Langsung ke konten utama

SI KAKAK NAIK ODONG-ODONG

Kamis malam jumat area rumah mamak... dari tadi bahas masalah pengabdi setan sama si bapak. Mamak pengen ngajak si bapak nonton pengabdi setan, si bapak yang gak minat sama sekali ngomong, "kalo mau yang lebih real, kita titipin dulu anak-anak, terus kita pergi kerumah kosong dekat jembatan, udah pasti itu kan. Angker banget." Lemas mamak dengarnya. Si bapak emang gak ada pengen-pengennya menuhin keinginan mamak nonton pengabdi setan.

Beberapa hari ini mamak sibuk, sibuk di kantor, di rumah (sibuk apa sih makkkkkkk), tadi juga sibuk banget. Di kantor mamak ada acara pemeriksaan iva dan sadari gratis, berhubung mamak bukan tenaga kesehatan, mamak gak ikut campur sama acara tadi. Tapi lumayanlah, mamak tadi ikut periksa gratis. Alhamdulillah. Seharian tadi mamak sibuk mondar mandir nemenin si WW usg kehamilan anak pertama. Semalam WW wa mamak sore-sore, "oi,,, positif." Dengan kabar bahagia dari teman seruangan satu-satunya, mamak ikut antusias. Makanya tadi kami berdua sibuk kesana kemari periksa kehamilan. Alhamdulillah lagi. Kalo pada nanya, kemana suami WW, kok mamak yang nemenin WW periksa. Kalo untuk itu silahkan ditanya ke WW langsung, mamak tidak berhak menjawabnya.

Pembahasan jadi gak jelas mau kemana, mamak gagal pokus. Mamak-mamak memang begitu, pergi ke emol mau nyari beha, yang dibeli malah sepatu. Judul postingannya odong-odong, yang dibahas pengabdi setan lah, hamil WW lah. Selasa kemarin si kakak naik odong-odong dari Bungaraya dengan tujuan istana siak, taman singapur dan main ke bawah jembatan siak. Mamak mana yang gak galau, anak gadis satu-satunya naik odong-odong menempuh jalan lintas, dua odong-odong untuk 70 anak. Masya Allah, kek sarden anak-anak didalamnya. Si bapak nungguin si kakak di teka, trus pas kakak udah berangkat si bapak nelpon mamak, ngasih tau jam keberangkatan, estimasi jam kakak sampai di istana siak dan meminta mamak untuk lihat si kakak nanti di istana. Si bapak ngirimin foto si kakak naik odong-odong, berbinar bahagia muka si kakak.
Melihat anak bahagia adalah kebahagian terbesar bagi seorang mamak.




Mamak senang ngeliat kakak bahagia naik odong-odong, yang tadinya galau risau gak jelas, jadi tenang pas udah nyusulin si kakak ke istana. Kakak sampai di istana dengan antusias, bersikap baik, menuruti kata-kata ibu guru, mamak tenang luar biasa. Semua anak memang perlu waktu sejenak untuk berjarak dengan orang tuanya, setelah itu, insya Allah anak akan belajar banyak hal. Mamak juga pernah baca, yang paling penting dilakukan orang tua terhadap anak adalah, menyiapkan anak untuk tetap bisa survive tanpa orang tua, karena orang tua pasti tidak akan selamanya bersama anak. Mungkin, sudah saatnya mamak mengajarkan proses ini kepada si kakak. Proses belajar bersama ya Kak, proses belajar seumur hidup.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PASIEN EXIT

Bekerja di rumah sakit itu bagiku adalah anugrah. Disini aku belajar banyak bersyukur. Setiap melihat pasien sakit, korban kecelakaan dan kematian, aku berterimakasih pada Tuhan karena masih diberi kesempatan untuk bernafas. Seringkali pasien sakit parah itu merintih-rintih. Entah berapa kali pula aku melihat peristiwa sakaratul maut. Terkadang aku berfikir, bagaimanakah peristiwa sakaratul mautku kelak? Apakah akan berteriak pilu seperti pasien kecelakaan yang aku lihat 2 bulan lalu, atau seperti pasien asma kemarin, yang melewati saat-saat terakhirnya dengan zikir. Mudah-mudahan aku pergi dalam keadaan baik.  Setahun belakangan ini, aku tidak lagi ditempatkan di ruang rawat. Tapi pindah ke bagian administrasi. Mungkin karena latar belakang ilmu komputer yang aku miliki, jadi walaupun pendidikanku perawat, tapi aku dianggap mampu untuk menghandle bagian administrasi. Sebenarnya aku kurang suka pekerjaanku yang baru ini. Mungkin karena belum terbiasa. Ditambah lagi, aku mengur...

TUPPERWARE

Sumini ikut mengerumuni mba Lis, pedagang tupperware di TK Sekar, anaknya. Sejak ada mba Lis, wali murid di TK Sekar seakan berlomba, mengoleksi tupperware. Jangan sampai, koleksi tupperwareku kalah sama yang lain, batin Sumini.  "Ayo mba Sumini, ini bagus loh. Senwid kiper, ada botol minumnya sekalian, gambar kuda poni warna ping," mba Lis mulai promosi. Kebetulan cicilan tupperware Sumini memang sudah lunas. Jadi, apa salahnya ambil baru? "Apa mba Lis? Senwid kiper? Apa sih itu?" Tanya Sumini.  "Tempat bekal khusus buat senwid mba Sum," Sumini mengucapkan o panjang, padahal dalam hati dia bingung, senwid itu apa. İbu-ibu lain mulai menjatuhkan pilihan tupperware yang mereka inginkan. Sumini panas, dia juga harus beli, jangan kalah dengan yang lain. "Aku pesan senwid kipernya mba Lis. Sepuluh kali bayar ya," kata Sumini. Mba Lis mencatat pesanan Sumini, dan mengambilkan barangnya di mobil.  "Kalau sepuluh kali bayar, ga...

SEMUA WANITA PENGEN CANTIK

Itu udah kodrat banget kayaknya... Semua wanita ngerasa ada aja yang kurang sama fisiknya. Yang gendut pengen langsing, yang kurus pengen agak berisi, yang hidungnya pesek pengen mancung. Bahkan seseorang yang udah semurna di mata orang lain aja masih juga ngerasa ada yang kurang. Siapa juga yang gak pengen secantik barbie... waktu kecil aku punya banyak boneka barbie. Sebagai anak perempuan yang lugu dan suka berkhayal, kalo udah dewasa aku pengen secantik barbie. Tinggi, langsing dengan rambut panjang dan ikal. Setelah dewasa aku tumbuh menjadi wanita yang pendek, gendut dengan rambut ikal nyaris keriting yang susah banget panjangnya.... Kenapa ya cewek2 cendrung kepengan lebih cantik, kalo cowok kayanya jarang ngerasa ada kekurangan di fisiknya. Kemaren, waktu ke Dumai dan jumpa dengan teman cowok yang baru nikah. aku nanya ma dia, ini dialog yang terjadi : "Gimana rasanya nikah bang?" terus si abang menjawab, "Enak, makanya jangan kelamaan pacaran..." ...