-bersih sebelum jemput anak bayi. Gak ada waktu buat bapak. Maapkan lagi ya pak *sungkem.

Tapi, apa gunanya warung nasi bertebaran di dunia nyata kalau gak sempat masak masih bikin pusing. Gak sempat masak? Beli aja cinnn, jangan kek orang syusyah *apasihmak.

Alhamdulillahnya, si bapak ini gak ngerepotin seleranya. Tapi ya kalau dipikir-pikir, si bapak mungkin bersyukur kalok mamak gak sempat masak, jadi beli nasi bungkus, selamat dia dari ngerasain masakan mamak yang asburd rasanya. 

Zadilah, hari ini hari mamak terselamatkan dengan nasi bungkus. Gak repot masak. Mamak bisa tidur siang dengan nyaman, balas dendam kurang tidur tadi malam.

Appreciate to yang jualan nasi bungkus, rumah makan ampera dan rumah makan lainnya *angkattopi. İbu-ibu dengan skill masak terbatas kek mamak sangat terbantu dengan adanya mereka ini. Tinggal tunjuk sana sini, sekeluarga masih bisa makan enak. Tapi kalo tiap hari, dompet mamak bisa bolong. 

Semoga besok mamak bisa kembali memasak, agar bulan yang masih muda ini gak cepat beranjak tua. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PASIEN EXIT

Bekerja di rumah sakit itu bagiku adalah anugrah. Disini aku belajar banyak bersyukur. Setiap melihat pasien sakit, korban kecelakaan dan kematian, aku berterimakasih pada Tuhan karena masih diberi kesempatan untuk bernafas. Seringkali pasien sakit parah itu merintih-rintih. Entah berapa kali pula aku melihat peristiwa sakaratul maut. Terkadang aku berfikir, bagaimanakah peristiwa sakaratul mautku kelak? Apakah akan berteriak pilu seperti pasien kecelakaan yang aku lihat 2 bulan lalu, atau seperti pasien asma kemarin, yang melewati saat-saat terakhirnya dengan zikir. Mudah-mudahan aku pergi dalam keadaan baik.  Setahun belakangan ini, aku tidak lagi ditempatkan di ruang rawat. Tapi pindah ke bagian administrasi. Mungkin karena latar belakang ilmu komputer yang aku miliki, jadi walaupun pendidikanku perawat, tapi aku dianggap mampu untuk menghandle bagian administrasi. Sebenarnya aku kurang suka pekerjaanku yang baru ini. Mungkin karena belum terbiasa. Ditambah lagi, aku mengur...

TUPPERWARE

Sumini ikut mengerumuni mba Lis, pedagang tupperware di TK Sekar, anaknya. Sejak ada mba Lis, wali murid di TK Sekar seakan berlomba, mengoleksi tupperware. Jangan sampai, koleksi tupperwareku kalah sama yang lain, batin Sumini.  "Ayo mba Sumini, ini bagus loh. Senwid kiper, ada botol minumnya sekalian, gambar kuda poni warna ping," mba Lis mulai promosi. Kebetulan cicilan tupperware Sumini memang sudah lunas. Jadi, apa salahnya ambil baru? "Apa mba Lis? Senwid kiper? Apa sih itu?" Tanya Sumini.  "Tempat bekal khusus buat senwid mba Sum," Sumini mengucapkan o panjang, padahal dalam hati dia bingung, senwid itu apa. İbu-ibu lain mulai menjatuhkan pilihan tupperware yang mereka inginkan. Sumini panas, dia juga harus beli, jangan kalah dengan yang lain. "Aku pesan senwid kipernya mba Lis. Sepuluh kali bayar ya," kata Sumini. Mba Lis mencatat pesanan Sumini, dan mengambilkan barangnya di mobil.  "Kalau sepuluh kali bayar, ga...

SEMUA WANITA PENGEN CANTIK

Itu udah kodrat banget kayaknya... Semua wanita ngerasa ada aja yang kurang sama fisiknya. Yang gendut pengen langsing, yang kurus pengen agak berisi, yang hidungnya pesek pengen mancung. Bahkan seseorang yang udah semurna di mata orang lain aja masih juga ngerasa ada yang kurang. Siapa juga yang gak pengen secantik barbie... waktu kecil aku punya banyak boneka barbie. Sebagai anak perempuan yang lugu dan suka berkhayal, kalo udah dewasa aku pengen secantik barbie. Tinggi, langsing dengan rambut panjang dan ikal. Setelah dewasa aku tumbuh menjadi wanita yang pendek, gendut dengan rambut ikal nyaris keriting yang susah banget panjangnya.... Kenapa ya cewek2 cendrung kepengan lebih cantik, kalo cowok kayanya jarang ngerasa ada kekurangan di fisiknya. Kemaren, waktu ke Dumai dan jumpa dengan teman cowok yang baru nikah. aku nanya ma dia, ini dialog yang terjadi : "Gimana rasanya nikah bang?" terus si abang menjawab, "Enak, makanya jangan kelamaan pacaran..." ...