Langsung ke konten utama

Postingan

MINYAK URUT

Apa rasanya harus mikirin masak apa setiap hari? Berat, kamu gak akan sanggup milea, biar aku saja (efek belum nonton, jadi kabita). Ini serius loh, sebagai mamak yang pagi-pagi udah harus terjaga dari tidur lena, bangun pagi, nengok jam, selain sholat subuh, yang mamak pikirkan, mau masak apa ini, untuk anak bayi, bekal kakak dan sarapan serta maksi si bapak. Complicated.
Sering kali ujung-ujungnya malah gak masak. Kadang gitu, sesuatu yang udah berat-berat difikirin, akhirnya malah gak dilakuin. Tapi, bulan makin ke ujung, makin cerdas mengatur keuangan, yang seringkali udah gak ada lagi yang bisa diatur, habis kandas berlalu (malah curhat). Daripada beli, mending masak. Ya udahlah, mamak ikhtiar goreng ikan mas, rencananya pake sambel terasi, kesukaan bapak. Tapi mikir lagi, ribet mesti giling-giling, lama. Jadi mamak buat sambel kecap aja. 
Pas bapak mau maksi, mamak nemenin kan sebagai istri solihin, bapak ambil nasi, ikan. Terus mamak ngomong, 
Mamak : "Pak, ini sambel kec…
Postingan terbaru

NALURI KEIBUAN

Apa siyh naluri keibuan? Naluri keibuan itu naluri ibu-ibu. Naluri being a lovely mom. Karena itulah wanita memiliki berkah rahim, udah fitrahnya memiliki sifat penyayang. Jadi, mamak ini, punya naluri keibuan sedikit. Tapi itu duluuu. Kalau kata dosen mamak waktu kuliah, beliau bilang, "kamu ini kaya mesin diesel ya, panasnya lama." Beliau bilang gitu karena eh karena, nilai mamak stabilnya itu pas semester 7 dan 8. Udah gak bisa ngejar ipk bagus. Emang melonjak jauh nilai mamak. Sama kaya sekarang, pas udah lahir anak bayi, barulah naluri keibuan mamak muncul sepenuhnya.
Waktu kuliah, mamak ingat banget, waktu mamak mengadakan observasi ke TPA, mamak berempat satu kelompok, anak TPA itu kayanya gak respon sama mamak malah mamak dilempar pake mainan. Aura gak suka sama anak-anak emang kelihatan ya. Jangankan naluri keibuan, lihat anak-anak tantrum aja mamak bisa mendelik ke mamaknya, juga anaknya, sambil ngomong dalam hati, mending gak usah keluar daripada anak tantrum gan…

SI CANTIK

Mamak sangat suka kalo nengok bikers yang matching antara tunggangan dan tutup kepalanya aka helmnya. Luchu gitu kan. Motor kuning, helm kuning. Motor merah, helm merah. Kayanya kerennya naik berpuluh-puluh kali lipat kalo matching gitu. 

Sayangnya, si cantik mamak, tunggangan mamak dari tahun 2009, yang akan anniversary ke 10 tahun 2019, pasangan sejiwanya gak matching sama warnanya. Lalu, apakah mamak harus membeli motor kuning biar matching sama helm yang mamak punya? Berat kalo ini ya. Kalo analoginya dibalik, beli helm baru supaya matching sama si cantik, mamak gak mau juga. 
Jadi biarlah, mamak tetap memakai si cantik mamak yang setia setiap saat, dan tetap setia memakai helm kuning mamak yang dibeli si bapak dan diberikan ke mamak, karena si bapak gak suka sama helmnya. Sudahlah ya, mamak akan menyederhanakan hidup mamak, gak perlu matching, yang penting fungsi ya mak, fungsi. Fungsi motor dan fungsi helm sesuai dengan sop nya.

SUSYAHNYA BUAT JUJUR

Menjadi seorang mamak yang paripurna itu sulit sodara-sodara, apalagi bagi mamak yang gak pinter dan gak banyak pengalaman hidup. Si kakak, sebagai makhluk yang kritis, punya mamak iq rendah kek gini, mungkin agak sulit bagi kakak. Saat si kakak menuntut penjelasan tentang sesuatu, mamaknya harus pintar menjelaskannya supaya kakak mengerti, sementara mamaknya gak pintar. Kebayangkan serumit apa kondisinya. 
Pas mamak lagi period, si kakak biasanya nyadar, trus ngomong, ihhhhh, bunda pake pempers, mamak biasanya nyengir aja. Dialog gak jelas sering terjadi.
Kakak : "kenapa pampers mamak-mamak kecil bund?"
Mamak : "memang gitu modelnya kak."
Dan pada suatu malam, si kakak yang sotoy, tau dan nyadar emaknya pake pempes (hanya Tuhan yang tau gimana si kakak bisa tau).
Mamak : "kak, liatin adek ya, bunda pengen pipis."
Kakak : "ngapain bunda pipis, kan udah pake pempes."
Mamak : "silent"
Untuk hal seperti ini, susah mamak buat jujur. Giman…

FILM BIRU

Nur menatap sekeliling kamar Reyhan, putranya. Kamar anak kelas 5 sd ini sungguh berantakan. Nur bingung harus darimana mulai membersihkannya. Setiap sudut seperti berisi sampah, padahal itu semua adalah barang-barang milik Reyhan. Nur membongkar seprei tempat tidur Reyhan yang sudah bau apek. Smartphone Reyhan ternyata ada di balik bantal. Nur penasaran apa saja isi hape anak ini. Hape tersebut adalah hadiah karena Reyhan berhasil meraih rangking dua saat kenaikan kelas kemarin. 
Mungkin, sesekali aku perlu merazia hape Reyhan, mensterilkannya dari konten-konten terlarang, fikir Nur. Nur membuka riwayat pencariannya, facebook, instagram, semua bersih. Syukurlah, gumam Nur. Nur membuka whatsapp. Ada dua grup, grup 5A dan grup lelaki 5A. Nur tersenyum. Apa saja isi grupnya ya. Nur membuka grup 5A, hanya berisi informasi peer atau tugas kelompok. Nur membuka grup lelaki 5A. Ini berisi 20 anggota, sepertinya anak lelaki dari kelas Reyhan membentuk grup sendiri yang steril dari anak pere…

IDENTITAS DIRI

Akhir-akhir ini, mamak merasa identitas diri mamak agak ngeblur. Maksudnya identitas diri mamak sebagai individu yang mandiri dan independent (artinya sama aja sih). Jadi gini, kalau udah ngebahas lingkungan, mamak ini seperti remahan rengginang dalam toples, yang bakalan dibuang karena udah melempem (sarkas lebay).
Di kantor, siapa sih yang kenal mamak selain ww? Gak ada cinnn, paling orang-orang seruangan aja. Kalau dalam situasi diadakan survey misalnya, ada pertanyaan, siapakah nanan? Total responden pasti menjawab, gak tau. Tapi, jika pertanyaan diganti, siapakah kakak berbadan gemuk yang kemana-mana selalu berdua ww? Sebagian responden akan menjawab, oooo, itu anak buah kak mawar, sebagian lagi menjawab, oooo itu orang yang cuma punya satu teman, ww, dan sebagian kecil menjawab, oooo itu kakak yang tinggalnya jauuuuuuuuhhhhhh dari kota. Tanpa ada yang menyebut nama. Mamak gak terkenal dan gak ada yang pengen kenal. Hahahha.
Nah, kalau di lingkungan rumah lebih mengenaskan. Pern…

HAMIL

Namanya Ayu, nama panjangnya Sri Rahayu. Perempuan bermata bulat dan berambut hitam sebahu. Wajahnya manis, membuat banyak lelaki di kelas senang mengobrol dengannya. Termasuk Aji, biang masalah di kelas. Aji penggemar berat Ayu. Jangan ada satu orangpun mengganggu Ayu, Aji akan mengamuk dan membela Ayu habis-habisan. 
Ayu bukan tak tahu dia disukai banyak lawan jenisnya, hanya saja dia tak tahu bagaimana cara menyikapi mereka. Ayu hanya bisa tersenyum malu tiap ada yang menyapa atau kirim salam padanya. Namun Aji lain, Aji bersikap melindungi, setiap ada yang mengganggunya, Aji yang akan berhadapan dengan mereka. Ayu senang diperlakukan seperti itu oleh Aji. 
Ayu dan Aji semakin akrab. Tiap kali mereka ngobrol di kelas, teman-teman menyoraki, cieh cieh pacaran. Ayu malu, Aji bangga. 
"Ayu, nanti kita ke kantin ya, makan bakso." Kata Aji suatu hari.
"Ayu malu Ji. Nanti diejek lagi."
"Kita tunggu bel pulang ya. Baru makan bakso." Ayu tersenyum dan mengang…